Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait RI Raja Rempah, Tapi Jahe Impor Merajalela yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Pada 2021 produksi jahe Indonesia masih mencapai 307,24 ribu ton dengan luas panen 10,61 ribu hektare.
Thailand menjadi pemasok terbesar dengan nilai impor mencapai US,31 juta. Selain itu, volume 8,44 ribu ton..
Besarnya kontribusi panen pada kuartal ketiga membuat pasokan jahe nasional masih sangat dipengaruhi oleh pola musim, ditambah lagi dengan kondisi cuaca selama periode tersebut…
Di saat ekspor melemah, arus impor bergerak ke arah sebaliknya.
// .
Volume impor bahkan menembus 17.509 ton, naik tajam dari 10.716 ton pada 2024..
Dalam setahun, Indonesia kehilangan hampir seribu hektare lahan jahe..
Jakarta, Equityworld Futures- Hangatnya menjalar di tenggorokan, aromanya berbekas di setiap kecapan.
Ketiga negara tersebut menyerap sebagian besar ekspor jahe Indonesia sepanjang tahun lalu..
Empat tahun kemudian produksinya tinggal 168,97 ribu ton..
Sementara itu Tiongkok mengirim jahe senilai US$1,61 juta dengan volume sekitar 470 ton..
Nilai ekspor jahe Indonesia pada 2025 hanya mencapai US$3,88 juta.
Namun di tengah kebutuhan yang tetap tinggi, pasokan jahe domestik justru terus mengalami penyusutan dalam beberapa tahun terakhir..
Nilai impor Indonesia hampir tiga kali lebih besar dibandingkan nilai ekspor.
Dalam dua tahun setelahnya, ekspor mengalami koreksi sangat dalam.
Penurunan produksi berlangsung bersamaan dengan menyusutnya luas panen dari 7,49 ribu hektare menjadi 6,51 ribu hektare.
Pada periode tersebut produksi mencapai 62,16 ribu ton dengan luas panen 2,85 ribu hektare.
Perkembangan tersebut memperlihatkan perubahan posisi Indonesia dalam perdagangan jahe global.
Kemerosotan produksi turut tercermin pada kinerja perdagangan luar negeri.
Namun sayang laju penurunan luas panen, ditambah lagi dengan produksi dalam beberapa tahun terakhir membuat ruang ekspor menyempit, sementara kebutuhan dalam negeri terus membuka pintu bagi produk impor…
Posisi berikutnya ditempati Jawa Barat dengan produksi 37,55 ribu ton sekaligus kontribusi 22,22%, disusul Jawa Tengah sebesar 27,36 ribu ton atau sekitar 16,19% dari produksi nasional…
Ba. Di samping itu, Pusat Statistik (BPS) melaporkanย produksi jahe nasional pada 2025 mencapai 168,97 ribu ton. juga perlu diperhatikan..
Data tersebut menghasilkan gambaran yang kontras.
Dari sisi volume, impor juga jauh melampaui ekspor.
Sudah berabad menjadi andalan bagi tubuh yang lelah, ditambah lagi dengan cuaca tak bersahabat…
Amerika Serikat menjadi tujuan ekspor utama jahe Indonesia pada 2025 dengan nilai mencapai US$0,99 juta.
// .
Kondisi tersebut memperlihatkan pasokan nasional yang semakin terbatas sekaligus berkurangnya kemampuan Indonesia memenuhi pasar luar negeri..
Penurunan lahan menjadi faktor utama yang menjelaskan melemahnya produksi.
Situasi ini memperlihatkan bahwa kebutuhan pasar domestik semakin banyak dipenuhi oleh pasokan dari luar negeri..
Jahe merupakan salah satu rempah yang paling lekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia..
Kondisi tersebut mengurangi kemampuan pasokan domestik untuk memenuhi kebutuhan pasar, terutama ketika permintaan dari industri makanan, minuman, farmasi,. Tak hanya itu, produk herbal tetap berjalan. turut berperan penting..
Angka ini anjlok 54,43% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai US$8,51 juta.
Jika ditarik lebih panjang, tren pelemahan ini sudah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir..
// .
BPS mencatat nilai impor jahe pada 2025 mencapai US$11,61 juta, melonjak 51,7% dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski demikian, produksi jahe Indonesia masih terkonsentrasi di Pulau Jawa..
Dari sisi volume, ekspor juga turun menjadi 2.619 ton dari 8.229 ton pada 2024..
Melansir BPS, Jawa Timur menjadi produsen terbesar pada 2025 dengan produksi 41,16 ribu ton atau sekitar 24,36% dari total nasional..
Ketika area tanam berkurang, volume panen otomatis ikut turun.
Dari sisi musim panen, puncak produksi terjadi pada triwulan III 2025.
Vietnam menyusul dengan nilai US,11 juta, ditambah lagi dengan volume 7,80 ribu ton..
Pada 2023 volume ekspor jahe Indonesia mencapai 36.407 ton dengan nilai US$28,4 juta.
Angka tersebut turun 11,19% atau sekitar 21,29 ribu ton dibandingkan 2024 yang masih mencapai 190,26 ribu ton..
Artinya, dalam kurun 2021-2025 produksi nasional terpangkas lebih dari 138 ribu ton, sementara luas panen menyusut sekitar 4,1 ribu hektare..
Padahal beberapa tahun lalu kinerja ekspor sempat melonjak tajam.
Malaysia berada di posisi kedua dengan nilai US$0,76 juta, disusul Taiwan sebesar US$0,46 juta.
Sebagai negara penghasil rempah, Indonesia masih memiliki produksi yang cukup besar..
Perkembangan terkait RI Raja Rempah, Tapi Jahe Impor Merajalela akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equity World Trillium Surabaya โ Harga Emas Stabil di Asia, Tembus Rekor Tertinggi di Tengah Ketidakpastian Tarif AS
- OJK Dalami 32 Kasus Manipulasi Pasar Modal | Equityworld Futures