Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Ringgit, Peso, Dong Sampai Baht ‘Nyungsep’, Cuma Yen dan Won Selamat yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
The Fed diperkirakan akan menahan suku bunga dalam pertemuan kebijakan pertamanya di bawah pimpinan baru Kevin Warsh..
Merujuk data Refinitiv per pukul 11.55 WIB, dari sembilan mata uang Asia yang dipantau, sebanyak tujuh mata uang melemah terhadap dolar AS, sementara dua lainnya menguat..
Langkah BOJ ini diambil untuk merespons tekanan inflasi, termasuk dampak kenaikan harga energi akibat konflik di Timur Tengah..
Penguatan yen terjadi setelah bank sentral Jepang (Bank of Japan/BOJ) menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin dari 0,75% menjadi 1%.
Perhatian pasar kini mulai bergeser dari kabar damai AS-Iran ke agenda bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed).
Jakarta, Equityworld Futures – Mayoritas mata uang Asia melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (16/6/2026).
Pada Senin kemarin, dolar AS sempat tertekan setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat telah mencapai kesepakatan damai dengan Iran.
Dolar Singapura berada di posisi SGD 1,283/US$, sementara yuan China berada di CNY 6,76/US$..
Dolar Singapura. Di samping itu, yuan China ikut melemah masing-masing 0,05% juga perlu diperhatikan..
Kondisi ini membuat pasar valuta bergerak hati-hati..
Dong Vietnam juga melemah 0,24% terhadap dolar AS.
Kesepakatan itu disebut akan memulihkan akses melalui Selat Hormuz.
Dolar Taiwan terkoreksi 0,10% ke posisi TWD 31,568/US$, sementara baht Thailand turun 0,06% ke THB 32,56/US$..
Di sisi lain, yen Jepang masih mampu menguat tipis 0,04% ke posisi JPY160,24/US$.
Peso Filipina menyusul dengan pelemahan 0,25% ke posisi PHP 60,353/US$..
Kenaikan tersebut membawa suku bunga Jepang ke level tertinggi sejak 1995.
Kondisi tersebut membuat dolar AS kembali mendapat pijakan pada perdagangan hari ini.
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) terpantau menguat 0,14% ke posisi 99,765 pada waktu yang sama.
Tekanan paling dalam dialami ringgit Malaysia yang melemah 0,30% ke posisi MYR 4,060/US$.
// .
Meski demikian, ruang gerak The Fed tidak mudah.
Tekanan terjadi seiring indeks dolar AS kembali menguat setelah sempat melemah pada perdagangan sebelumnya..
Akibatnya, mayoritas mata uang Asia bergerak melemah..
DXY kembali stabil di sekitar level 99,7 setelah sebelumnya melemah akibat sentimen kesepakatan damai AS-Iran..
Won Korea Selatan juga masih mampu menguat tipis 0,03% ke posisi KRW 1.512,7/US$..
Data inflasi terbaru AS masih lebih panas dari perkiraan, terutama terjadi karena konflik dengan Iran sebelumnya sempat mendorong harga energi naik…
Investor juga menunggu keputusan sejumlah bank sentral utama dunia pekan ini, termasuk Jepang, Australia, Inggris, sekaligus beberapa ekonomi besar lainnya..
Kesepakatan tersebut rencananya akan ditandatangani di Swiss pada Jumat.
Namun, menjelang kepastian final, pelaku pasar masih cenderung berhati-hati. Selain itu, kembali mencermati arah suku bunga The Fed…
Perkembangan terkait Ringgit, Peso, Dong Sampai Baht ‘Nyungsep’, Cuma Yen dan Won Selamat akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- OJK Beberkan Goreng Saham Dimulai dari Penyimpangan Saat IPO
- Ekonom Tanggapi Ambisi Prabowo soal RI jadi Rising Giant | Equityworld Futures