0 0
Read Time:8 Minute, 30 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Riyal Tak Melemah 40 Tahun, Apa Rahasia Arab Saudi Jinakkan Dolar? yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Negara kehilangan potensi penerimaan, sementara pasokan dolar di pasar domestik tidak sebesar nilai ekspor yang terlihat di atas kertas..

Intervensi tidak digunakan untuk mengumpulkan ca. Tak hanya itu, gan devisa secara strategis atau untuk mengubah keputusan portofolio pelaku pasar turut berperan penting..

Melansir catatan BIS, SAMA terakhir kali melakukan intervensi langsung di pasar valuta asing pada 1998.

Dengan nilai tukar yang stabil, pemerintah lebih mudah menghitung penerimaan, belanja,. Tak hanya itu, kebutuhan fiskal. turut berperan penting..

Karena riyal dipatok ke dolar AS, arah suku bunga Arab Saudi banyak mengikuti kebijakan The Federal Reserve.

Dalam kasus Arab Saudi, pesan kebijakannya relatif jelas.

Hal ini disebabkan oleh Arab Saudi masih banyak mengandalkan impor untuk barang konsumsi. Di samping itu, kebutuhan modal., akibatnya Ini penting. juga perlu diperhatikan..

Indonesia juga merupakan eksportir besar komoditas, mulai dari batu bara, sawit, nikel, tembaga, hingga berbagai produk sumber daya alam lainnya.

Dalam underinvoicing, nilai ekspor yang dilaporkan bisa lebih rendah dari nilai sebenarnya.

Kebijakan patokan riyal terhadap dolar AS mulai menjadi jangkar dalam stabilitas mata uang Arab Saudi sejak pertengahan 1980-an..

Pada 2023, data dari pusat statistik Arab Saudi (GASTAT) mencatat jumlah jemaah haji mencapai sekitar 1,84 juta orang, terdiri dari 1,66 juta jemaah luar negeri sekaligus 184.130 jemaah domestik..

Jika The Fed menaikkan suku bunga, SAMA biasanya perlu ikut menyesuaikan agar tekanan terhadap riyal tidak membesar..

Ketika bank domestik membutuhkan dolar untuk transaksi perdagangan, pembayaran impor, atau kebutuhan keuangan lain, SAMA dapat menjual dolar kepada bank-bank tersebut dengan menerima riyal.Inilah yang membuat pasokan dolar di dalam negeri dapat dijaga.

Akibatnya, devisa hasil ekspor yang semestinya masuk ke dalam negeri menjadi tidak optimal.

Arab Saudi menjaga kredibilitas itu melalui tata kelola yang konsisten.

Jika berjalan efektif, kebijakan ini dapat membantu memastikan nilai ekspor yang dicatat lebih mendekati nilai transaksi sebenarnya.

Stabilitas riyal bukan terjadi tanpa sebab.

Khusus sektor haji. Tak hanya itu, umrah, Saudi menargetkan kedatangan lebih dari 20 juta jemaah umrah dari luar negeri pada 2026. turut berperan penting..

Sepanjang 1987-2026, kurs penutupan riyal hanya berada di kisaran 3,74 – 3,75 per dolar AS..

Intervensi juga tidak dilakukan sembarangan.

Pemerintah menargetkan kontribusi sektor pariwisata dapat naik hingga sekitar 10% terhadap PDB pada 2030..

Sektor ini menjadi salah satu penopang penting ekonomi nonmigas Saudi, sekaligus memberi efek berganda ke banyak sektor..

Dalam sistem kurs tetap, kredibilitas adalah segalanya.

// .

Strategi Arab Saudi dalam menjaga stabilitas riyal menarik dengan upaya Indonesia membenahi tata kelola ekspor melalui pembentukan PT. Selain itu, antara Sumber Daya Indonesia sebagai kanal ekspor satu pintu…

Rezim nilai tukar dipilih oleh SAMA melalui konsultasi dengan pemerintah.

Salah satu penyebabnya adalah praktik underinvoicing sekaligus transfer pricing…

Selain minyak, Arab Saudi juga memiliki sumber pemasukan besar lain dari sektor haji. Selain itu, umrah..

Ketika kebutuhan dolar meningkat, SAMA memiliki kemampuan untuk masuk, ditambah lagi dengan menjaga agar nilai tukar tetap berada di sekitar level patokan…

Saat itu muncul spekulasi bahwa riyal akan direvaluasi atau dibuat lebih kuat.

Setelah itu, SAMA akan mengkreditkan rekening pemerintah dalam bentuk riyal.

