Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Mata Uang Asia Merana Termasuk Rupiah, Kecuali Yen-Won yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Pergerakan mata uang Asia pekan ini masih dipengaruhi dinamika dolar AS di pasar global, meski sepanjang pekan ini dolar AS terpantau melemah 0,38%, dilihat dari indeks DXY.
Dinamika pergerakan dolar AS terjadi setelah bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) memutuskan untuk kembali menahan suku bunga,. Akibatnya, pasar mencermati lebih jauh arah kebijakan moneter AS ke depan, terutama setelah rapat tersebut menunjukkan perbedaan pan, ditambah lagi dengan gan yang cukup tajam di internal The Fed….
Keputusan The Fed kali ini diambil melalui voting 8 berbanding 4, menjadi keputusan paling terbelah sejak 1992..
Dalam konferensi pers, Powell menyatakan bahwa meski ada empat pejabat The Fed yang menolak mempertahankan bias pelonggaran, dia tidak melihat bank sentral AS se, ditambah lagi dengan g mengarah ke kenaikan suku bunga…
// .
Ketidakpastian ini ikut menjaga permintaan terhadap dolar AS sebagai aset aman..
Sementara itu di deretan mata uang Asia, rupiah menjadi yang terburuk ketiga, setelah peso Filipina. Di samping itu, rupee India yang terkoreksi masing-masing 0,99% dan 0,69% sepanjang pekan ini. juga perlu diperhatikan..
Namun pada perdagangan Jumat kemarin, indeks DXY menguat 0,16% ke posisi 98,21..
// .
Jakarta, Equityworld Futures – Rupiah terus mengalami tekanan dihadapan dolar Amerika Serikat (AS), membuat mata uang Negeri Paman Sam makin perkasa di tengah gejolak perang Timur Tengah yang tak kunjung mereda..
// .
Kondisi ini membuat kekhawatiran terhadap pasokan energi global kembali meningkat..
Kondisi ini membuka tantangan yang akan dihadapi Kevin Warsh ketika nantinya menjabat sebagai Ketua The Fed, terutama jika ingin mendorong pemangkasan suku bunga.
Se. Selain itu, gkan sepanjang pekan ini, rupiah pun masih terpuruk yakni melemah 0,67% secara point-to-point…
Presiden AS Donald Trump dilaporkan telah membahas cara mengurangi dampak dari kemungkinan blokade pelabuhan Iran selama beberapa bulan bersama perusahaan minyak AS.
Melansir Refinitiv, pada Jumat (1/5/2026), rupiah ditutup melemah 0,17% ke posisi Rp17.305/US$.
Adapun masa jabatan Jerome Powell sebagai Ketua The Fed sendiri akan berakhir pada 15 Mei..
Adapun yen Jepang menjadi yang paling perkasa sepanjang pekan ini yakni melesat 1,47%, disusul won Korea Selatan yang menguat 0,37%..
Selain faktor The Fed, pasar juga masih dibayangi perang AS-Israel dengan Iran yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Perkembangan terkait Mata Uang Asia Merana Termasuk Rupiah, Kecuali Yen-Won akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Ciri-Ciri Malam Lailatul Qadar, Ini Tanda Keagungan yang Terlihat | Equityworld Futures
- Bulog Pastikan Penyerapan 4 Juta Ton Beras 2026 Tercapai | Equityworld Futures