Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Beda Nasib Mata Uang Asia: Rupiah-Ringgit Ambruk, Yen Menguat yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Padahal, rupiah sempat dibuka pada posisi Rp17.925/US$ atau menguat 0,14%. .
Oleh sebab itu, tekanan terhadap mata uang Asia belum sepenuhnya mereda. menjadi konsekuensi dari Meski melemah, dolar AS masih bergerak mendekati level 100,..
Dong Vietnam menyusul dengan koreksi ke posisi VND 26.314/US$ atau terdepresiasi 0,19%..
Meski begitu, pelaku pasar saat ini telah sepenuhnya memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga 25 basis poin pada Desember.
Posisi ini membuat rupiah kembali mendekati level psikologis Rp18.000/US$.
Alasannya adalah momentum ekonomi membaik, kami juga tidak memperkirakan a. Selain itu, ya kenaikan suku bunga,” ujar Knightley dikutip dari Reuters.. Akibatnya, Jadi, meski kami tidak lagi memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga tahun ini….
Tekanan masih membayangi pasar valuta kawasan, meski indeks dolar AS pagi ini bergerak melemah tipis..
Adapun yuan China melemah tipis 0,03% terhadap dolar AS..
Rupiah menjadi salah satu mata uang yang tertekan.
Militer AS menyebut Amerika Serikat memulai putaran serangan baru ke Iran pada Rabu malam waktu setempat.
Presiden AS Donald Trump juga berjanji akan melakukan lebih banyak serangan jika kesepakatan damai tidak tercapai..
Bagi mata uang Asia, kombinasi ketidakpastian geopolitik, inflasi AS yang tinggi,. Selain itu, ekspektasi suku bunga The Fed membuat ruang penguatan masih terbatas..
Jakarta, Equityworld Futures – Mayoritas mata uang Asia melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (11/6/2026).
Di sisi lain, data inflasi AS kembali menjadi perhatian utama pasar.
Melansir Refinitiv per pukul 09.15 WIB, sebanyak enam mata uang Asia terpantau melemah terhadap greenback, sementara empat mata uang mampu menguat..
Dolar Singapura. Di samping itu, peso Filipina sama-sama menguat 0,04%, masing-masing ke posisi SGD 1,287/US$ dan PHP 61,30/US$ juga perlu diperhatikan..
Kenaikan inflasi tersebut membuat investor kembali berhati-hati terhadap arah kebijakan The Fed.
“Hal ini seharusnya membantu menjaga ekspektasi inflasi tetap terkendali.
James Knightley, kepala ekonom internasional ING, menilai tekanan upah yang mulai mendingin dapat membantu meredakan inflasi inti..
Di sisi lain, baht Thailand menjadi mata uang dengan penguatan paling tajam di Asia setelah naik 0,15% ke posisi THB 32,90/US$.
Pergerakan dolar AS masih dipengaruhi oleh dua sentimen besar, yakni ketegangan geopolitik di Timur Tengah, ditambah lagi dengan arah kebijakan suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed)…
Mata uang Garuda melemah 0,11% ke posisi Rp17.970/US$.
Core CPI tercatat naik 0,2% secara bulanan, lebih rendah dibandingkan kenaikan 0,4% pada April..
Dolar AS sempat bergerak volatil setelah serangan baru AS di Timur Tengah menekan sentimen pasar.
Dolar Taiwan juga melemah 0,14% ke posisi TWD 31,711/US$, sementara ringgit Malaysia terkoreksi tipis 0,05% ke MYR 4,069/US$.
// .
Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia terpantau se. Tak hanya itu, g melemah tipis 0,04% ke posisi 99,912 turut berperan penting..
Kondisi ini menjadi perubahan tajam dibandingkan ekspektasi sebelumnya, ketika pasar masih memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga tahun ini sebelum perang Iran pecah pada akhir Februari..
Hal ini terlihat dari mayoritas mata uang kawasan yang masih bergerak melemah terhadap dolar AS pada pagi ini..
// .
Yen Jepang juga naik tipis ke posisi JPY160,46/US$ atau menguat 0,03 %..
Tekanan terdalam pagi ini dialami won Korea Selatan yang melemah 0,34% ke posisi KRW 1.527,47/US$.
Indeks Harga Konsumen atau Consumer Price Index/CPI AS naik 4,2% secara tahunan pada Mei, menjadi kenaikan terbesar sejak April 2023..
Penyebab utamanya adalah investor menimbang rapuhnya gencatan senjata di Timur Tengah di tengah kembali terjadinya aksi saling serang antara AS sekaligus Iran.,. Akibatnya, Pasar valuta cenderung bergerak terbatas pekan ini terjadi….
Namun, tekanan inflasi inti masih relatif lebih terkendali.
Perkembangan terkait Beda Nasib Mata Uang Asia: Rupiah-Ringgit Ambruk, Yen Menguat akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equityworld Futures Surabaya | Lengkap! Harga Emas Galeri 24, UBS, Antam dan Antam Retro Hari Ini
- Pemerintah Tarik Utang Rp 185,3 Triliun hingga Februari 2026 | Equityworld Futures