Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Asia Kebakaran Hebat, Ringgit – Rupiah Paling Parah, 2 Negara Selamat yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Tingkat pengangguran juga tetap stabil di level 4,3%..
Di sisi lain, won Korea Selatan masih mampu menguat 0,57% ke posisi KRW 1.550,13/US$.
Tekanan terjadi saat indeks dolar AS masih bertahan di sekitar level 100..
Data yang dirilis Jumat menunjukkan ekonomi AS menambah 172.000 pekerjaan pada Mei, jauh di atas perkiraan pasar sebesar 85.000 pekerjaan.
Dolar AS juga masih mendapat dukungan dari permintaan safe haven.
Setelah rilis data tersebut, pelaku pasar menaikkan peluang kenaikan suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) pada Desember 2026 menjadi hampir 70%, dari sebelumnya sekitar 50%..
Gabungan data tenaga kerja AS yang kuat, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, serta ketegangan geopolitik membuat dolar AS kembali diminati.
// .
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sebelumnya mengatakan belum ada kemajuan nyata, meski kedua pihak masih terus bertukar pesan melalui mediator..
Yuan China ikut tertekan 0,26% ke posisi CNY 6,783/US$, dolar Taiwan melemah 0,15% ke TWD 31,627/US$, dolar Singapura turun 0,05% ke SGD 1,29/US$, sementara yen Jepang terkoreksi tipis 0,02% ke JPY 160,35/US$..
Iran menegaskan perlu ada gencatan senjata di Lebanon sebelum menerima kesepakatan AS untuk memperpanjang gencatan senjata sekaligus membuka kembali Selat Hormuz..
Walaupun begitu, tidak memberi penjelasan lebih rinci. masih terjadi meski Presiden AS Donald Trump pada Kamis mengatakan negosiasi dengan Iran sudah berada di tahap akhir,..
Pelemahan tersebut membuat ringgit menjadi mata uang dengan tekanan terdalam di Asia pada pagi ini..
Ekspektasi The Fed yang lebih hawkish juga diperkuat oleh kembali meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Tekanan paling dalam pagi ini dialami ringgit Malaysia yang melemah 1,04% ke posisi MYR 4,067/US$.
Meski demikian, The Fed masih diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan kebijakan 16-17 Juni 2026 di bawah kepemimpinan Chairman baru Kevin Warsh..
Negosiasi antara AS, ditambah lagi dengan Iran terkait kesepakatan damai sementara belum menunjukkan banyak kemajuan, sementara bentrokan antara Israel dan milisi Hizbullah masih berlangsung di Lebanon…
Kondisi ini pada akhirnya mempersempit ruang penguatan mata uang negara lain, termasuk Asia, yang mayoritas melemah pada pagi ini..
Penguatan dolar AS ditopang oleh data tenaga kerja AS yang solid.
// .
Peso Filipina juga naik tipis 0,08% ke PHP 61,670/US$..
Jakarta, Equityworld Futures – Mayoritas mata uang Asia melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan awal pekan, Senin (8/6/2026).
Mata uang Garuda melemah 0,61% ke posisi Rp18.120/US$, semakin jauh dari level psikologis Rp18.000/US$..
Merujuk data Refinitiv per pukul 09.15 WIB, 8 dari 10 mata uang Asia yang dipantau mengalami pelemahan terhadap dolar AS, sementara dua lainnya berhasil menguat..
Baht Thailand juga terkoreksi 0,30% ke posisi THB 32,90/US$, disusul dong Vietnam yang melemah 0,28% ke VND 26.344/US$..
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) terpantau menguat tipis 0,02% ke posisi 100,093 pada waktu yang sama.
Kondisi ini mendorong harga minyak naik. Di samping itu, kembali memicu kekhawatiran inflasi. juga perlu diperhatikan..
DXY masih berada di sekitar level 100 setelah pada pekan lalu menguat lebih dari 1%..
Perkembangan terkait Asia Kebakaran Hebat, Ringgit – Rupiah Paling Parah, 2 Negara Selamat akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Prabowo Terima Laporan Pengusaha: Konsumsi Naik Berkat MBG
- Coretax Masih Jadi Kendala, HIPMI dan Privy Bantu Pengusaha Benahi Dokumen Digital | Equityworld Futures