Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Korea Selatan Berdarah-darah, KOSPI dan Won Rontok Berjamaah yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Aset tersebut mencakup saham AS, obligasi luar negeri, hingga properti di luar negeri.
Artinya, arus. Tak hanya itu, a keluar tersebut lebih besar dibandingkan devisa yang dihasilkan dari transaksi berjalan turut berperan penting..
Hal ini disebabkan oleh pelaku pasar memilih masuk ke aset yang dianggap lebih aman., akibatnya Ketika permintaan terhadap dolar AS meningkat, mata uang negara lain cenderung melemah..
Ketika pelaku pasar memperkirakan won akan terus melemah, mereka semakin terdorong membeli dolar AS atau aset luar negeri untuk melindungi nilai kekayaannya..
Jakarta, Equityworld Futures – Pasar keuangan Korea Selatan tengah berada dalam tekanan besar.
Contohnya, emas dan surat utang pemerintah AS.,. Akibatnya, Kondisi ini terjadi terjadi… dapat dilihat pada Penyebab utamanya adalah investor global cenderung mengalihkan sekaligus anya ke aset yang dianggap lebih aman,..
Koreksi tajam ini terjadi setelah data ketenagakerjaan AS yang kuat kembali memicu kekhawatiran pasar bahwa The Federal Reserve atau The Fed masih berpeluang mempertahankan sikap ketat, bahkan membuka ruang kenaikan suku bunga pada tahun ini..
Tekanan terhadap bursa saham Korea Selatan terjadi setelah pasar global kembali diguncang oleh kekhawatiran atas arah suku bunga AS..
Melansir data Refinitiv, won Korea Selatan mengakhiri perdagangan Jumat (5/6/2026) dengan pelemahan tajam terhadap greenback.
Pelemahan won Korea Selatan tidak lepas dari penguatan dolar AS dalam beberapa waktu terakhir.
Won menguat 0,64% ke posisi KRW1.549,29/US$..
Dengan kata lain, won tidak lagi hanya ditentukan oleh kinerja ekspor-impor atau surplus perdagangan Korea Selatan.
Dalam laporan video Al Jazeera berjudul “Is Asia Facing a New Currency Crisis?”, sejumlah mata uang Asia disebut tengah berada dalam tekanan berat akibat kombinasi konflik geopolitik, lonjakan ketidakpastian global,. Tak hanya itu, penguatan dolar AS. turut berperan penting..
Nasdaq jatuh 4,2%, sementara Philadelphia Semiconductor Index ambles 10%.
Won terdepresiasi 1,78% dalam sehari, membuat kursnya melonjak ke level KRW1.559,08/US$..
Dua saham raksasa chip Korea Selatan, Samsung Electronics. Tak hanya itu, SK Hynix, masing-masing sempat anjlok lebih dari 10%. turut berperan penting..
Indeks saham utama Korea Selatan, KOSPI, terpantau ambruk cukup dalam pada perdagangan pagi ini, sejalan dengan tren pelemahan nilai tukar won Korea Selatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS)..
Pada saat yang sama, surplus transaksi berjalan Korea Selatan hanya sebesar US$101,8 miliar..
Artinya, won sudah melemah sekitar 7,3% terhadap dolar AS sejak perang tersebut dimulai..
Kondisi ini membuat banyak mata uang Asia berada di bawah tekanan, termasuk won Korea Selatan.
Asing membukukan jual bersih sekitar 200 miliar won atau setara US$128,86 juta, sekaligus memperpanjang tren net sell menjadi 21 sesi beruntun..
Sebagai contoh, batu bara. Selain itu, minyak sawit, yang akan dilakukan melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).. sering terjadi ketika Pertama, peningkatan kendali negara atas devisa hasil ekspor komoditas strategis..
Meski anjlok tajam pada perdagangan hari ini, KOSPI secara tahun berjalan masih mencatatkan kenaikan sangat besar.
Ketika warga sekaligus institusi Korea membeli aset-aset tersebut, mereka membutuhkan dolar AS..
Di tengah tekanan tersebut, investor asing juga masih mencatatkan aksi jual..
