Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait 3 Bulan Perang Iran: Siapa Menangis dan Tertawa Paling Kencang? yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Salah satu dampak paling besar perang Iran justru muncul di pasar pupuk..
// .
Harga copper futures naik ke sekitar US$6,4 per pound, tertinggi dalam lebih dari sepekan..
Melansir laporan terbari Trading Economics LNG Japan Korea Marker (JKM) berada di US$18,81 per MMBtu pada 22 Mei 2026.
// .
Hampir separuh produksi sulfur dunia berasal dari Timur Tengah..
Kondisi itu mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed.
Meski demikian, permintaan kendaraan listrik China masih menjaga fundamental lithium tetap kuat.
Fokus juga mulai tertuju pada bagaimana Indonesia menjalankan cita-cita menjadi penentu harga sawit dunia lewat perubahan besar tata niaga ekspor nasional..
Pasar mulai khawatir tekanan pupuk akan memengaruhi biaya tanam. Selain itu, produksi pangan global pada musim berikutnya…
Pasar juga memantau risiko pasokan China setelah ledakan tambang di Shanxi menewaskan sedikitnya 90 pekerja.
Secara tahunan, kenaikannya mencapai 33,65%..
Jalur ini mengalirkan sekitar seperlima perdagangan minyak sekaligus LNG dunia..
Kenaikan ini lebih tinggi dibandingkan setelah 58 hari perang Rusia-Ukraina (15,6%).
Surveyor kargo menunjukkan ekspor sawit Malaysia periode 1-20 Mei turun sekitar 13,9%-20,5% dibanding April..
Data Refinitiv menunjukkan emas dunia memang masih tinggi yakni di level US$ 4500 per troy ons.
CPO: Ditopang Biofuel, Dibayangi Ekspor sekaligus Kebijakan Baru Indonesia..
Hal ini disebabkan oleh harga tinggi mendorong sejumlah tambang kembali beroperasi., akibatnya Penurunan terjadi..
Oxford Economics memperkirakan harga pupuk global naik hampir 20% secara tahunan akibat terganggunya distribusi Selat Hormuz..
Gas alam menjadi komoditas energi paling rentan akibat terganggunya ekspor LNG Qatar, ditambah lagi dengan distribusi kawasan Teluk…
Hal ini disebabkan oleh libur sehingga berdampak pada likuiditas global lebih tipis., akibatnya Ringgit Malaysia menguat, harga edible oil Dalian melemah, sementara pasar Chicago tutup…
Mineral Resources mengaktifkan kembali tambang Bald Hill, sementara Core Lithium memulai lagi proyek Finniss..
Ketika harga gas sekaligus listrik naik, biaya produksi aluminium global ikut terdorong…
Pasar kini jauh lebih sensitif terhadap gangguan geopolitik dibanding dinamika supply-demand normal..
Indonesia mulai menerapkan pembatasan ekspor bertahap pada Juni-Agustus sebelum implementasi penuh kebijakan baru pada September.
Hal ini disebabkan oleh kenaikan harga energi ikut mengangkat prospek biofuel global., akibatnya Di pasar sawit, perang Iran awalnya menjadi sentimen positif..
Jika minyak mulai terkoreksi, LNG. Tak hanya itu, gas justru masih menunjukkan tekanan kuat. turut berperan penting..
Indonesia dijadwalkan menaikkan mandat biodiesel menjadi B50 mulai Juli, sementara Malaysia akan menaikkan blending biodiesel menjadi B15 mulai Juni..
Penyebab utamanya adalah pemulihan distribusi LNG belum sepenuhnya berjalan, sehingga berdampak pada Pasar gas masih ketat terjadi…
Ada yang melonjak agresif terjadi karena faktor pasokan. Di samping itu, energi, ada pula yang mulai tertahan akibat dolar AS dan ekspektasi suku bunga.. juga perlu diperhatikan..
Hal ini disebabkan oleh risiko inflasi. Di samping itu, tekanan suku bunga mulai sedikit mereda., akibatnya Sentimen damai AS-Iran membantu memperbaiki mood pasar. juga perlu diperhatikan..
