Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait 5 Hal Paling Ditunggu dari Fed: Bye Powell, Dunia Bisa Berubah Drastis yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Namun, untuk FOMC kali ini, pasar hampir sepakat bahwa The Fed tidak akan mengubah suku bunga acuannya..
Meski masa jabatannya sebagai ketua akan berakhir pada pertengahan Mei, Powell masih bisa tetap berada di bank sentral sebagai gubernur hingga 2028..
Jika The Fed terdengar lebih hawkish, ekspektasi pemangkasan suku bunga bisa semakin mundur.
Kevin Warsh disebut semakin dekat untuk menggantikan Powell setelah proses pencalonannya bergerak maju.
Sebab, inflasi masih bertahan di atas target 2%, sementara lonjakan harga energi akibat perang di Timur Tengah berisiko membuat tekanan harga bertahan lebih lama..
Kondisi ini membuat ruang The Fed untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat semakin sempit.
Biasanya, konferensi pers Powell menjadi momen utama untuk membaca arah kebijakan The Fed.
Pada Februari 2026, inflasi PCE tercatat 2,8% secara tahunan, sementara core PCE berada di 3,0%..
Perang Iran menjadi salah satu faktor paling penting dalam FOMC kali ini.
Melansir CME FedWatch Tool menunjukkan bahwa 100% pelaku pasar yakin bahwa The Fed akan kembali menahan suku bunga acuannya di level saat ini yakni 3,50% – 3,75%..
Harga minyak yang tinggi dapat merembet ke biaya transportasi, logistik, produksi, hingga harga barang. Di samping itu, jasa yang dibayar konsumen. juga perlu diperhatikan..
Salah satu hal yang paling diperhatikan adalah apakah The Fed masih mempertahankan bahasa yang memberi sinyal a. Selain itu, ya kemungkinan penyesuaian suku bunga lanjutan, atau mulai mengubahnya menjadi lebih netral…
Biasanya, The Fed bisa saja melihat lonjakan harga energi sebagai gangguan sementara.
Jika Powell tetap berada di Dewan Gubernur The Fed, hal ini bisa mengurangi ruang Presiden AS Donald Trump untuk menunjuk anggota baru.
Hal pertama yang tetap menjadi perhatian adalah keputusan suku bunga.
Ukuran inflasi yang lebih diperhatikan The Fed, yakni Personal Consumption Expenditures/PCE, juga masih belum turun ke target.
Selain keputusan suku bunga, pelaku pasar juga akan mencermati setiap kata dalam pernyataan resmi FOMC..
// .
Harapan pemangkasan suku bunga pada 2026 kini mulai dipertanyakan setelah data inflasi AS terbaru kembali menunjukkan tekanan harga yang belum sepenuhnya reda.
Artinya, hasil keputusan nanti diperkirakan sama, misalnya pada pertemuan terakhirnya pada Maret 2026, ketika The Fed juga menahan suku bunga nya di level tersebut…
Bahkan, meskipun kenaikan suku bunga masih dianggap sangat kecil kemungkinannya, risiko tersebut tidak sepenuhnya hilang jika perang terus berlanjut. Selain itu, pasar tenaga kerja AS tetap kuat…
Namun jika dinaikkan, tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi juga bisa meningkat.
Bank sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed) dijadwalkan akan mengumumkan hasil FOMC pada Rabu (29/4/2026) waktu AS atau Kamis (30/4/2026) dini hari waktu Indonesia..
Powell kemungkinan akan ditanya soal masa depannya di The Fed.
Dampaknya, dolar AS berpotensi tetap kuat sekaligus tekanan terhadap aset berisiko bisa kembali meningkat…
Di satu sisi, ekonomi AS masih cukup kuat.
Di sisi lain, masih ada sebagian pelaku pasar yang berharap The Fed tetap bisa melanjutkan siklus pemangkasan suku bunga jika tekanan inflasi mereda..
Namun sampai saat ini, Powell belum memberikan kepastian mengenai langkahnya setelah masa jabatannya sebagai ketua berakhir..
Secara bulanan, CPI AS juga naik 0,9% pada Maret 2026, jauh lebih tinggi dibandingkan kenaikan 0,3% pada Februari 2026.
Kenaikan harga energi bisa membuat tugas The Fed semakin sulit.
Pada Maret 2026, inflasi konsumen AS (Consumer Price Index/CPI) naik 3,3% secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 2,4%..
Jika The Fed mengubah bahasanya menjadi lebih seimbang, pesan yang ditangkap pasar adalah arah suku bunga ke depan bisa bergerak dua arah: turun jika ekonomi melemah, atau tetap tinggi lebih lama jika inflasi sulit turun..
