Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Federasi Ajak Pekerja Media Berserikat yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Meski Situasi ini membuat pekerja berada dalam posisi lemah, sementara tuntutan produktivitas, kecepatan, sekaligus keberanian terus meningkat tanpa diimbangi perlindungan dan kesejahteraan yang memadai.“Tekanan kerja semakin meluas tidak hanya pada beban tugas,, namun juga pada kehidupan personal, termasuk risiko fisik, psikologis, dan hukum yang harus ditanggung sendiri oleh pekerja,” katanya.Selain itu, kata Aisha, perusahaan menuntut produktivitas, kecepatan, dan keberanian tanpa menyediakan jaminan kesejahteraan dan perlindungan yang setara bagi jurnalis dan pekerja media. tetap penting..
Walaupun Alasannya adalah tidak semua perusahaan melaporkan kondisi ketenagakerjaannya secara terbuka.Aisha menilai berbagai persoalan tersebut tidak hanya berdampak pada pekerja,, juga mengancam kebebasan pers. Tak hanya itu, hak publik atas informasi. Karena itu, menjelang peringatan Hari Buruh Internasional 2026, FSPMI mengajak pekerja media memperkuat posisi melalui serikat sebagai bentuk perlawanan kolektif.Saat ini, berdasarkan catatan FSPMI, dari hampir 2.000 perusahaan media di Indonesia, kurang dari 50 yang memiliki serikat pekerja. Akibatnya, Angka ini diperkirakan lebih tinggi. turut berperan penting. masih menjadi prioritas…
FEDERASI Serikat Pekerja Media Independen (FSPMI) menyatakan kondisi ketenagakerjaan di sektor media menunjukkan kerentanan yang kian nyata.
Pekerja media menghadapi upah rendah, pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak, serta ketidakpastian kerja.
Sementara itu, Aliansi Jurnalis Independen Indonesia mencatat lebih dari 800 pekerja media mengalami PHK sejak 2024 hingga pertengahan 2025.
“Pekerja media masih berada dalam posisi rentan, baik dari sisi ekonomi maupun perlindungan kerja.
Karena itu FSPMI mengajak pekerja media berserikat.Menurut Ketua FSPMI Aisha Sahidra, di saat yang sama pekerja media juga dihadapkan pada risiko kekerasan, ditambah lagi dengan kriminalisasi saat menjalankan tugas jurnalistik..
Pilihan Editor: Bisakah Insentif Pajak Penghasilan Buruh Mendorong Daya Beli.
Pekerja media, sebagai bagian dari kelas pekerja, memiliki kepentingan yang sama untuk memperjuangkan kondisi kerja yang adil, aman,, ditambah lagi dengan manusiawi,” kata Aisha…
Eksploitasi pun meluas dari beban kerja menjadi penguasaan atas hidup pekerja. “Pekerja dipaksa menerima kondisi tidak layak sebagai hal yang normal sambil menanggung sendiri risiko fisik, tekanan psikologis, sekaligus ancaman hukum,” katanya.Data Dewan Pers mencatat sedikitnya 1.200 pekerja media terkena dampak PHK sepanjang 2023 hingga 2024..
Sebagai contoh, outsourcing, penghentian PHK massal, jaminan upah layak, serta perlindungan terhadap kebebasan berserikat.“Tuntutan ini merupakan hak dasar, dan negara wajib menjaminnya untuk menjaga sistem yang menjunjung keadilan sosial. sering terjadi ketika Upaya pembentukannya pun kerap menghadapi hambatan, termasuk praktik pemberangusan serikat (union busting).“May Day 2026 menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas pekerja media, memperluas keanggotaan serikat, serta mendorong kebijakan ketenagakerjaan yang lebih adil, ditambah lagi dengan berkelanjutan,” kata Aisha.Dalam momentum tersebut, FSPMI menyuarakan sejumlah tuntutan utama, antara lain perlindungan hukum ketenagakerjaan yang berpihak pada buruh, penghapusan sistem kerja yang merugikan..
Kondisi ini membutuhkan respons kolektif yang lebih kuat,” kata dia dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 30 April 2026.Dalam relasi kerja yang timpang, kata Aisha, perusahaan memegang kendali atas waktu, tenaga, hingga aspek keselamatan pekerja.
Perkembangan terkait Federasi Ajak Pekerja Media Berserikat akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Indobuildco Sewakan Kamar Hotel Sultan, GBK Minta Masyarakat Hati-hati
- Equity World Futures Surabaya – Harga Emas Hari Ini Berpotensi Menguat Tipis, Pasar Tunggu Data Jobless Claims AS