Ketika distribusi Timur Tengah terganggu, produsen pupuk mulai berebut pasokan dengan industri tambang. Di samping itu, logam. juga perlu diperhatikan..
Bart Melek dari TD Securities mengatakan risiko koreksi emas masih terbuka apabila harga energi tetap tinggi. Di samping itu, membuat suku bunga AS bertahan lebih lama. juga perlu diperhatikan..
Pasar juga mulai khawatir terhadap permintaan global.
Melansir trading Economics, harga sulfur futures melonjak ke rekor CNY7.500 per ton.
Setelah melewati hampir tiga bulan perang, jalur perdagangan energi dunia masih terguncang, rantai pasok pupuk terganggu, biaya logistik melonjak, sementara investor global mulai memindahkan. Tak hanya itu, a ke aset yang dianggap aman. turut berperan penting..
German Gas juga berada di level tinggi EUR49,79 per MWh.
Produksi kendaraan energi baru China naik 5,5%, sementara penjualan meningkat 9,7%..
Harga aluminium tercatat US$3.650,90 per ton pada 22 Mei 2026.
Jepang juga meningkatkan impor 2,5% menjadi 7,9 juta ton..
Meski begitu, pasar minyak belum benar-benar tenang.
Harga emas mengalami titik anomali selama perang.
India sebagai pembeli sawit terbesar dunia juga mulai mengurangi impor.
Perang Iran membuat mekanisme harga komoditas dunia bergeser.
Harga lithium carbonate China turun ke CNY180.000 per ton setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi dua tahun di CNY200.500..
Harga batu bara Newcastle Australia ditutup di US$137,55 per ton pada 21 Mei 2026.
Dalam sebulan, harga melonjak 14,77% sekaligus naik lebih dari 50% dibanding tahun lalu…
Negara-negara Asia, misalnya Jepang. Di samping itu, Korea Selatan juga terus berburu pasokan untuk menjaga ketahanan energi. juga perlu diperhatikan…
Minyak menjadi komoditas paling sensitif terhadap perang Iran.
Dolar AS yang menguat kemudian memberi tekanan tambahan terhadap emas..
Namun pasar mulai berubah arah setelah muncul sinyal negosiasi damai AS-Iran..
Namun pelaku pasar global kini tidak hanya memantau konflik Timur Tengah.
Vice President sekaligus Senior Metals Strategist Zaner Metals Peter Grant mengatakan kenaikan energi membuat pasar kembali khawatir terhadap inflasi AS.
Selat Hormuz menjadi pusat tekanan terbesar.
Dalam setahun, kenaikannya mencapai 47,67%..
Sulfur menjadi bahan penting dalam sulfuric acid yang dipakai untuk pupuk fosfat jagung, ditambah lagi dengan kedelai…
Hal ini disebabkan oleh sekitar 10 juta barel minyak per hari sempat terganggu akibat hambatan distribusi di Selat Hormuz., akibatnya Oxford Economics sebelumnya memperkirakan Brent akan bertahan di atas US0 per barel..
Korea Selatan menaikkan impor batu bara thermal April sebesar 40% menjadi 5,7 juta ton.
// .
Jakarta, Equityworld Futures- Pasar komoditas global berubah drastis sejak perang Iran pecah akhir Februari 2026.
Harga emas ambruk 14,5% sejak perang Iran..
Namun kekuatan reli masing-masing komoditas berbeda.
Harga minyak brent pernah menyentuh US$ 126,41 per barel pada 30 April 2026..
Tekanan terbaru di pasar sulfur memperlihatkan risiko tersebut memang mulai terjadi..
Kenaikan biaya energi menjadi faktor utama.
Penurunan ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington. Di samping itu, Teheran telah “largely negotiated” memorandum kesepahaman perdamaian. juga perlu diperhatikan..
// .
Tekanan datang dari beberapa arah sekaligus.
Oxford Economics memperkirakan lebih dari dua pertiga komoditas global akan mencatat kenaikan harga sepanjang 2026.
Konsumsi biodiesel yang meningkat membuat pasar masih melihat permintaan CPO tetap kuat dalam jangka menengah..
