0 0
Read Time:3 Minute, 58 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Ramai-Ramai Bank Sentral Borong Emas Lagi, Ada China yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Investor Asia menjadi pendorong utama setelah agresif masuk ke produk investasi berbasis emas saat volatilitas pasar global meningkat..

Sepanjang kuartal I-2026, pembelian bersih bank sentral mencapai 244 ton atau naik 3% dibandingkan tahun lalu, meski aktivitas penjualan juga mulai meningkat di beberapa negara..

Posisi tersebut membuat China menjadi pemilik emas terbesar keenam dunia, mendekati Rusia yang memiliki 2.304,7 ton..

Kenaikan ini sekaligus mengakhiri tren buruk pelemahan dalam dua pekan sebelumnya.

India, Singapura, Mesir, Serbia,, ditambah lagi dengan Kyrgyzstan juga tercatat masih menambah cadangan emas meski dalam jumlah lebih kecil…

Kenaikan banyak ditopang ekspansi infrastruktur artificial intelligence (AI) yang meningkatkan kebutuhan komponen elektronik berbasis emas..

Harga emas sempat ambruk terjadi karena tingginya harga minyak..

Dalam sepekan, harga emas menguat 2,18% pekan ini.

Pada hari ini, Senin (11/5/2026) pukul 12.50 WIB, harga emas ada di US$ 4659,55 per troy ons atau ambruk 1,13%..

// .

Permintaan terbesar datang dari pembelian emas batangan, ditambah lagi dengan koin..

Dari sisi pembelian terbaru, Polandia menjadi negara paling agresif menambah emas bank sentral pada 2026.

Harga emas pada perdagangan terakhir pekan lalu, Jumat (8//5/2026) ditutup di posisi US$ 4714,42 per troy ons.

China menjadi salah satu negara yang paling konsisten menambah ca. Di samping itu, gan emas tahun ini juga perlu diperhatikan..

// .

Porsinya bahkan mencapai 83,3% dari total ca. Selain itu, gan devisa negara tersebut..

Volume permintaan perhiasan turun 23% dibandingkan tahun lalu.

Nilai permintaan emas global melonjak 74% menjadi US$193 miliar, tertinggi sepanjang sejarah..

Namun nilai belanja perhiasan masih naik 31%.

Penggunaan emas untuk industri teknologi naik 1% menjadi 82 ton.

Lonjakan harga dikhawatirkan mengerek inflasi sehingga berdampak pada bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) sulit memangkas suku bunga…

Kondisi ini memperlihatkan konsumen tetap membeli emas meski harganya mahal..

Jerman berada di posisi kedua dengan 3.350,3 ton, disusul IMF sebesar 2.814 ton, Italia 2.451,8 ton,. Tak hanya itu, Prancis 2.437 ton. turut berperan penting..

Harga penutupan ini adalah yang tertinggi sejak 22 April 2026 atau lebih dari dua minggu lebih..

Kondisi ini berbanding terbalik dengan akhir pekan lalu.

Di sisi lain, lonjakan harga membuat konsumsi perhiasan emas tertekan.

Jakarta, CNBC Indonesia- Bank sentral dunia masih gemar membeli emas di tengah bergejolaknya harga logam mulia tersebut..

Hingga Februari, negara tersebut membeli 11,2 ton emas.

Bank sentral dunia juga masih aktif menambah ca sekaligus gan logam mulia..

Angka ini memang lebih rendah dibanding kuartal I-2025 yang mencapai 230 ton terjadi karena sempat terjadi arus keluar. Tak hanya itu, a besar dari ETF berbasis AS pada Maret lalu.. turut berperan penting..

Amerika Serikat masih menjadi pemilik emas terbesar global dengan ca. Tak hanya itu, gan mencapai 8.133,5 ton turut berperan penting..

Volumenya mencapai 474 ton atau naik 42% secara tahunan.

Hingga Maret 2026, ca. Di samping itu, gan emas China mencapai 2.313,5 ton atau sekitar 9,1% dari total devisanya juga perlu diperhatikan..

Sepanjang kuartal I-2026, pembelian ETF emas bertambah 62 ton.

Dari sisi nilai, lonjakannya jauh lebih besar.

Permintaan dari sektor teknologi ikut bertambah.

// .

Laporan World Gold Council (WGC) memperlihatkan total permintaan emas dunia sepanjang kuartal I-2026 mencapai 1.231 ton atau naik 2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pasar masih menahan posisi di aset aman sambil menunggu kepastian arah konflik Timur Tengah. Di samping itu, kebijakan suku bunga Amerika Serikat (AS). juga perlu diperhatikan..

Namun, pelemahan harga emas sedikit tertahan oleh masih tingginya permintaan bank sentral..

Guatemala menambah 2,5 ton, sementara Republik Ceko membeli 1,7 ton.

Uzbekistan menyusul dengan pembelian 8,7 ton, ditambah lagi dengan Kazakhstan 6 ton…

China membeli 5 ton emas pada periode yang sama.

Perkembangan terkait Ramai-Ramai Bank Sentral Borong Emas Lagi, Ada China akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By