0 0
Read Time:5 Minute, 19 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Ini Perjalanan Rupiah dari Rp17.000 – Rp18.000, Ini Titik Krusialnya yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Mata uang Garuda justru membuka bulan Mei dengan tekanan yang masih besar..

Saat itu, rupiah sempat bergerak ke Rp17.730/US$, meski akhirnya ditutup di Rp17.695/US$..

Satu per satu level psikologis baru ditembus dalam waktu relatif singkat..

Pelemahan rupiah semakin dalam pada Senin (18/5/2026).

Dengan posisi tersebut, rupiah menutup April 2026 dalam kondisi sudah jauh berada di atas level Rp17.000/US$..

Rupiah sempat bergerak ke Rp17.525/US$ pada perdagangan intraday..

Meski demikian, rupiah belum ditutup di atas Rp17.500/US$ pada hari itu.

Dengan begitu, kenaikan BI Rate belum mampu menahan tekanan terhadap rupiah dalam jangka pendek.

Hanya sehari setelah menyentuh area Rp17.600/US$, rupiah kembali menembus level psikologis berikutnya di Rp17.700/US$..

Pelemahan ini sekaligus memperlihatkan betapa cepat tekanan terhadap rupiah terjadi dalam dua bulan terakhir..

Hal ini disebabkan oleh rupiah langsung melewati area Rp17.200/US$, ditambah lagi dengan mendekati Rp17.300/US$ dalam satu hari perdagangan., akibatnya Pergerakan hari itu menjadi salah satu lompatan besar…

Setelah level Rp17.000/US$ tertembus, tekanan terhadap rupiah terus berlanjut.

Menariknya, pelemahan lanjutan ini terjadi tidak lama setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25% pada Rabu (20/5/2026)..

Pada perdagangan tersebut, mata uang Garuda ditutup di level Rp17.730/US$..

Pada akhir perdagangan, rupiah ditutup di level Rp17.280/US$.

Memasuki Mei, tekanan terhadap rupiah berlanjut.

Setelah libur Idul Adha yang berlangsung pada Rabu-Kamis (27-28/5/2026), rupiah kembali mendapat tekanan besar.

Depresiasi rupiah kala itu juga tercatat menjadi pelemahan harian terdalam rupiah terahadap greenback di sepanjang 2026 ini..

Sebagai gambaran, rupiah di pasar spot pertama kali dalam sejarah menyentuh level Rp17.000/US$ secara intraday pada Rabu (1/4/2026).

Dalam perdagangan hari itu, rupiah sempat menyentuh Rp17.445/US$ sekaligus ditutup di Rp17.410/US$…

Adapun penutupan pertama rupiah di atas Rp17.700/US$ baru terjadi pada Senin (25/5/2026).

Tak butuh waktu lama, level Rp18.000/US$ akhirnya tertembus pada Kamis (4/6/2026) pagi..

Sepanjang perdagangan, tekanan kian membesar. Tak hanya itu, rupiah sempat bergerak hingga Rp17.885/US$ turut berperan penting..

Saat itu, rupiah berada di level Rp17.305/US$..

Level Rp17.500/US$ mulai tersentuh pada Selasa (12/5/2026).

Meski Rupiah bukan hanya menembus Rp17.200/US$,, namun juga sempat bergerak lebih jauh hingga Rp17.320/US$. tetap penting..

Pelemahan tersebut terjadi hanya dalam kurun waktu 59 hari kalender atau rupiah hanya membutuhkan kurang dari dua bulan untuk melemah sekitar Rp1.000/US$..

Pada akhir perdagangan, mata uang Garuda ditutup di Rp17.865/US$..

Pada Selasa (5/5/2026), rupiah menembus level Rp17.400/US$..

Pada hari itu, rupiah sempat bergerak ke level Rp17.105/US$..

Pada Rabu (3/6/2026), rupiah ditutup melemah tajam 0,62% ke posisi Rp17.940/US$..

Tak berselang lama, tepatnya pada Senin (6/4/2026), rupiah untuk pertama kalinya dalam sejarah ditutup di atas level Rp17.000/US$, yakni di posisi Rp17.030/US$..

Mata uang Garuda kini bahkan sudah menembus level psikologis baru di Rp18.000/US$..

Alasannya adalah untuk pertama kalinya di pasar spot menembus level psikologis tersebut. sehingga berdampak pada Ini kembali menjadi bersejarah bagi rupiah…

Masih pada Kamis (23/4/2026), rupiah juga sempat menyentuh area Rp17.300/US$ secara intraday, dengan posisi tertinggi harian di Rp17.320/US$..

Level ini menunjukkan pelemahan rupiah belum berhenti setelah April berakhir.

Level psikologis Rp17.900/US$ baru saja tertembus pada perdagangan kemarin, Rabu (4/6/2026).

Pada Jumat (29/5/2026), rupiah dibuka langsung anjlok ke level Rp17.800/US$..

// .

Bahkan rupiah ditutup pada posisi yang jauh lebih lemah yakni di level Rp17.940/US$..

Pelemahan pagi ini melanjutkan tekanan yang sudah terjadi pada perdagangan sebelumnya.

Namun, rupiah baru benar-benar ditutup di atas Rp17.300/US$ pada Kamis (30/4/2026).

Dengan posisi tersebut, rupiah resmi menembus level psikologis baru di pasar spot.

Jakarta, Equityworld Futures – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) makin hari semakin dalam.

Saat itu, rupiah ditutup di level Rp17.110/US$..

Artinya, sejak penutupan pertama di atas Rp17.000/US$ pada 6 April 2026 hingga rupiah menembus Rp18.040/US$ pada Kamis pagi ini, mata uang Garuda sudah terdepresiasi sekitar 6,12%..

Artinya, setelah pertama kali menutup perdagangan di atas Rp17.000/US$, rupiah hanya membutuhkan sekitar sepekan untuk naik ke area psikologis berikutnya..

Mata uang Garuda masih melanjutkan pelemahan. Selain itu, kembali mencetak level psikologis baru…

Dengan posisi tersebut, rupiah terus memperpanjang rentetan pelemahan yang dalam dua bulan terakhir semakin cepat menembus level-level psikologis baru..

Tekanan berikutnya terlihat pada Kamis (23/4/2026).

Level tersebut pertama kali tersentuh secara intraday pada Selasa (19/5/2026).

Mata uang Garuda mengakhiri perdagangan di level Rp17.490/US$, hanya sedikit di bawah batas psikologis tersebut..

Rupiah mulai menyentuh area Rp17.100/US$ secara intraday pada Selasa (7/4/2026).

Namun, penutupan pertama di atas Rp17.100/US$ baru terjadi pada Selasa (14/4/2026).

Melansir data Refinitiv, rupiah pada perdagangan Kamis (4/6/2026) per pukul 13.09 WIB WIB terpantau berada di posisi Rp18.042/US$ atau melemah 0,57%.

Pada hari itu, rupiah menembus Rp17.600/US$, sempat bergerak hingga Rp17.670/US$,. Tak hanya itu, ditutup di Rp17.640/US$. turut berperan penting..

Namun, saat itu rupiah baru menyentuh level tersebut secara intraday. .

Perkembangan terkait Ini Perjalanan Rupiah dari Rp17.000 – Rp18.000, Ini Titik Krusialnya akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By