Jika bank sentral memberi pesan yang berubah-ubah, spekulasi bisa meningkat..

Ini penting terjadi karena pasar valuta asing sangat sensitif terhadap sinyal..

Namun, keputusan intervensi di pasar valas berada pada diskresi SAMA, selama masih sesuai dengan rezim nilai tukar yang berlaku..

Dengan begitu, bank sentral Saudi memiliki amunisi untuk memenuhi kebutuhan valuta asing di dalam negeri sekaligus menjaga kepercayaan pasar…

Namun, kebijakan mengunci riyal terhadap dolar AS juga memiliki konsekuensi, yakni arah suku bunga SAMA harus terus bergerak sejalan dengan suku bunga The Fed agar tekanan terhadap nilai tukar riyal tidak membesar..

Harga minyak tetap ditentukan di pasar global dalam dolar AS.

Sebagian besar transaksi minyak dunia menggunakan dolar AS, sehingga berdampak pada perubahan nilai tukar riyal tidak banyak memengaruhi daya saing ekspor minyak Saudi…

Peran bank sentral Arab Saudi, yakni Saudi Arabian Monetary Agency (SAMA) menjadi pembeda..

Kepercayaan inilah yang membuat tekanan spekulatif terhadap riyal lebih mudah diredam..

Pasar harus percaya bahwa bank sentral punya kemampuan, ditambah lagi dengan kemauan untuk mempertahankan nilai tukar…

Nilainya dijaga secara aktif oleh otoritas moneter Arab Saudi..

Intervensi itu dilakukan di pasar forward, terjadi karena spekulasi terhadap riyal biasanya muncul di pasar forward…

Karena itu, mulai 1987, data pergerakan riyal terlihat sangat stabil dari tahun ke tahun..

Mengutip BIS, intervensi SAMA bersifat sesekali, ditambah lagi dengan bertujuan menjaga stabilitas nilai tukar serta stabilitas sistem keuangan…

Dalam periode tersebut, riyal hanya bergerak di rentang 3,68-3,79 per dolar AS..

Dengan kata lain, intervensi dilakukan untuk menjaga stabilitas, bukan untuk mengirim sinyal perubahan arah kebijakan..

Di bawah agenda Vision 2030, Arab Saudi juga ingin menjadikan pariwisata sebagai kontributor terbesar kedua bagi ekonomi setelah minyak.

Melansir data Refinitiv, sejak 1987 hingga 2026 atau hampir 40 tahun, nilai tukar riyal Arab Saudi bergerak sangat stabil di sekitar level 3,75 riyal per dolar AS.

Namun, tekanan tersebut tidak membuat Arab Saudi meninggalkan sistem kurs tetapnya..

Dengan posisi tersebut, SAMA memiliki peran besar dalam memenuhi kebutuhan valuta asing, baik untuk sektor publik maupun swasta..

Sementara melalui transfer pricing, keuntungan dari transaksi antarperusahaan dalam satu grup bisa lebih banyak tercatat di luar negeri..

Namun, ada satu pelajaran penting yang bisa diambil, yakni stabilitas mata uang tidak hanya ditentukan oleh besarnya ekspor,. Akan tetapi juga oleh seberapa baik devisa hasil ekspor masuk. Tak hanya itu, dikelola di dalam negeri. turut berperan penting. tidak boleh diabaikan..

Kurs tetap juga memberi kepastian bagi anggaran negara.

Pada periode itu, SAMA menangani spekulasi dengan menegaskan kembali komitmennya menjaga patokan riyal, tanpa perlu melakukan intervensi aktual di pasar valas..

Karena komitmen itu berlangsung lama, pasar menjadi percaya.

Semakin besar jumlah jemaah yang datang, semakin besar pula perputaran uang di dalam negeri..

Selain itu, stabilitas kurs membantu menjaga harga barang impor.

BIS mencatat, penerbitan mata uang Arab Saudi didukung oleh prinsip 100% currency backing by foreign exchange reserves,. Akibatnya, uang yang beredar tidak boleh melebihi aset valuta asing yang dimiliki…

Penerimaan minyak masuk dalam dolar AS, sementara belanja pemerintah dilakukan dalam riyal.

Alasan utamanya adalah struktur ekonomi Arab Saudi yang sangat bergantung pada minyak.

Artinya, dalam hampir 40 tahun, riyal praktis tidak mengalami gejolak besar terhadap dolar AS..

