Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Harga Minyak Dunia Naik 16% Sepekan, Menanti Arah Nasib Selat Hormuz yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Kondisi ini membuat pasar minyak berada dalam situasi yang rumit.
Kondisi ini memperkuat kekhawatiran bahwa pasokan minyak global masih rentan terganggu..
Merujuk data Refinitiv, harga minyak mentah Brent ditutup di posisi US$105,33 per barel pada perdagangan Jumat (24/4/2026).
Di sisi lain, Trump sempat menyatakan akan memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu agar pembicaraan damai bisa dilanjutkan..
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) ditutup di posisi US$94,40 per barel.
Jika hingga akhir April pembicaraan damai tidak menunjukkan kemajuan, ditambah lagi dengan pertempuran kembali meningkat, harga minyak berpotensi mencetak level tertinggi baru tahun ini…
Pernyataan ini membuat pasar menilai masih ada peluang diplomasi, meskipun situasi di lapangan tetap sangat rapuh..
Namun, jika pembicaraan gagal, ditambah lagi dengan konflik kembali memanas, harga minyak berisiko kembali melonjak…
Sejumlah pelaku pasar menilai Brent. Selain itu, diesel menjadi instrumen yang paling sensitif terhadap kelanjutan perang..
Data pelayaran menunjukkan hanya lima kapal, termasuk satu kapal tanker produk minyak Iran, yang bergerak melalui Selat Hormuz dalam 24 jam terakhir.
Meski bergerak berbeda pada perdagangan Jumat, harga minyak masih mencatat kenaikan tajam secara mingguan.
Sebelumnya, Trump mengatakan Iran kemungkinan sempat menambah persenjataannya selama masa gencatan senjata dua pekan.
Arah harga minyak pada awal pekan depan akan sangat bergantung pada kabar terbaru dari jalur diplomasi, ditambah lagi dengan kondisi Selat Hormuz…
Sebelum perang, jalur ini dilalui sekitar seperlima produksi minyak dunia.
Harga minyak sempat naik di awal perdagangan terjadi karena pasar kembali mencemaskan eskalasi militer di Timur Tengah..
Namun, ia juga menyebut militer AS mampu menghancurkannya dalam satu hari.
// .
Oleh sebab itu, Jika diplomasi AS-Iran kembali berjalan, harga minyak berpeluang mereda. menjadi konsekuensi dari Alasannya adalah risiko gangguan pasokan bisa berkurang..
Tekanan terhadap harga minyak semakin besar setelah Presiden AS Donald Trump disebut mengirim utusan khusus Steve Witkoff. Tak hanya itu, Jared Kushner ke Pakistan untuk bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran. turut berperan penting..
Jakarta, Equityworld Futures – Harga minyak dunia bergerak liar dalam sepekan ini.
Pelaku pasar pun memilih berhati-hati menjelang akhir pekan.
Namun, kenaikan harga minyak kemudian tertahan setelah muncul kabar Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi diperkirakan tiba di Islamabad pada Jumat malam untuk membahas usulan dimulainya kembali pembicaraan damai dengan AS..
Namun, navigasi melalui Selat Hormuz hingga kini masih terganggu. Di samping itu, praktis belum kembali normal. juga perlu diperhatikan..
Selat Hormuz masih menjadi titik paling sensitif bagi pasar energi global.
Dalam sepekan, Brent melesat sekitar 16%, se. Tak hanya itu, gkan WTI naik hampir 13%. turut berperan penting..
Harga tersebut naik US$0,26 atau sekitar 0,3%..
Oleh sebab itu, Sebagian investor melepas posisi beli. menjadi konsekuensi dari Alasannya adalah perkembangan konflik AS-Iran masih sulit diprediksi..
Harga WTI turun US$1,45 atau sekitar 1,5%..
Kekhawatiran ini muncul setelah Iran merilis rekaman pasukan komando yang menaiki sebuah kapal kargo di Selat Hormuz..
Pasar masih dihadapkan pada dua sentimen besar yang saling tarik-menarik, yakni risiko gangguan pasokan dari Timur Tengah. Tak hanya itu, peluang dimulainya kembali pembicaraan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. turut berperan penting..
Trump kemudian mengatakan Iran berencana mengajukan tawaran untuk memenuhi tuntutan AS.
Perkembangan terkait Harga Minyak Dunia Naik 16% Sepekan, Menanti Arah Nasib Selat Hormuz akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equity World Trillium Surabaya – Dampak Kebijakan Fed & Tarif Trump: Bagaimana Prospek Harga Emas?
- BNI Sekuritas Prediksi IHSG Berpeluang Menguat | Equityworld Futures