Equity World Futures Surabaya – Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan Selasa, dengan tekanan utama berasal dari aksi ambil untung (profit taking) pada saham-saham berbasis kecerdasan buatan (AI). Indeks S&P 500 melemah 0,6%, sementara Nasdaq Composite turun 1,2% setelah investor mengurangi eksposur terhadap saham semikonduktor yang sebelumnya mengalami reli kuat.
Saham AI dan Semikonduktor Tertekan
Sejumlah perusahaan chip besar mencatat penurunan tajam. Nvidia turun 2,4%, Broadcom melemah 4,4%, Micron Technology anjlok 6,2%, AMD turun 7,3%, dan Intel merosot hingga 8,5%.
Penurunan ini menunjukkan bahwa valuasi saham AI kembali menjadi perhatian pasar. Investor mulai mengevaluasi ulang prospek kenaikan sektor teknologi setelah reli panjang yang didorong oleh optimisme terhadap perkembangan kecerdasan buatan.
SpaceX Menguat Berkat Kabar Akuisisi Cursor
Di tengah tekanan pada sektor teknologi, saham SpaceX justru naik 4,8%, melanjutkan penguatan sejak penawaran umum perdana (IPO) pada Jumat lalu.
Kenaikan tersebut didorong oleh laporan bahwa SpaceX berencana mengakuisisi perusahaan pengembang AI, Cursor, dengan nilai transaksi mencapai US$60 miliar. Meski membantu meredam tekanan pasar, penguatan SpaceX belum mampu mengangkat kinerja indeks teknologi secara keseluruhan.
Dow Jones Cetak Rekor Baru Didukung Harapan Kesepakatan AS-Iran
Berbeda dengan Nasdaq, indeks Dow Jones Industrial Average justru menguat 328 poin dan mencetak rekor penutupan baru.
Sentimen positif datang dari optimisme terkait kesepakatan awal antara Amerika Serikat dan Iran. Kedua negara diperkirakan akan menandatangani perjanjian resmi pada Jumat mendatang, sementara pejabat AS menyatakan bahwa Selat Hormuz berpotensi kembali dibuka.
Perkembangan tersebut meningkatkan keyakinan pasar bahwa risiko gangguan pasokan energi global mulai mereda, sehingga mendukung minat investor terhadap aset berisiko.
Harga Minyak Turun, Imbal Hasil Obligasi Ikut Melemah
Yield obligasi pemerintah AS kembali menurun seiring melemahnya harga minyak dunia. Turunnya harga minyak membantu meredakan kekhawatiran inflasi, yang pada akhirnya mengurangi tekanan terhadap pasar obligasi.
Dari sisi transmisi pasar, harga energi yang lebih rendah dapat menekan ekspektasi inflasi, mendorong penurunan yield obligasi, dan memberikan dukungan bagi valuasi saham yang sensitif terhadap suku bunga.
Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures
- Akun Demo Trading
- Registrasi Online
- Data Historis Trading
- Kontak Resmi
- Profil Perusahaan