Mengutip Bank for International Settlements (BIS), Arab Saudi menerapkan sistem nilai tukar tetap atau fixed exchange rate terhadap dolar AS..

Jakarta, Equityworld Futures – Riyal Arab Saudi menjadi salah satu mata uang paling stabil di dunia terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Riyal dijaga di sekitar 3,75 per dolar AS, sekaligus SAMA berulang kali menunjukkan komitmen untuk mempertahankan sistem tersebut…

Kondisi ini sangat berbeda dibandingkan banyak mata uang negara lain, termasuk negara berkembang, yang kerap melemah atau menguat tajam mengikuti sentimen global, arus modal asing, inflasi, suku bunga, hingga kondisi neraca perdagangan..

Sementara pada 2019, Arab Saudi disebut memperoleh sekitar US miliar dari kedatangan 2,5 juta jemaah haji ke Makkah. Di samping itu, Madinah. juga perlu diperhatikan..

Walaupun Dampaknya tidak hanya datang dari visa atau layanan ibadah,, juga dari hotel, transportasi, makanan. Tak hanya itu, minuman, ritel, tenaga kerja, hingga pariwisata turut berperan penting. masih menjadi prioritas..

Pemicunya adalah kondisi neraca pembayaran. Selain itu, fiskal Arab Saudi yang kuat, dolar AS yang melemah, serta inflasi domestik yang meningkat..

Hal ini disebabkan oleh Arab Saudi terus mendorong diversifikasi ekonomi, akibatnya Peran haji. Di samping itu, umrah penting. juga perlu diperhatikan..

Arab Saudi bisa menjaga riyal terjadi karena devisa dari ekspor minyak masuk ke sistem resmi sekaligus menjadi sumber utama pasokan dolar…

Hasil ekspor minyak tersebut masuk dalam bentuk dolar AS. Selain itu, ditempatkan melalui sistem keuangan yang dikelola SAMA…

Artinya, stabilitas ekonomi, ditambah lagi dengan devisa Arab Saudi tidak hanya bertumpu pada minyak..

Bahkan jika melihat posisi penutupan tahunannya, pergerakan riyal jauh lebih sempit.

Dalam anggaran 2026, sektor pariwisata Saudi ditargetkan mencatat total belanja pariwisata sebesar SAR 351 miliar.

// .

Haji. Selain itu, umrah juga menjadi sumber pemasukan penting yang memperkuat ekonomi nonmigas, menciptakan lapangan kerja, dan menjaga aliran devisa masuk ke negara tersebut…

Dengan sistem ini, riyal tidak dibiarkan bergerak bebas mengikuti pasar.

Namun, besarnya nilai ekspor tidak selalu langsung terasa pada penguatan rupiah..

Arab Saudi memperoleh pendapatan valuta asing terutama dari ekspor minyak.

Saat banyak mata uang global bergerak naik turun melawan greenback, riyal justru nyaris tidak berubah selama hampir empat dekade terakhir..

Kekuatan sistem ini juga ditopang ca. Tak hanya itu, gan devisa besar turut berperan penting..

Pada 2007-2008, kondisinya justru berbalik.

Dengan sistem yang lebih terpusat, pemerintah dapat memperkuat pengawasan terhadap harga, volume, kontrak,. Selain itu, aliran devisa hasil ekspor…

Sejak Juni 1986, riyal dipatok di sekitar 3,75 per dolar AS.

Berbeda dengan negara eksportir manufaktur, pelemahan mata uang tidak otomatis membuat ekspor minyak Arab Saudi lebih kompetitif.

Dalam konteks ini, ekspor satu pintu melalui, ditambah lagi dengan antara dapat dilihat sebagai upaya memperbaiki tata kelola ekspor sumber daya alam..

Namun, SAMA tetap mempertahankan kurs tetap..

Spekulasi terhadap riyal pernah terjadi pada 1990-an awal, terutama ketika harga minyak se. Di samping itu, g lemah dan cadangan devisa Arab Saudi menurun juga perlu diperhatikan..

Karena itu, menjaga kurs tetap terhadap dolar menjadi pilihan yang lebih rasional..

Devisa hasil ekspor juga berpeluang lebih optimal masuk ke sistem keuangan domestik,. Akibatnya, dapat memberi dukungan lebih nyata bagi stabilitas rupiah…

Riyal Saudi dipatok terhadap dolar AS, sementara rupiah bergerak lebih fleksibel mengikuti pasar..

Perkembangan terkait Riyal Tak Melemah 40 Tahun, Apa Rahasia Arab Saudi Jinakkan Dolar? akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By