Bahkan, KOSPI sempat anjlok hingga 8,8% pada awal perdagangan.
Di tengah meningkatnya ketidakpastian global, terutama akibat konflik geopolitik di Timur Tengah, dolar AS kembali menjadi aset buruan pelaku pasar..
Secara tren, tekanan terhadap won memang semakin terlihat dalam beberapa bulan terakhir.
Apalagi, ekspektasi terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed juga masih menjadi perhatian utama pasar..
Han menilai valuasi KOSPI sudah mulai menurun setelah koreksi terbaru, sementara momentum laba saham-saham semikonduktor masih cukup solid..
Tekanan pada saham teknologi global ini ikut menyeret pasar Korea Selatan, mengingat KOSPI memiliki bobot besar pada saham-saham semikonduktor..
Posisi tersebut sekaligus membawa won kembali ke level terlemahnya sejak Maret 2009, ketika pasar keuangan global masih berada dalam tekanan besar akibat krisis finansial..
Meski volatilitas diperkirakan tetap tinggi, tekanan ini belum tentu berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
Namun, aksi tersebut justru dapat memperbesar permintaan dolar, ditambah lagi dengan membuat won semakin sulit pulih..
Melansir Refinitiv, pada Senin (8/6/2026) per pukul 09.50 WIB, KOSPI melemah 4,24% ke level 7.814,74.
Mata uang Negeri Ginseng kini juga semakin dipengaruhi oleh keputusan investor domestik dalam mengalokasikan kekayaannya ke pasar global..
Namun, para narasumber dalam laporan tersebut menilai langkah-langkah itu belum tentu cukup.
Akibatnya, permintaan terhadap dolar meningkat, sementara won ikut tertekan..
Kondisi ini membuat pasar membaca pelemahan won sebagai tekanan yang tidak sepenuhnya bersifat sementara.
Di sisi lain, pelemahan mata uang membuat biaya impor menjadi semakin mahal..
Han Ji-young, analis Kiwoom Securities dikutip dari Reuters, menyebut kejutan dari data tenaga kerja AS telah memicu kenaikan imbal hasil obligasi. Di samping itu, menjadi alasan koreksi di pasar yang sebelumnya sudah bergerak terlalu panas, terutama setelah lonjakan saham-saham semikonduktor. juga perlu diperhatikan..
Selisih sekitar USgan devisa Bank of Korea.7,6 miliar harus ditutup, salah satunya melalui ca. Tak hanya itu, gan devisa Bank of Korea. turut berperan penting..
Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat, institusi keuangan, hingga perusahaan Korea semakin agresif menempatkan, ditambah lagi dengan anya ke aset luar negeri, terutama aset berbasis dolar AS…
Laporan tersebut juga menyoroti bahwa beberapa mata uang Asia, termasuk rupee India. Selain itu, peso Filipina, sempat menyentuh rekor terendah terhadap dolar AS..
Bagi banyak negara Asia yang masih sangat bergantung pada impor energi, kondisi ini menjadi tekanan ganda.
Selain tekanan dari dolar AS, pelemahan won juga dipengaruhi oleh faktor struktural dari dalam Korea Selatan sendiri.
Ada sejumlah faktor yang membuat mata uang Negeri Ginseng terus berada di bawah tekanan, mulai dari kuatnya dolar AS hingga perubahan struktural dalam perilaku investasi masyarakat Korea Selatan..
Sebagai contoh,, mendorong penghematan sukarela seperti mengurangi perjalanan ke luar negeri sekaligus konsumsi emas, serta menaikkan bea masuk logam mulia.. sering terjadi ketika India,..
Indeks saham Korea Selatan tersebut masih menguat sekitar 83% sepanjang 2026, setelah pada 2025 juga melesat 76%. Tak hanya itu, menjadi salah satu indeks dengan performa terbaik di dunia. turut berperan penting..
// .
Contohnya, pangan. Di samping itu, bahan bakar menjadi lebih mahal juga perlu diperhatikan. dapat dilihat pada Ketika mata uang lokal melemah, harga barang impor..
Di sisi lain, ekspektasi pelemahan won juga bisa menciptakan tekanan tambahan.
