0 0
Read Time:2 Minute, 40 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Harga Batu Bara Masih Kokoh, Tanda-Tanda Siap Melesat? yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Jika ditarik ke awal pekan, harga naik dari US$134,1 pada Senin (27/4).

Posisi ini hampir tidak berubah dari Kamis di US7,75. Di samping itu, Rabu di US7,8 juga perlu diperhatikan..

Risiko pasokan minyak. Di samping itu, LNG masih tinggi seiring konflik di Timur Tengah juga perlu diperhatikan..

Di sisi pasokan, produksi global belum sepenuhnya stabil.

Jakarta, Equityworld Futures – Harga batu bara bergerak stabil dengan kecenderungan naik tipis sepanjang pekan terakhir.

Sejak konflik dimulai pada awal Maret, harga batu bara tercatat naik sekitar 9%..

Produksi grup Coronado turun lebih dari 20% secara kuartalan, sementara Anglo American juga mencatat penurunan produksi tahunan..

Premi risiko energi tetap terjaga, menjaga harga batu bara di level tinggi..

Pemerintah mendorong pembangkit batu bara untuk menjaga pasokan listrik..

Kenaikan terjadi sejak awal pekan, lalu tertahan menjelang penutupan..

Dalam sepekan, kenaikan berada di kisaran 2,5%..

Baosteel mengevaluasi ulang investasi di Arab Saudi setelah biaya logistik meningkat. Selain itu, ketidakpastian kawasan bertambah..

Melansir Refinitiv, pada Jumat (1/5/2026), harga batu bara berada di US$137,6 per ton.

Ke depan, arah harga masih bergantung pada kondisi energi global.

Jalur pengiriman utama belum sepenuhnya pulih.

Pergerakan ini mengikuti perubahan di pasar energi global.

Di sisi permintaan, Asia menjadi penopang utama.

Produsen baja China mulai menahan ekspansi.

Dalam jangka lebih panjang, peningkatan kapasitas energi terbarukan mulai mengurangi kebutuhan tambahan batu bara di sejumlah negara..

// .

Perusahaan juga mencatat penurunan laba kuartalan akibat kenaikan biaya bahan baku..

Sejumlah tambang di Australia mencatat penurunan output akibat cuaca. Tak hanya itu, gangguan operasional turut berperan penting..

Jepang meningkatkan penggunaan pembangkit listrik berbasis batubara setelah gangguan pasokan LNG.

Pembatasan penggunaan batu bara dilonggarkan untuk menjaga stabilitas energi.

Permintaan yang bertahan ini menjaga harga tetap di atas US$130 per ton, meski masih di bawah puncak Maret di US$146,5.

Namun tekanan mulai terlihat dari sisi industri.

China bergerak dari sisi produksi, meningkatkan output domestik. Di samping itu, mempercepat proyek konversi batu bara ke gas untuk mengurangi ketergantungan impor. juga perlu diperhatikan..

Jika aliran minyak sekaligus LNG kembali normal, tekanan pada batu bara berpotensi muncul..

Impor batubara termal Jepang pada Maret mencapai 9,95 juta ton, naik 5% dibandingkan tahun lalu.

Perkembangan terkait Harga Batu Bara Masih Kokoh, Tanda-Tanda Siap Melesat? akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By