0 0
Read Time:2 Minute, 34 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Cadangan Devisa Akhir Mei Anjlok USD 1,3 Miliar yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

 Bank Indonesia meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik, didukung oleh posisi ca sekaligus gan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.Pada Senin pagi, 8 Juni 2026, nilai tukar rupiah melemah ke level Rp 18.129 per dolar Amerika Serikat..

BANK Indonesia (BI) melaporkan posisi ca sekaligus gan devisa pada akhir Mei 2026 tercatat sebesar US$ 144,9 miliar atau setara Rp 2.630 triliun (kurs Rp 18.160 per dolar AS)..

Ia mengatakan posisi tersebut setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor atau 5,5 bulan impor. Tak hanya itu, pembayaran utang luar negeri pemerintah turut berperan penting..

“Merosotnya mata uang rupiah ini di tengah keresahan investor atas banyaknya agenda dari Presiden Prabowo yang begitu besar, terutama tentang proyek makan bergizi gratis, proyek Koperasi Desa Merah Putih, kemudian juga yang paling utama adalah meningkatnya subsidi bahan bakar,” ucap dia..

Kondisi tersebut berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.“Bank Indonesia menilai ca, ditambah lagi dengan gan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” ucap Denny..

Pilihan Editor: Mengapa Kenaikan Suku Bunga BI-Rate Tak Menguatkan Rupiah.

Posisi itu turun US$ 1,3 miliar dari US$ 146,2 miliar pada akhir April.“Perkembangan ca. Di samping itu, gan devisa Mei 2026 ini dipengaruhi penerbitan global bond pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa, di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah Bank Indonesia sebagai respons terhadap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global dan permintaan valuta asing musiman dari domestik,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso dalam siaran pers pada Senin, 8 Juni 2026.Denny mengklaim posisi cadangan devisa pada Mei secara keseluruhan tetap kuat juga perlu diperhatikan..

Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah bisa melemah ke level Rp 19.000 per dolar AS pada akhir Juni.Ibrahim mengatakan merosotnya nilai tukar rupiah terjadi di tengah munculnya keresahan di kalangan investor.

Perkembangan terkait Cadangan Devisa Akhir Mei Anjlok USD 1,3 Miliar akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By