Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Era Baru Timur Tengah: Bikin Senjata Sendiri, Siap Tantang Amerika yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Sebagai contoh,, menargetkan pada 2030 separuh dari anggaran belanja senjatanya bisa dibelanjakan di dalam negeri sering terjadi ketika Arab Saudi,..
Kondisi geopolitik dunia justru membuat peluang ekspor semakin terbuka..
Saudi juga ingin menjadikan Saudi Arabian Military Industries (SAMI) sebagai salah satu dari 25 perusahaan pertahanan terbesar dunia berdasarkan pendapatan.
Bahkan dengan sekutu kuat, ditambah lagi dengan negara tetangga yang dekat, kemampuan untuk lebih mandiri dalam pertahanan tetap menjadi aset penting…
CEO EDGE, Hamad al-Marar, memperkirakan pendapatan perusahaan akan naik sekitar seperlima dalam dua tahun ke depan seiring penyelesaian berbagai pesanan tersebut..
Saat ini, EDGE bahkan sudah masuk dalam tiga besar produsen amunisi berpemandu presisi terbesar di dunia..
Justru, hampir tiga perempat dari produksinya diekspor ke berbagai negara di Amerika Latin, Afrika,. Di samping itu, Asia. juga perlu diperhatikan..
Berdasarkan data SIPRI, lembaga riset asal Swedia, pangsa UEA dalam impor senjata global turun menjadi 2,7% pada 2021-2025, dari 3,5% pada 2016-2020..
Sementara itu, Qatar juga memiliki ambisi serupa melalui Barzan Holdings, meski skalanya masih relatif kecil..
Bila melihat datan Timur Tengah memang masih menjadi salah satu pasar senjata terbesar di dunia..
Salah satunya adalah gangguan pasokan akibat tertahannya barang-barang di Selat Hormuz yang diblokir.
Dalam daftar importir terbesar dunia, dominasi Timur Tengah. Tak hanya itu, Afrika (MENA) juga masih sangat kuat. turut berperan penting..
Tujuannya jelas, untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan senjata dari Barat..
Di kawasan yang penuh gejolak. Tak hanya itu, dikelilingi banyak risiko keamanan, belanja militer menjadi salah satu kebutuhan utama turut berperan penting..
Namun, dalam laporannya SIPRI menulis kawasan ini hampir pasti tetap menjadi wilayah impor senjata yang besar, mengingat masih banyak pesanan yang belum dikirim..
Dengan EDGE, UEA kini memiliki modal besar untuk memperkuat posisinya sebagai pemain baru di industri pertahanan global..
Pada 2019, sekitar 25 perusahaan pertahanan Emirat digabungkan untuk membentuk EDGE Group, yang kemudian menjadi “jagoan nasional” di sektor pertahanan mereka..
Sejak berdiri, EDGE cukup agresif dalam memperluas bisnisnya.
Meski demikian, impor senjata ke Timur Tengah pada 2020-2024 sebenarnya turun 20% dibandingkan periode 2015-2019.
Sistem perang elektronik EDGE juga ikut bekerja.
Strateginya lebih terarah, yakni fokus pada sistem. Selain itu, komponen yang dianggap penting atau memiliki risiko gangguan rantai pasok…
Teknologi ini mampu mendeteksi rudal. Di samping itu, drone yang masuk, lalu mengaktifkan sistem pengacakan sinyal atau jamming dan pengecohan atau spoofing juga perlu diperhatikan..
Dari sisi pemasok, Amerika Serikat (AS) masih menjadi pemain utama di pasar Timur Tengah.
Empat dari 10 importir senjata terbesar dunia pada 2020-2024 berasal dari kawasan ini, yaitu Qatar di peringkat ketiga, Arab Saudi peringkat keempat, Mesir peringkat kedelapan,, ditambah lagi dengan Kuwait di posisi kesepuluh…
Jakarta, Equityworld Futures – Negara-negara kaya minyak di kawasan Teluk selama ini dikenal sebagai pembeli besar senjata dunia, terutama dari Amerika Serikat (AS).
SAMI sendiri memiliki sejumlah kerja sama, termasuk dengan Boeing, raksasa dirgantara asal AS.
Ambisi ini semakin kuat setelah perang dengan Iran yang dimulai pada awal 2026 ini.
Iran disebut lebih sering menyerang Emirat dibandingkan Arab Saudi atau Qatar..
Kini, perusahaan itu mulai semakin serius untuk menciptakan teknologi. Di samping itu, IP sendiri. juga perlu diperhatikan..
Namun sejauh ini, perusahaan milik negara tersebut masih lebih banyak memproduksi suku ca, ditambah lagi dengan g untuk jet tempur Amerika Serikat (AS) dan beberapa jenis kendaraan lapis baja…
Sementara itu, Afrika Utara menyumbang 2,2%.
Salah satu contoh produk EDGE di kategori ini adalah Desert Sting DS-25.