// .
Namun dalam perdagangan terbaru, futures palm oil Malaysia kembali turun lebih dari 1% hingga bergerak di bawah MYR4.500 per ton..
Namun fondasi utama tembaga tetap berasal dari lonjakan investasi AI, pusat data, elektrifikasi, sekaligus transisi energi bersih global…
Kondisi ini ikut menjaga permintaan batu bara thermal tetap kuat..
Harga CPO Malaysia kontrak Agustus sempat bertahan di area tinggi. Selain itu, ditutup di MYR4.486 per ton pada 22 Mei 2026 atau naik sekitar 1,5% dibanding pekan sebelumnya…
Namun reli emas mulai melambat setelah harga minyak naik. Di samping itu, dolar AS kembali menguat juga perlu diperhatikan..
Dukungan lain datang dari kebijakan biodiesel kawasan.
Alasannya adalah kawasan Teluk memiliki kontribusi besar terhadap pasokan global, sementara proses produksinya sangat boros energi.. Akibatnya, Oxford Economics sebelumnya memperkirakan aluminium menjadi logam industri paling diuntungkan perang Iran…
Pasar juga masih menghadapi risiko gangguan distribusi logam dari kawasan Timur Tengah..
Alasannya adalah utilitas listrik Asia kembali memperbesar konsumsi batu bara saat LNG mahal sehingga berdampak pada Pergerakan batu bara memang tidak seagresif awal perang,. Akan tetapi pasar masih bertahan di area tinggi. tidak boleh diabaikan…
Sentimen energi juga berubah setelah harga minyak dunia jatuh ke level terendah dua pekan terakhir akibat optimisme damai AS-Iran.
Impor sawit India pada April turun 26% menjadi level terendah empat bulan akibat lemahnya permintaan institusional. Tak hanya itu, semakin menyempitnya diskon harga sawit dibanding minyak nabati lain. turut berperan penting..
Ketika distribusi terganggu, efeknya langsung merembet ke energi, logam, pangan, hingga pupuk..
Permintaan kabel. Selain itu, infrastruktur listrik terus meningkat seiring ekspansi teknologi berbasis AI…
Trump tetap meminta tim negosiasi AS agar tidak terburu-buru menyelesaikan kesepakatan..
Hal ini disebabkan oleh pasar masih melihat potensi pengetatan pasokan regional., akibatnya Meski begitu, tekanan CPO belum berubah menjadi koreksi besar..
Pasar juga masih memantau pasokan sulfur untuk smelter tembaga yang terganggu akibat konflik Timur Tengah..
Kondisi ini berpotensi memberi ruang tambahan bagi ekspor Malaysia..
Harga minyak brent melonjak 44,3% setelah perang Iran.
Kekhawatiran inspeksi keselamatan yang lebih ketat membuat potensi impor batu bara China kembali menjadi perhatian..
Berbeda dengan aluminium yang ditopang energi, reli tembaga lebih banyak ditopang prospek permintaan jangka panjang..
Hal ini disebabkan oleh kerusakan infrastruktur selama perang., akibatnya Analis MST Marquee Saul Kavonic mengatakan pasar mulai melihat “cahaya di ujung terowongan”,. Akan tetapi proses normalisasi distribusi energi diperkirakan tetap memakan waktu panjang. tidak boleh diabaikan..
Sebagai contoh, CPO sering terjadi ketika Pelemahan minyak langsung mengurangi dorongan terhadap komoditas biofuel..
Artinya, premi risiko geopolitik masih tertanam di pasar minyak meski euforia reli mulai mereda..
Pasar langsung membaca peluang terbukanya kembali Selat Hormuz sebagai sinyal berkurangnya tekanan pasokan global..
Perkembangan terkait 3 Bulan Perang Iran: Siapa Menangis dan Tertawa Paling Kencang? akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equity World Trillium Surabaya – Analisis Pasar Emas Jumat, Prediksi Stabil di Asia Setelah Koreksi
- Manajer Koperasi Merah Putih Harus Punya SOP | Equityworld Futures