0 0
Read Time:3 Minute, 34 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Mata Uang Asia Kebakaran Hebat: Rupiah Bukan yang Terburuk yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Presiden AS Donald Trump menolak respons Iran terhadap proposal damainya sekaligus menyebutnya “TOTALLY UNACCEPTABLE” atau tidak dapat diterima..

Sebanyak 8 dari 10 mata uang kawasan melemah, sementara 2 lainnya masih berhasil menguat terhadap dolar AS..

Di sisi lain, dong Vietnam menjadi mata uang dengan penguatan terbesar pagi ini.

Data tersebut akan menjadi petunjuk penting untuk melihat sejauh mana kenaikan harga minyak mulai merembet ke tekanan harga yang lebih luas di ekonomi AS..

// .

Tekanan terjadi seiring menguatnya dolar AS di pasar global, setelah permintaan terhadap aset aman kembali meningkat..

Walaupun Iran dilaporkan menawarkan pemindahan sebagian stok uranium yang telah diolah ke negara ketiga,, tetap menolak membongkar infrastruktur nuklirnya. masih menjadi prioritas..

Yen Jepang ikut tertekan ke posisi JPY 157,04/US$ atau melemah 0,25%.

Dolar Taiwan melemah 0,20% ke TWD 31,365/US$, disusul ringgit Malaysia yang terdepresiasi 0,15% ke MYR 3,924/US$..

Berdasarkan data Refinitiv per pukul 09.15 WIB, tekanan melanda hampir seluruh mata uang Asia.

Mata uang Garuda turun 0,23%. Selain itu, berada di posisi Rp17.400/US$…

Dolar Singapura juga berada di zona merah dengan pelemahan 0,13% ke SGD 1,268/US$..

Won Korea juga terkoreksi 0,72% ke KRW 1.472,1/US$, sementara peso Filipina melemah 0,69% ke PHP 60,898/US$..

Kini, pelaku pasar menanti rilis data inflasi AS periode April.

Indeks dolar AS (DXY) per pukul 09.15 WIB terpantau menguat 0,14% ke level 98,038..

Permintaan terhadap dolar AS sebagai aset aman pun meningkat, sehingga berdampak pada menekan mata uang negara lain, termasuk Asia…

Data tersebut memperkuat pan. Selain itu, gan bahwa bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed), berpotensi mempertahankan suku bunga lebih lama pada tahun ini..

Rupiah menjadi salah satu mata uang Asia yang melemah pagi ini.

Penguatan dolar AS terjadi setelah pasar kembali mencari aset aman di tengah belum a. Tak hanya itu, ya titik terang penyelesaian konflik AS-Iran yang telah berlangsung selama 10 pekan. turut berperan penting..

Data yang dirilis Jumat menunjukkan nonfarm payrolls AS naik 115.000 pada April, jauh di atas ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan 62.000..

Jakarta, Equityworld Futures – Mata uang Asia bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Senin (11/5/2026).

Bagi mata uang Asia, penguatan dolar AS menjadi sentimen negatif.

Yuan China juga masih mampu menguat tipis 0,07% ke CNY 6,7954/US$..

// .

Pergerakan mata uang Asia hari ini masih dipengaruhi oleh arah dolar AS di pasar global.

Dari sisi ekonomi, dolar AS juga mendapat dukungan dari data tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan.

Namun, arah berikutnya akan sangat bergantung pada perkembangan konflik AS-Iran, data inflasi AS, serta ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed..

Dong berada di level VND 26.275/US$ setelah menguat 0,12%.

Suku bunga AS yang tinggi biasanya membuat dolar AS lebih menarik bagi investor global..

Hal ini disebabkan oleh investor lebih memilih memegang dolar AS., akibatnya Ketika DXY menguat, tekanan terhadap mata uang kawasan cenderung meningkat..

Tekanan terdalam dicatatkan baht Thailand yang berada di level THB 32,36/US$ setelah melemah 0,81%.

Dengan sentimen tersebut, mata uang Asia masih berisiko bergerak tertekan dalam jangka pendek.

Kondisi ini membuat pelaku pasar kembali berhati-hati.

Perkembangan terkait Mata Uang Asia Kebakaran Hebat: Rupiah Bukan yang Terburuk akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By