0 0
Read Time:2 Minute, 56 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Harga Emas Jatuh Hampir 2%, Ancaman Terberat Belum Tamat yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Selasa (19/5/2026) ditutup di US$4481,28 per troy ons atau melemah 1,9%..

Keduanya meningkat terjadi karena investor menanti kemungkinan Fed mengambil kebijakan hawkish untuk menahan inflasi yang terdorong kenaikan energi…

Pada Selasa (20/5/2026) pukul 06.38 WIB, harga perak ada di posisi US$73,85 per troy ons atau menanjak 0,2%.

Harga penutupan kemarin juga menjadi yang terendah sejak 5 Mei 2026 atau lebih dari dua pekan terakhir..

“Begitu tekanan terkait energi mulai mereda, permintaan dari bank sentral mungkin kembali menjadi pendorong utama.”.

Harga penutupan kemarin juga menjadi yang terendah sejak 27 Maret 2026 atau lebih dari tiga pekan terakhir..

Para pelaku pasar kini menanti risalah rapat kebijakan Fed terbaru, yang dijadwalkan rilis Rabu..

“Kita melihat kenaikan suku bunga riil di banyak negara,. Selain itu, itu sangat membebani emas..

// .

Pasar kini melihat ruang yang sangat terbatas untuk pemangkasan suku bunga sepanjang 2026, dengan ekspektasi bergeser ke arah tidak ada perubahan atau pengetatan suku bunga di akhir tahun..

Pada Selasa (20/5/2026) pukul 06.30 WIB, harga emas ada di posisi US$4485,79 per troy ons atau menanjak 0,1%.

// .

Pelemahan ini berbanding terbalik dengan penguatan 0,6% pada Senin..

Meskipun emas dikenal sebagai lindung nilai terhadap inflasi, biasanya emas tertekan di lingkungan suku bunga tinggi..

Inflasi yang meningkat memaksa bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi untuk menekan tekanan harga..

“Meski kasus investasi struktural untuk emas tetap kuat, perkembangan makro jangka pendek menciptakan latar belakang yang lebih menantang bagi harga,” tulis Ole Hansen, kepala strategi komoditas di Saxo Bank..

Dolar yang lebih kuat juga menjadi faktor negatif,” ujar Edward Meir, analis di Marex, kepada Refinitiv. .

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun (US10YT=RR) berada di dekat level tertinggi lebih dari satu tahun, sementara dolar AS menguat.

Merujuk Refinitiv, harga perak pada perdagangan Selasa (19/5/2026) ditutup di US$73,83 per troy ons atau ambruk 4,95%..

Imbal hasil obligasi yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan bunga, sementara dolar yang lebih kuat membuat komoditas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain..

Hal ini disebabkan oleh dolar AS yang menguat, ditambah lagi dengan kekhawatiran inflasi yang terus berlanjut membuat ekspektasi kenaikan suku bunga serta imbal hasil obligasi tetap tinggi., akibatnya Jakarta, Equityworld Futures – Harga emas turun lebih dari 1%…

Hal ini disebabkan oleh melonjaknya biaya energi, akibatnya Harga minyak mentah Brent tetap tinggi akibat kekhawatiran pasokan, memperkuat kekhawatiran inflasi global..

Perkembangan terkait Harga Emas Jatuh Hampir 2%, Ancaman Terberat Belum Tamat akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By