Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait 20 Tahun Rekor Terburuk! IHSG Jadi Bursa Saham Paling Lemah di Dunia yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Keputusan Bank Indonesia yang mengerek suku bunga secara agresif yakni 50 Bps menjadi 5,25% pada Kamis pekan ini juga ikut menekan IHSG.
Artinya, IHSG sudah jatuh dua pekan beruntun..
// .
Sementara volume transaksi naik 2,5% menjadi 36,67 miliar saham, meski frekuensi transaksi turun 6,5% menjadi 2,4 juta kali transaksi..
Selain ba sekaligus ekspor, pelaku pasar juga was-was dengan harga minyak yang juga tak kunjung turun sehingga berdampak pada bisa mendongrak inflasi….
Pelemahan sebesar ini membuat IHSG menjadi indeks terburuk di seluruh dunia..
Jatuhnya IHSG selama delapan hari ini belum pernah terjadi sejak Agustus 2005 atau lebih dari 20 tahun terakhir.
Namun, penguatan ini tidak menutup ambruknay bursa saham Indonesia..
Sepanjang tahun ini, asing juga sudah mencatat net sell sebesar Rp 37,5 triliun..
// .
IHSG bahkan mencetak sejumlah rekor buruk..
Pekan lalu, rata-rata nilai transaksi harian melonjak 16% menjadi Rp21,8 triliun.
Kondisi ini mengindikasikan aksi jual besar-besaran masih mendominasi pasar modal domestik..
// .
Salah satu sentimen yang menjadi perhatian pelaku pasar adalah kebijakan pemerintah terkait sentralisasi ekspor komoditas strategis melalui PT. Selain itu, antara Sumberdaya Indonesia (DSI) mulai 1 Januari 2027…
Kondisi ini mengindikasikan aksi jual besar-besaran masih mendominasi pasar modal domestik..
Jika dihitung sepanjang tahun ini, market cap IHSG sudah menguap Rp 5.214 triliun..
// .
“Faktor-faktor ini menciptakan ketidakpastian penurunan yang lebih besar terhadap peringkat Indonesia,” tulis S&P dikutip Reuters.
Penyebab utamanya adalah deretan sentimen negatif, mulai dari rebalancing MSCI hingga kebijakan pemerintah membentuk BUMN ekspor Tunggal., sehingga berdampak pada IHSG menghadapi tekanan hebat pekan ini terjadi…
Di sisi lain, di sisi lain juga berisiko memunculkan distorsi pasar, ditambah lagi dengan membebani psikologi investor. justru terjadi walaupun Senada, Moody’s menilai kebijakan ini memang bisa membantu memperkuat aliran devisa masuk,…
Sementara volume transaksi naik 2,5% menjadi 36,67 miliar saham, meski frekuensi transaksi turun 6,5% menjadi 2,4 juta kali transaksi..
Pada perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (22/5/2026), IHSG memang berkahir menguat 1,10% ke 6162,05.
Dengan suku bunga lebih tinggi maka ekonomi domestik bisa semakin tertekan.
Sepanjang tahun ini, IHSG sudah ambruk 28,74%.
Rencana sentralisasi ekspor ini mulai mendapat sorotan tajam dari lembaga pemeringkat global..
Pekan lalu, rata-rata nilai transaksi harian melonjak 16% menjadi Rp21,8 triliun.
IHSG ambruk delapan bari beruntun pada 5-21 Mei 2026 dengan total pelemahan 15,04%.
Bahkan, selama pandemi Covid-19, IHSG hanya pernah jatuh beruntun paling lama selama tujuh hari yakni pada awal pandemi di akhir Februari 2020. Selain itu, awal Januari 2021…
S&P Global Ratings memperingatkan kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan risiko terhadap ekspor, penerimaan negara, hingga neraca pembayaran Indonesia..
Jika menghitung dari titik tertinggi sepanjang masa yakni pada 19 Januari 2026 (9133,87), IHSG sudah ambruk 32,5% sementara market cap sudah menguap Rp 6.005 triliun..
Jakarta, Equityworld Futures – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) babak belur pada pekan ini.
S&P juga menilai perubahan aturan yang terlalu besar dapat mengganggu kepercayaan pelaku usaha serta menekan sentimen investasi..
Perkembangan terkait 20 Tahun Rekor Terburuk! IHSG Jadi Bursa Saham Paling Lemah di Dunia akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Pertamina Siagakan Motoris di Titik Potensi Macet | Equityworld Futures
- 10 Aplikasi Investasi Jangka Pendek Terbaik 2026