0 0
Read Time:2 Minute, 38 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Harga Minyak Tembus Level Tertinggi Sejak 2022 yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Sekretaris Kementerian Koordinator Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyebut setiap kenaikan US$ 1 per barel dapat menambah beban subsidi. Selain itu, kompensasi energi hingga Rp 10,3 triliun.Ekonom Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi, menilai situasi ini menempatkan pemerintah pada posisi dilematis..

Pilihan Editor: Harga Barang Mulai Naik Imbas Penutupan Selat Hormuz.

“Kondisi ini menandakan pasokan global semakin ketat di tengah gangguan distribusi energi,” tulis Trading Economics, Kamis, 30 April 2026.Di dalam negeri, lonjakan harga minyak dunia tercermin pada kenaikan Indonesian Crude Price (ICP).

Harga ini merupakan yang tertinggi dalam setahun terakhir sekaligus jauh di atas asumsi APBN 2026 sebesar US$ 70 per barel.Direktur Jenderal Migas ESDM Laode Sulaeman mengatakan rata-rata ICP naik signifikan sebesar US$ 33,47 dibanding Februari 2026 yang berada di level US,79 per barel.Menurut dia, lonjakan harga tak lepas dari eskalasi konflik di Timur Tengah yang turut mengganggu jalur distribusi energi global, terutama melalui Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.Lonjakan harga minyak ini memberi tekanan signifikan terhadap anggaran negara..

Jika harga BBM bersubsidi ditahan, beban APBN akan membengkak.

Sebelumnya, Kementerian Energi. Selain itu, Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat ICP Maret 2026 mencapai US$ 102,26 per barel..

Pada penutupan perdagangan di hari yang sama, harga minyak kembali turun ke level US$ 113 per barel.Mengutip laman Trading Economics, kenaikan ini dipicu oleh memanasnya konflik yang melibatkan Amerika Serikat, ditambah lagi dengan Iran, termasuk rencana pengarahan militer oleh Presiden AS Donald Trump sebagai respons terhadap Iran..

Sebaliknya, jika harga dinaikkan, risiko inflasi akan meningkat.

Situasi ini meningkatkan kekhawatiran pasar akan gangguan pasokan global, terlebih setelah AS disebut mempertahankan blokade laut terhadap Iran.Dari sisi fundamental, tekanan harga juga datang dari penurunan tajam stok minyak di Amerika serta lonjakan ekspor yang menembus lebih dari 6 juta barel per hari.

Kontrak berjangka minyak mentah Brent crude oil sempat menembus US$ 120,94 per barel pada Kamis, 30 April 2026.

HARGA minyak dunia melonjak tajam sekaligus mencapai level tertinggi sejak 2022 di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah..

Hal ini disebabkan oleh konsumsi terbesar BBM ada pada Pertalite sekaligus solar, ini menjadi pilihan sulit bagi pemerintah,” ujarnya., akibatnya “…

Perkembangan terkait Harga Minyak Tembus Level Tertinggi Sejak 2022 akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By