// .
Tekanan terhadap won Korea Selatan juga menjadi bagian dari tekanan lebih luas yang se. Tak hanya itu, g menghantam mata uang Asia turut berperan penting..
Sejumlah pemerintah Asia mulai merespons tekanan tersebut dengan berbagai cara.
Tekanan terhadap won mulai tampak semakin jelas sejak meletusnya perang antara AS-Israel melawan Iran pada akhir Februari 2026.
Meski Kondisi inilah yang membuat pelemahan won Korea Selatan saat ini tidak hanya dipengaruhi oleh sentimen global,, namun juga oleh perubahan perilaku investasi masyarakat domestiknya sendiri. tetap penting..
Konflik di sekitar Selat Hormuz membuat pasokan minyak. Di samping itu, gas dunia terganggu. juga perlu diperhatikan..
Kondisi ini kemudian menambah beban rumah tangga, ditambah lagi dengan dunia usaha…
Meski begitu, pada perdagangan pagi ini, Senin (8/6/2026) per pukul 10.14 WIB, won terpantau mengalami technical rebound.
Kini, posisinya sudah bertahan di atas level KRW1.500/US$..
Sebelum perang, kurs won masih berada di sekitar KRW1.439/US$.
Ini menjadi trading halt pertama dalam tiga bulan terakhir, sekaligus yang ketiga sepanjang tahun ini..
Kondisi ini sejalan dengan pergerakan banyak mata uang Asia lainnya yang juga tertekan oleh kuatnya dolar AS, termasuk rupiah..
Koreksi tajam tersebut membuat otoritas bursa mengaktifkan penghentian sementara perdagangan (Trading Halt), sehingga berdampak pada perdagangan sempat dihentikan sementara selama 20 menit…
Tekanan besar terutama datang dari saham-saham teknologi, ditambah lagi dengan semikonduktor..
Mata uang Negeri Ginseng kembali berada di bawah tekanan besar sekaligus menyentuh level terlemahnya sejak krisis keuangan global 2009…
Sementara itu, Indonesia juga masuk disebut berupaya menstabilkan rupiah melalui dua jalur.
Selama dolar AS masih kuat. Di samping itu, ketidakpastian global belum mereda, ruang penguatan won diperkirakan masih terbatas. juga perlu diperhatikan..
Pada periode Januari-November 2025, penduduk Korea Selatan tercatat menginvestasikan sekitar US$129,4 miliar ke luar negeri.
Meski Pelemahan mata uang pada akhirnya tidak hanya terasa di pasar keuangan,, namun juga langsung menekan masyarakat tetap penting..
Tekanan ini terlihat dari derasnya arus investasi keluar Korea Selatan.
Kedua, pembatasan transaksi valuta asing non-underlying oleh Bank Indonesia, agar permintaan valas tidak semakin menekan rupiah..
Tekanan di pasar saham Korea Selatan juga terjadi bersamaan dengan pelemahan won terhadap dolar AS.
Hal ini disebabkan oleh pasar Korea Selatan cukup sensitif terhadap pergerakan dolar AS sekaligus arus modal asing, akibatnya Bagi won, tekanan ini menjadi semakin berat…
Sebelumnya pada perdagangan Jumat pekan lalu, bursa teknologi AS juga mengalami tekanan besar..
Meski Tekanan mata uang Asia tidak hanya dipicu oleh konflik di Timur Tengah,, namun juga oleh kelemahan struktural ekonomi sekaligus arus modal global yang lebih banyak mengarah ke pasar saham AS.. tetap penting..
Selama masyarakat sekaligus institusi Korea terus meningkatkan penempatan dana ke luar negeri, permintaan terhadap dolar AS akan tetap tinggi dan berpotensi menjaga won dalam tren lemah…
Perkembangan terkait Korea Selatan Berdarah-darah, KOSPI dan Won Rontok Berjamaah akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equityworld Futures Surabaya | Pelemahan Rupiah Dikhawatirkan Menaikkan Harga Obat
- Purbaya Bakal Gelontorkan Insentif! Saham Kapal Dapat Durian Runtuh