Bagi EDGE, kondisi ini membuat teknologinya kini sudah terbukti di me. Di samping itu, tempur juga perlu diperhatikan..
Selain itu, EDGE menjalin kemitraan dengan Rheinmetall asal Jerman di bi sekaligus g pertahanan udara…
Mengutip The Economist, para penguasa kaya di Teluk kini mulai membangun industri pertahanan mereka sendiri.
Tahun lalu, pendapatan perusahaan ini menembus US$5 miliar atau sekitar Rp 90,5 triliun, dengan margin keuntungan yang disebut “sehat”..
Namun, EDGE tidak hanya memproduksi senjata untuk pasar domestik.
Berdasarkan spesifikasinya, Desert Sting DS-25 memiliki bobot total 47 kilogram, dengan hulu ledak pre-fragmented seberat 24 kilogram..
Setelah itu disusul Italia 12%, Prancis 9,7%, sekaligus Jerman 7,6%..
Kemampuan pertahanan UEA yang terus berkembang juga terlihat dalam perang dengan Iran.
Pada Januari, EDGE menandatangani kesepakatan perusahaan patungan dengan Barzan dari Qatar.
Laporan terbaru Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) menunjukkan bahwa Timur Tengah menyumbang lebih dari seperempat atau tepatnya 27% dari total impor senjata global pada periode 2020-2024..
Pergerakan paling cepat terlihat di Uni Emirat Arab (UEA).
Hal ini disebabkan oleh produk mereka telah benar-benar diuji dalam situasi nyata., akibatnya Marar menyebut, perang memberi nilai tambah..
Tak heran, kawasan ini menyumbang sekitar seperlima dari total impor senjata global..
Contohnya, pesawat tempur atau drone. dapat dilihat pada Produk ini merupakan bagian dari keluarga Desert Sting, yakni senjata luncur berpemandu presisi yang dilepaskan dari platform udara,..
Perusahaan ini membeli saham mayoritas di sejumlah perusahaan asing.
Kekayaan dari minyak membuat negara-negara monarki Teluk mampu memborong berbagai alat pertahanan, mulai dari jet tempur hingga kapal perang..
// .
Meski begitu, langkah UEA dalam beberapa tahun terakhir untuk membangun industri pertahanan sendiri kini terlihat sebagai keputusan yang jauh ke depan.
Ekspansi EDGE ikut membuat porsi UEA dalam impor senjata global menurun.
Karena keterkaitan geografis, sejarah,, ditambah lagi dengan dinamika keamanan, kedua kawasan ini kerap dipandang sebagai satu wilayah besar yakni Middle East and North Africa (MENA)…
Pada Mei lalu, EDGE sepakat mengakuisisi 80% saham Costruzioni Motori Diesel, perusahaan pembuat mesin asal Italia..
Sebelumnya EDGE fokus memiliki hak kekayaan intelektual atau intellectual property/IP.
Pada November tahun lalu, EDGE juga membentuk perusahaan patungan dengan Anduril, perusahaan teknologi pertahanan AS yang se. Di samping itu, g berkembang pesat, untuk memproduksi drone bagi UEA dan sekutunya. juga perlu diperhatikan..
Sistem tersebut bekerja bersama dengan sistem antirudal balistik milik AS..
Angka ini naik dari sekitar seperempat saat ini..
Secara sederhana, senjata jenis ini dirancang agar bisa meluncur menuju target dengan tingkat akurasi tinggi.
Meski begitu, EDGE tidak berusaha memproduksi semua jenis senjata sendiri.
EDGE juga memiliki 51% saham dalam kerja sama dengan dua perusahaan Italia lainnya, yakni Leonardo di berbagai bi. Selain itu, g pertahanan dan Fincantieri di sektor galangan kapal..
Di saat yang sama, ambisi perusahaan juga terus meningkat.
Perusahaan ini juga telah memberikan lisensi teknologi kendaraannya kepada SAMI dari Arab Saudi..
Pejabat setempat menyebut sekitar 80% drone Shahed Iran yang datang berhasil ditangani oleh produk-produk buatan dalam negeri..
Menurut Marar, meningkatnya persaingan di kawasan tidak menghalangi ekspansi.
Nilai pesanan sekitar US$8 miliar membuat total pesanan yang belum diselesaikan EDGE naik menjadi lebih dari US$20 miliar..
Sekitar 50% impor senjata negara-negara MENA pada 2020-2024 berasal dari AS.
Kondisi ini berisiko menunda rencana produksi..
Perkembangan terkait Era Baru Timur Tengah: Bikin Senjata Sendiri, Siap Tantang Amerika akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equity World Trillium Surabaya – Berita Pasar 8 Juli 2025, Ancaman Tarif Trump Tekan Emas, Dolar Menguat
- Equityworld Futures Surabaya | Selera Anak Muda Berubah, Ganja Kini Lebih Menarik dari Alkohol