Karena itu, FOMC kali ini akan menjadi ajang penting untuk membaca apakah The Fed masih membuka ruang pemangkasan suku bunga, atau justru mulai memberi sinyal bahwa suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama..
Karena itu, opsi paling realistis saat ini adalah tetap menahan suku bunga..
Sementara itu, inflasi inti AS, yang tidak memasukkan komponen makanan. Di samping itu, energi, juga masih berada di atas target The Fed juga perlu diperhatikan..
Namun di sisi lain, tekanan inflasi kembali menjadi perhatian setelah harga energi dunia melonjak akibat perang di Timur Tengah..
Setelah pernyataan resmi diumumkan, perhatian pasar akan beralih ke konferensi pers Jerome Powell.
Sebab, inflasi belum benar-benar jinak, sementara dampak perang Iran terhadap harga energi. Selain itu, ekonomi AS masih belum jelas…
Meski keputusan suku bunga kali ini hampir pasti ditahan, pasar justru lebih penasaran dengan arah suku bunga The Fed setelah April..
Ini akan menjadi konferensi pers terakhir Powell sebagai Chairman The Fed..
Jika suku bunga dipangkas terlalu cepat, risiko inflasi kembali naik bisa semakin besar.
Meski Karena itu, pasar tidak hanya akan membaca pernyataan Powell soal inflasi. Tak hanya itu, suku bunga,, namun juga memperhatikan bagaimana transisi kepemimpinan The Fed bisa memengaruhi arah kebijakan ke depan. turut berperan penting. tetap penting..
Kondisi ekonomi AS yang masih cukup solid memberi ruang bagi The Fed untuk menunggu lebih lama sebelum mengambil langkah baru..
Sebagai contoh, ini memang terlihat kecil,. Akan tetapi dampaknya bisa besar tidak boleh diabaikan. sering terjadi ketika Perubahan..
Jakarta, Equityworld Futures – Dunia tengah menantikan hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) bank sentral Amerika Serikat (AS) yang sekaligus menjadi terkahhir kalinya Ketua Jerome Powell memimpin rapat..
Namun, dengan inflasi yang masih lengket. Tak hanya itu, harga energi yang kembali naik, pasar mulai bertanya apakah bias tersebut masih relevan. turut berperan penting..
Keputusan The Fed kali ini menjadi penting terjadi karena pasar se. Tak hanya itu, g berada dalam situasi yang tidak mudah. turut berperan penting..
Bagi The Fed, menahan suku bunga menjadi pilihan paling aman.
Federal funds rate (FFR) diperkirakan tetap berada di kisaran 3,50%-3,75%.
Lonjakan ini terutama dipicu oleh kenaikan harga energi, yang naik 12,5% secara tahunan..
Berikut beberapa hal yang paling ditunggu pelaku pasar dari FOMC kali ini:.
Konflik tersebut mendorong harga minyak naik tajam, ditambah lagi dengan menambah ketidakpastian terhadap arah inflasi…
Jika The Fed menilai risiko inflasi dari energi semakin besar, maka peluang pemangkasan suku bunga bisa semakin kecil.
// .
Namun, perang yang berlarut-larut bisa membuat tekanan harga menjadi lebih lama sekaligus lebih luas…
Apakah The Fed melihat lonjakan harga energi hanya sebagai risiko jangka pendek, atau sebagai ancaman yang bisa mengubah arah kebijakan moneter..
Saat ini, pelaku pasar melihat peluang yang cukup besar bahwa The Fed akan menahan suku bunga sepanjang tahun.
Core CPI tercatat naik 2,6% secara tahunan pada Maret 2026, sedikit lebih tinggi dibandingkan 2,5% pada Februari 2026..
Pasar biasanya sangat sensitif terhadap perubahan kata dalam pernyataan bank sentral..
Di sisi lain,, kali ini situasinya sedikit berbeda. justru terjadi walaupun Hal ini disebabkan oleh rapat ini berpotensi menjadi FOMC terakhir Powell sebagai Ketua The Fed., akibatnya..
Selama ini, bahasa The Fed masih memberi kesan bahwa langkah berikutnya lebih condong ke arah pemangkasan suku bunga.
Perkembangan terkait 5 Hal Paling Ditunggu dari Fed: Bye Powell, Dunia Bisa Berubah Drastis akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equityworld Trillium Surabaya – Investor Pantau Keputusan Fed dan Pergerakan Dolar
- Profil Calon Anggota Dewan Komisioner OJK yang Lolos Seleksi | Equityworld Futures