Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Mata Uang Asia Ambruk Berjamaah: Won-Rupiah Jatuh, 2 Negara Selamat yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Meski penguatannya terbatas, DXY masih bertahan di atas level 99..
Setelah itu, perhatian pasar akan tertuju pada data tenaga kerja bulanan AS pada Jumat, yang dapat memberi gambaran lebih jelas mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed..
Dolar Singapura terkoreksi 0,05% ke posisi SGD1,287/US$, yen Jepang melemah 0,03% ke posisi JPY159,7/US$, sementara peso Filipina turun tipis 0,01% ke posisi PHP61,734/US$..
Mata uang Garuda melemah 0,14% ke posisi Rp17.890/US$.
Pada Senin kemarin, media Iran melaporkan bahwa Teheran telah menangguhkan komunikasi dengan Washington sebagai respons atas serangan Israel di Lebanon.
Bagi mata uang Asia, kombinasi ketidakpastian geopolitik, risiko inflasi energi,. Tak hanya itu, ekspektasi suku bunga AS membuat ruang penguatan masih terbatas. turut berperan penting..
Oleh sebab itu, pasar masih mencermati risiko inflasi dan arah suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed). turut berperan penting. menjadi konsekuensi dari Hal ini terjadi setelah negosiasi damai antara AS. Tak hanya itu, Iran kembali tersendat,..
Pelemahan rupiah terjadi sejalan dengan mayoritas mata uang Asia lainnya.
Kini, investor menunggu rilis data lowongan kerja JOLTS AS pada Selasa waktu setempat.
Dong Vietnam juga melemah 0,26% ke posisi VND26.334/US$, disusul won Korea Selatan yang turun 0,21% ke posisi KRW1.516,4/US$..
Bahkan, pelaku pasar mulai memperhitungkan kembali kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed sebelum akhir tahun..
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) terpantau naik tipis 0,01% ke posisi 99,208 pada waktu yang sama.
Tekanan terjadi seiring indeks dolar AS yang masih bertahan di atas level 99..
Posisi ini membuat rupiah semakin mendekati level psikologis Rp17.900/US$..
Namun, pasar masih berhati-hati terjadi karena kenaikan inflasi yang dipicu harga energi dapat membuat The Fed tetap bersikap ketat..
Trump juga menyebut nota kesepahaman dengan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz berpotensi tercapai dalam sepekan ke depan..
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan masih berlangsung.
Dolar AS masih mendapat dukungan dari permintaan aset aman atau safe haven.
Merujuk data Refinitiv per pukul 09.15 WIB, dari sembilan mata uang Asia, sebanyak tujuh mata uang melemah terhadap dolar AS, sementara dua lainnya menguat..
Dolar Taiwan menjadi mata uang dengan tekanan terdalam setelah melemah 0,35% ke posisi TWD31,395/US$..
Jakarta, Equityworld Futures – Mayoritas mata uang Asia melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (2/6/2026).
// .
Namun, tidak semua mata uang Asia berada di zona merah.
Baht Thailand menguat 0,25% ke posisi THB32,57/US$, sementara yuan China naik tipis 0,03% ke posisi CNY6,7631/US$..
Rupiah menjadi salah satu mata uang yang masih tertekan.
Perkembangan terkait Mata Uang Asia Ambruk Berjamaah: Won-Rupiah Jatuh, 2 Negara Selamat akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- 10 Sektor Pekerjaan dengan Gaji Tertinggi di RI per November 2025
- Beda Jabatan Pemimpin Tertinggi vs Presiden Iran, Mana Lebih Berkuasa? | Equityworld Futures