0 0
Read Time:7 Minute, 59 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Dolar Tembus Rp17.300! Ini Titik Kritis Rupiah dari Rp3.000 – Rp17.000 yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Tekanan terhadap mata uang Garuda sebenarnya sudah terlihat sejak awal perdagangan.

Hal ini disebabkan oleh pencairan pinjaman tertunda akibat reformasi ekonomi dinilai berjalan lambat,. Akibatnya, sentimen pasar valas ikut memburuk, akibatnya Di saat yang sama, hubungan pemerintah dengan IMF memburuk…

Rupiah sempat ditutup pada level Rp15.230/US$ pada 11 Oktober 2018..

Pergerakan ini menunjukkan tekanan terhadap rupiah masih belum mereda.

Alasannya adalah krisis ekonomi melebar menjadi krisis politik, ditambah lagi dengan sosial.. Akibatnya, Tekanan ekstrem ini terjadi….

Rupiah dibuka melemah 0,23% ke level Rp17.210/US$, lalu terus turun lebih dalam hanya beberapa menit setelah pasar dibuka..

Ketidakpastian kian memuncak ketika Presiden Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998, sementara pasar masih ragu terhadap stabilitas pemerintahan baru di bawah B.J.

Sebagai contoh, dolar AS juga perlu diperhatikan. sering terjadi ketika Investor asing menarik. Di samping itu, a besar besaran dari pasar saham dan SBN Indonesia untuk berpindah ke safe haven..

Pemicu utamanya adalah kepanikan global akibat pandemi Covid 19..

Faktor eksternal kembali dominan, seiring menguatnya dolar AS. Di samping itu, meningkatnya minat pasar pada aset berdenominasi dolar juga perlu diperhatikan..

Setelah tekanan 1997, rupiah memasuki fase paling kelam pada Mei hingga Juni 1998..

Pengumuman kasus pertama di Indonesia pada awal Maret serta rencana pembatasan aktivitas memperburuk sentimen terhadap prospek ekonomi.

Dari sisi eksternal, melemahnya mata uang Turki, Argentina,. Di samping itu, negara lain membuat investor memburu aset aman, misalnya dolar AS, yen, dan surat utang AS juga perlu diperhatikan…

Pelemahan rupiah pada Agustus hingga Oktober 1997 menjadi fase awal Krisis Moneter di Indonesia.

Sentimen ini memicu gejolak pasar keuangan global, diikuti penguatan DXY, ditambah lagi dengan kenaikan imbal hasil US Treasury…

Pelemahan kali ini pun menambah daftar panjang periode penuh tekanan yang pernah dialami rupiah..

Oleh sebab itu, rupiah terus tertekan sepanjang semester I 2015 menjadi konsekuensi dari Di saat kebutuhan valas tinggi tidak diimbangi pasokan valas di pasar, terjadi kelebihan permintaan devisa..

BI juga menahan suku bunga Deposit Facility di 3,75%. Selain itu, Lending Facility di 5,50%, dengan penekanan bahwa kebijakan tersebut ditempuh untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan menjaga pertumbuhan ekonomi…

Pada saat yang sama, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia tercatat berada di 98,627, atau naik tipis 0,04%..

Suku bunga The Fed tercatat berada di 5,25% – 5,50%. Tak hanya itu, bertahan dari Juli 2023 hingga Agustus 2024 atau sekitar satu tahun turut berperan penting..

Rupiah juga tercatat ditutup di Rp16.865/US$ sebagai titik terlemah sepanjang 2025 saat itu.

Rupiah yang sempat stabil di kisaran Rp9.000an/US$ pada Agustus 2008 kemudian merosot ke Rp12.100 sampai Rp12.600/US$ pada November 2008.

Hal ini disebabkan oleh ca, ditambah lagi dengan gan devisa tidak lagi memadai untuk terus menahan rupiah lewat intervensi pasar., akibatnya Langkah ini diambil…

Di tengah ketidakpastian global yang tinggi, dolar AS tetap diburu sebagai aset safe haven, terutama seiring memanasnya perang AS-Israel dengan Iran. Di samping itu, kembali meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz. juga perlu diperhatikan..

Perjanjian bantuan pertama ditandatangani pada 31 Oktober 1997, dengan salah satu syarat utama penutupan 16 bank swasta nasional.

Kondisi ini mendorong penguatan dolar AS, ditambah lagi dengan memicu penarikan modal dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia..

Pada Juni 2024, rupiah kembali menembus level Rp16.400/US$, menjadi titik terendah sejak masa pandemi April 2020..

Sebagai contoh, dolar AS dan obligasi pemerintah AS. turut berperan penting. sering terjadi ketika Kepanikan membuat investor global menarik. Tak hanya itu, a dari emerging markets dan memindahkannya ke aset aman..

(3) April 2001 Memasuki era reformasi, rupiah kembali tertekan pada April 2001 hingga bergerak di kisaran Rp10.500 sampai Rp12.000/US$..

Rupiah tertekan tajam pada April 2025 setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif global yang agresif pada 2 April 2025..

Jakarta, Equityworld Futures – Rupiah kembali tertekan. Tak hanya itu, mencetak rekor pelemahan baru terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (23/4/2026). turut berperan penting..

Pada periode ini, kurs rupiah merosot dari sekitar Rp2.500/US$ menjadi kisaran Rp3.000an/US$ Tekanan spekulasi yang sangat kuat membuat Bank Indonesia akhirnya meninggalkan sistem managed floating sekaligus beralih ke kurs mengambang bebas..

Mengacu data Refinitiv, per pukul 09.32 WIB rupiah melemah 0,79% ke posisi Rp17.305/US$.

