Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Rupiah Sudah Tak Tertolong, BI Rate Diramal Naik Mulai Besok yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Dari 15 lembaga/institusi yang berpartisipasi, sebanyak sembilan lembaga memperkirakan Bank Indonesia akan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,00%.
Jika ditarik lebih jauh sejak awal tahun atau secara year to date (ytd), rupiah telah melemah 6,36% terhadap dolar AS..
Sementara enam lembaga lainnya memproyeksikan BI masih akan menahan suku bunga di level 4,75%..
// .
“Kami memperkirakan Bank Indonesia akan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,00% pada Mei 2026.
Terakhir kali BI menaikkan suku bunga terjadi pada April 2024, saat bank sentral mengerek BI Rate sebesar 25 basis poin dari 6,00% menjadi 6,25%..
Juniman menambahkan, arus keluar modal yang lebih tinggi dari pasar keuangan domestik sekaligus harga minyak dunia yang masih tinggi juga menjadi faktor yang mendorong BI mempertimbangkan kenaikan suku bunga…
Jakarta, Equityworld Futures – Menjelang Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI), pelaku pasar mulai melihat peluang a. Tak hanya itu, ya kenaikan suku bunga acuan pada pertemuan kali ini. turut berperan penting..
Meski begitu, tidak semua pelaku pasar melihat BI perlu segera menaikkan suku bunga bulan ini.
Bank Indonesia tengah menggelar RDG Mei pada hari ini, Selasa (19/5/2026), dengan hasil keputusan yang akan diumumkan besok, Rabu (20/5/2026)..
Nilai tukar rupiah bahkan terus mencetak level terlemah baru. Di samping itu, membuat pasar mulai memperhitungkan perlunya respons kebijakan yang lebih tegas dari bank sentral. juga perlu diperhatikan..
// .
Rupiah sudah lemah, membentuk all time high baru setiap hari,” ujar Ezaridho kepada Equityworld Futures..
Kondisi ini melanjutkan pelemahan tajam pada perdagangan sebelumnya, ketika rupiah ditutup melemah 1,03% ke posisi Rp17.640/US$..
“Sejujurnya kami melihat ada urgensi bagi BI untuk menaikkan suku bunga bulan ini,” kata Hosianna..
Kepala Ekonom Bank Maybank Indonesia, Juniman, yang juga memperkirakan BI akan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin pada pertemuan kali ini..
Salah satu yang memperkirakan BI akan menaikkan suku bunga adalah Analis NH Korindo Sekuritas, Ezaridho Ibnutama.
Menurut dia, pelemahan rupiah yang terus berlanjut menjadi alasan utama BI perlu segera bertindak..
Pan, ditambah lagi dengan gan serupa juga disampaikan Ekonom Bank Danamon Indonesia, Hosianna Situmorang..
Hal ini disebabkan oleh tekanan yang masih berlanjut terhadap rupiah akibat ketidakpastian pasar keuangan global sekaligus dampak meningkatnya tensi geopolitik, yakni perang Iran, Israel, dan Amerika Serikat,” ujar Juniman kepada Equityworld Futures…
Jika hasil RDG kali ini sesuai dengan mayoritas konsensus, maka ini akan menjadi kenaikan suku bunga pertama dalam dua tahun terakhir..
Walaupun Menurut dia, pertimbangan BI tidak hanya tertuju pada stabilitas rupiah, ditambah lagi dengan inflasi,, juga mandat untuk tetap menjaga pertumbuhan ekonomi domestik. masih menjadi prioritas..
Keputusan tersebut menjadi kali ketujuh BI menahan suku bunga acuannya secara berturut-turut..
Ezaridho menambahkan, tekanan terhadap rupiah itu juga berpotensi disertai berlanjutnya arus keluar modal, baik dari investor asing maupun domestik.
Senior Economist KB Valbury Sekuritas, Fikri Permana, memperkirakan BI masih akan mempertahankan suku bunga acuannya di level 4,75%..
Sebagai catatan, melansir data Refinitiv, pada perdagangan Selasa (19/5/2026) per pukul 13.18 WIB, nilai tukar rupiah melemah 0,51% ke level Rp17.730/US$.
Mayoritas pelaku pasar kini melihat kenaikan suku bunga mulai menjadi skenario pada RDG kali ini, seiring tekanan yang kian berat terhadap nilai tukar rupiah. Di samping itu, meningkatnya risiko eksternal. juga perlu diperhatikan..
“Foreign and domestic capital outflow bisa diasumsikan lanjut,” lanjutnya..
// .
Karena itu, opsi menahan suku bunga dinilai masih terbuka..
Pada RDG terakhir di April 2026, BI kembali memutuskan untuk mempertahankan BI Rate di level 4,75%, dengan suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%. Di samping itu, Lending Facility sebesar 5,50%. juga perlu diperhatikan..
Tekanan terhadap rupiah makin dalam, sementara gejolak eksternal dari perang AS-Iran yang terus membuat a sekaligus ya ketidakpastian di global dan menahan harga energi dunia di level tinggi…
Bila pada bulan-bulan sebelumnya konsensus pasar cenderung solid mengarah pada penahanan suku bunga, kali ini mayoritas justru mulai melihat kebutuhan pengetatan moneter demi menjaga stabilitas rupiah..
Hasil polling Equityworld Futures menunjukkan pan sekaligus gan pasar kali ini tidak lagi sebulat pertemuan-pertemuan sebelumnya…
Dia menilai urgensi kenaikan suku bunga pada bulan ini sudah semakin terlihat, terutama terjadi karena depresiasi rupiah yang makin dalam belum mampu ditahan meski instrumen moneter BI telah diperketat…
Perbedaan pan. Di samping itu, gan ini menunjukkan RDG Mei menjadi salah satu pertemuan BI yang paling dinanti pasar tahun ini. juga perlu diperhatikan..
Dengan demikian, rupiah terus berada dalam tren pelemahan, bahkan kerap menembus level psikologis baru.Β Sepanjang Mei ini saja, rupiah sudah terdepresiasi 2,46%..
Perkembangan terkait Rupiah Sudah Tak Tertolong, BI Rate Diramal Naik Mulai Besok akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Harga Minyak Brent ke US$ 84, Tertinggi Sejak Awal Tahun | Equityworld Futures
- Equityworld Futures Surabaya | Bikin Kaget! Penduduk Kelas Atas RI Ternyata Cuma 0,4%