0 0
Read Time:7 Minute, 42 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait 5 Titik Krusial Rupiah dalam 2 Tahun: Bagaimana di Awal Era Prabowo? yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Dalam momentum tersebut, Bank Indonesia ikut mengambil langkah pelonggaran dengan memangkas BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 6,00% pada 18 September 2024..

Penguatan rupiah saat itu terjadi setelah tekanan dari isu tarif resiprokal Amerika Serikat mulai mereda.

Serangan itu menjadi serangan langsung pertama Iran ke wilayah Israel, ditambah lagi dengan meningkatkan kekhawatiran terhadap konflik yang lebih luas…

Rupiah tertekan 330 poin hanya dalam satu hari perdagangan, atau melemah sekitar 2,08%..

Tepatnya pada Senin (6/4/2026), rupiah ditutup melemah 0,24% ke level Rp17.030/US$.

Dari angka itu, AS kemudian menetapkan tarif resiprokal sebesar 32% untuk barang asal Indonesia, atau setengah dari angka yang diklaim sebagai hambatan dagang Indonesia terhadap AS..

April-Juni 2026: Rupiah Tembus Rp17.000, Lalu Rp18.000/US$.

Artinya, dalam waktu singkat, rupiah menguat sekitar 730 poin atau sekitar 4,52%.

Menariknya, penguatan rupiah tidak berhenti pada Agustus.

Contohnya, ini, investor biasanya cenderung mencari aset aman atau safe haven, salah satunya dolar AS. dapat dilihat pada Dalam situasi..

Tren positif tersebut berlanjut hingga September 2024.

Kondisi tersebut membuat investor kembali lebih berani masuk ke aset berisiko, termasuk aset negara berkembang..

Pada Kamis (4/6/2026), rupiah ditutup melemah 0,45% ke level Rp18.020/US$.

Penguatan ini menjadi salah satu fase rebound paling mencolok dalam dua tahun terakhir..

Pergerakan ini menjadi salah satu rebound terkuat rupiah dalam dua tahun terakhir..

Walaupun begitu, masih gagal, rupiah akhirnya resmi melewati level tersebut pada awal April 2026. masih terjadi meski Setelah beberapa kali mencoba menembus level psikologis Rp17.000/US$..

Namun, pelemahan rupiah ternyata semakin dalam.

Saat itu, pasar cukup yakin bahwa bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed), akan mulai melakukan pemangkasan suku bunga..

LPEM FEB UI mencatat inflasi utama Indonesia pada Agustus 2024 berada di 2,12% secara tahunan, sedikit turun dari 2,13% pada Juli 2024.

Keputusan BI ini juga sesuai dengan prakiraan inflasi yang tetap rendah, penguatan, ditambah lagi dengan stabilitas nilai tukar rupiah, serta upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi…

Walaupun Dalam skema tarif tersebut, AS menilai Indonesia seolah mengenakan hambatan dagang sebesar 64% terhadap produk AS, dengan perhitungan yang tidak hanya mencakup tarif,, juga hambatan non-tarif. Tak hanya itu, faktor lain. turut berperan penting. masih menjadi prioritas..

Puncaknya terjadi pada 25 September 2024, ketika rupiah mampu tampil perkasa hingga ke level Rp15.095/US$.

Artinya, sejak pertama kali menembus Rp17.000/US$ pada 6 April 2026 hingga berada di Rp18.025/US$ pada 5 Juni 2026, rupiah sudah melemah sekitar 995 poin atau sekitar 5,84%..

Jakarta, Equityworld Futures – Mata uang Garuda bergerak cukup volatil sejak 2024 atau dalam dua tahun terakhir.

Namun, hanya dalam beberapa hari perdagangan, mata uang Garuda berhasil menguat tajam ke posisi Rp15.430/US$ pada 20 Agustus 2024..

Ketegangan geopolitik tersebut membuat sentimen risiko global memburuk.

Meski Rupiah beberapa kali mampu menguat tajam terhadap dolar Amerika Serikat (AS),, namun di sisi lain juga berulang kali mengalami tekanan besar. tetap penting..

Di saat yang sama, investor global mulai kembali melirik aset berisiko, termasuk obligasi sekaligus saham di negara berkembang, misalnya Indonesia….

Artinya, rupiah tertekan 305 poin hanya dalam satu hari perdagangan, atau melemah sekitar 1,84%.

Sebelumnya, pada Jumat (3/4/2026), rupiah masih berada di posisi Rp16.990/US$..

8 April 2025: Rupiah Koreksi Hampir 2% di Awal Perang Dagang.

Pergerakan ini menjadi salah satu tekanan harian terbesar terhadap rupiah sepanjang 2025..

Periode ini juga menjadi momen penting bagi Indonesia terjadi karena resmi memasuki era baru di bawah Presiden PrabowoΒ Subianto pada 20 Oktober 2024…

Saat itu, rupiah melemah dari level Rp15.840/US$ pada 15 April 2024 terdorong naik hingga menembus level Rp16.170/US$ pada 16 April 2024.

Dalam periode tersebut, ada beberapa titik penting ketika rupiah berhasil bangkit cukup kuat, maupun saat mata uang Garuda melemah tajam hingga menembus level psikologis baru..

Momentum penguatan rupiah juga terjadi di tengah perubahan besar arah suku bunga global..

Posisi ini menjadi level terkuat rupiah sejak saat itu sampai sekarang atau dalam dua tahun terakhir..

Meski Tekanan terhadap rupiah pada periode ini tidak hanya datang dari faktor eksternal,, namun juga dari dalam negeri. tetap penting..