Pemicu utamanya adalah ketidakpastian politik yang meningkat, saat ketegangan antara Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dengan DPR. Tak hanya itu, MPR memuncak seiring rencana sidang istimewa untuk pemberhentian presiden. turut berperan penting..

// .

(5) September 2015 Tekanan besar bagi rupiah kembali terjadi pada 2015.

Pelemahan ini terjadi hanya sehari setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate di level 4,75% dalam RDG 21-22 April 2026..

Di sisi lain, Donald Trump menyatakan tidak memiliki rencana memecat Ketua The Fed Jerome Powell, meredam kekhawatiran soal independensi bank sentral AS..

Penembakan mahasiswa Universitas Trisakti pada 12 Mei 1998 memicu kerusuhan besar, penjarahan,. Di samping itu, pembakaran di Jakarta serta sejumlah kota lain, membuat investor menarik dana besar besaran juga perlu diperhatikan..

Pada September sampai Oktober 2018, rupiah melemah seiring gejolak di sejumlah negara emerging market.

Salah satu masa kelam rupiah juga terjadi pada 2008.

Bahkan rupiah sempat menyentuh Rp16.970/US$ pada 9 April 2025 pukul 09.40 WIB, yang menjadi posisi terlemah intraday sepanjang masa..

Pada Selasa 8 April 2025 rupiah ditutup melemah 1,84% ke level Rp16.850/US$..

Depresiasi yang terus memburuk kemudian mendorong pemerintah meminta bantuan International Monetary Fund (IMF).

Data Refinitiv pemperlihatkan pada 16 Juni 1998, rupiah ambruk hingga ditutup pada level terendah sepanjang masa di level 15.200/US$.

Setelah sempat menutup perdagangan Kamis 15 Januari 2026 di Rp16.880/US$, tekanan berlanjut hingga pada perdagangan Senin 19 Januari 2026 rupiah ditutup di Rp16.935/US$. Selain itu, menjadi level penutupan terlemah sepanjang masa…

Level tersebut menjadi posisi terlemah rupiah sepanjang masa yang baru secara intraday, sekaligus menandai bahwa mata uang Garuda kini telah menembus level psikologis baru di Rp17.300/US$..

Pada Oktober sampai November tahun itu, tekanan rupiah datang dari luar negeri melalui Krisis Finansial Global yang berawal dari runtuhnya pasar perumahan AS. Selain itu, memuncak saat Lehman Brothers bangkrut pada September 2008…

Dari dalam negeri, defisit APBN 2025 sebesar 2,92% atau Rp695,1 triliun turut menambah tekanan, seiring meningkatnya kekhawatiran investor asing terhadap kondisi fiskal Indonesia.

BI sendiri menegaskan risiko global, termasuk dampak perang di Timur Tengah, menjadi salah satu alasan utama tetap menahannya suku bunga acuan..

Dalam sejarahnya, mata uang Garuda beberapa kali masuk ke fase sulit, mulai dari krisis moneter, gejolak politik dalam negeri, hingga guncangan global yang mendorong arus. Selain itu, a keluar ke aset aman…

Hingga 14 September 2015, rupiah tercatat melemah 15,87% sepanjang tahun tersebut dengan ditutup di level Rp14.645/US$ di bulan tersebut..

Alasannya adalah pasar menilai ruang pemangkasan suku bunga The Fed lebih sempit dari ekspektasi awal sehingga berdampak pada Investor global kembali memprioritaskan aset berbasis dolar…

Level ini menjadi posisi terlemah rupiah sepanjang masa secara intraday, sekaligus menandai jebolnya level psikologis baru di Rp17.300/US$..

Nilai tukar rupiah sempat menyentuh Rp16.550/US$. Di samping itu, anjlok 13,67% sepanjang Maret 2020, bahkan menembus level psikologis Rp16.000/US$ yang menjadi level terlemah sejak krisis 1998 juga perlu diperhatikan..

Tekanan terutama berasal dari faktor eksternal, yakni kebijakan suku bunga The Fed yang bertahan tinggi lebih lama terjadi karena inflasi AS belum turun sesuai target…

Namun, secara intraday rupiah sempat menyentuh level 16.800/US$..

Pelaku pasar mencermati arah kebijakan The Fed di tengah rilis data ekonomi AS yang relatif solid, mulai dari inflasi produsen November yang naik tipis hingga penjualan ritel yang lebih kuat dari perkiraan..

Meski demikian, pasar masih memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga pada pertemuan akhir bulan, dengan peluang pemangkasan mulai terbuka pada pertengahan tahun..

Memasuki awal 2026, rupiah kembali mencatat level terlemah sepanjang masanya.

Namun, tekanan terhadap rupiah belum juga mereda.

Depresiasi dipicu berkurangnya arus modal asing akibat sentimen global, terutama normalisasi kebijakan moneter Bank Sentral AS, ditambah lagi dengan devaluasi yuan China…

Pasar masih sangat sensitif terhadap berbagai faktor eksternal, terutama ketidakpastian perang AS-Israel dengan Iran, kembali memanasnya ketegangan di Selat Hormuz, lonjakan permintaan terhadap dolar AS sebagai aset aman, serta tingginya volatilitas pasar keuangan global..

Salah satu momen pelemahan rupiah yang cukup dalam terjadi pada Maret 2020.

Setelah sebelumnya menembus level psikologis Rp17.000/US$. Di samping itu, terus mencetak rekor pelemahan baru, pada perdagangan Kamis (23/4/2026) rupiah kembali terpuruk dan menyentuh Rp17.305/US$ per pukul 09.32 WIB. juga perlu diperhatikan..

Tekanan terhadap rupiah semakin dalam sepanjang April 2026.

Perkembangan terkait Dolar Tembus Rp17.300! Ini Titik Kritis Rupiah dari Rp3.000 – Rp17.000 akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By