Salah satu titik pelemahan paling tajam rupiah terjadi pada 16 April 2024.

Tekanan terhadap rupiah saat itu tidak lepas dari akumulasi sentimen negatif global yang terbentuk ketika pasar Indonesia se, ditambah lagi dengan g libur panjang..

Pada Senin (28/4/2025), rupiah masih berada di posisi Rp16.850/US$.

Kondisi ini membuat pelaku pasar lebih sensitif terhadap arah belanja, pembiayaan, sekaligus kemampuan pemerintah menjaga ruang fiskal pada 2026…

Faktor utamanya datang dari pengumuman kebijakan tarif resiprokal oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 2 April 2025..

Hanya dalam kurun waktu kurang lebih dua bulan, mata uang Garuda kembali menembus level psikologis penting berikutnya, yakni Rp18.000/US$..

Dalam periode singkat tersebut, rupiah menguat sekitar 420 poin atau sekitar 2,49%.

Saat tensi geopolitik meningkat, investor biasanya cenderung mengurangi aset berisiko. Selain itu, masuk ke aset yang dianggap lebih aman, termasuk dolar AS…

Kebijakan tersebut diterapkan secara luas ke banyak negara.

Hal ini disebabkan oleh Timur Tengah merupakan kawasan penting bagi pasokan energi global, akibatnya Kekhawatiran pasar semakin besar..

Setelah berada di Rp16.430/US$ pada 2 Mei 2025, rupiah masih mampu bergerak lebih kuat hingga menyentuh area Rp16.100-an/US$ pada akhir Mei.

Kondisi inflasi yang rendah membuat stabilitas makro Indonesia terlihat lebih terjaga di mata pelaku pasar..

Dari dalam negeri, rupiah ditopang oleh masuknya aliran modal asing ke pasar keuangan domestik.

Tekanan tajam pada rupiah saat itu disebabkan oleh faktor eksternal, yakni akibat memanasnya geopolitik di Timur Tengah.

Dari sisi domestik, pasar semakin mencermati kondisi fiskal Indonesia, terutama setelah defisit APBN 2025 hampir menyentuh batas 3% terhadap PDB.

Pada bulan yang sama, The Fed kemudian benar-benar menurunkan suku bunga sebesar 50 basis poin ke kisaran 4,75%-5,00%..

Keputusan ini memberi sedikit ruang napas bagi pasar keuangan global.

Berikut Equityworld Futures telah merangkum lima titik penguatan, ditambah lagi dengan pelemahan rupiah dalam dua tahun terakhir yang menarik untuk dibahas…

Mengacu pada data, rupiah yang pada Senin (7/4/2025) masih berada di level Rp16.555/US$, langsung melemah tajam ke Rp16.860/US$ pada Selasa (8/4/2025).

Agustus-September 2024: Rupiah Bangkit di Era Awal Prabowo. Di samping itu, Pemangkasan Bunga The Fed juga perlu diperhatikan..

Perubahan arah kebijakan moneter global ini membuat dolar AS tidak sekuat sebelumnya.

Pelemahan masih berlanjut tipis pada Jumat (5/6/2026), ketika rupiah berada di posisi Rp18.025/US$..

Setelah sempat tertekan cukup dalam pada pertengahan 2024, rupiah mulai menunjukkan pemulihan yang kuat pada Agustus 2024.

Kondisi ini membuat mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, ikut berada di bawah tekanan..

Pada Selasa (8/4/2025), rupiah kembali menghadapi tekanan besar, tepat setelah pasar keuangan domestik kembali aktif usai libur panjang Hari Raya Idul Fitri..

Meski sempat tertekan tajam pada awal April 2025, rupiah kemudian menunjukkan perlawanan..

Rupiah bahkan sempat masuk ke area Rp15.100-an/US$ pada akhir September..

Sebelum kembali bergerak melemah setelahnya..

// .

Selain itu, inflasi domestik yang relatif terkendali ikut memberi ruang bagi rupiah untuk menguat.

Alasannya adalah konsistensi bauran kebijakan moneter BI, yang juga diikuti oleh masuknya aliran modal asing. sehingga berdampak pada Bank Indonesia saat itu menyebut penguatan rupiah terjadi…

Oleh sebab itu, pasar melihat ada ruang negosiasi sebelum kebijakan tersebut benar-benar diterapkan secara penuh. menjadi konsekuensi dari Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk menunda penerapan sebagian tarif resiprokal selama sekitar 90 hari,..

AS menetapkan tarif dasar atau baseline tariff sebesar 10% untuk impor dari berbagai negara, lalu mengenakan tarif tambahan yang lebih tinggi kepada negara-negara tertentu yang dianggap memiliki hambatan dagang besar terhadap produk AS..

Namun, pada Jumat (2/5/2025), rupiah berhasil menguat ke level Rp16.430/US$..

Iran meluncurkan serangan langsung ke Israel pada 13 April 2024 waktu setempat, menggunakan drone. Tak hanya itu, rudal turut berperan penting..

Meski Kekhawatiran terhadap perang dagang memang belum hilang,, namun tekanan jangka pendek mulai mereda tetap penting..

Pada 6 Agustus 2024, rupiah masih berada di level Rp16.160/US$..

Keberhasilan rupiah dalam mengungguli grenback pada kala itu tidak lepas dari faktor internal. Tak hanya itu, eksternal. turut berperan penting..

Sementara dari sisi eksternal, tekanan datang dari memanasnya perang antara Amerika Serikat. Tak hanya itu, Iran turut berperan penting..

Perkembangan terkait 5 Titik Krusial Rupiah dalam 2 Tahun: Bagaimana di Awal Era Prabowo? akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By