0 0
Read Time:4 Minute, 33 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Amukan Trump Datang Bertubi-tubi, Apa yang Akan Dipilih BI Besok? yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Jika kembali dipertahankan pada RDG April ini, maka langkah tersebut akan menjadi kali ketujuh secara beruntun..

Bahkan, pada penutupan perdagangan Jumat (17/4/2026), rupiah juga sempat menyentuh level terlemah sepanjang masa di Rp17.180/US$, atau makin dekat ke level psikologis baru Rp17.200/US$..

Sementara jika ditarik sejak awal tahun atau secara year to date, rupiah telah terdepresiasi 2,79% terhadap dolar AS..

Menurutnya, arah ini sejalan dengan dua hal.

Sebagai contoh, dolar AS. sering terjadi ketika Di tengah masih a, ditambah lagi dengan ya ketidakpastian akibat tensi geopolitik di Timur Tengah antara AS dan Iran, investor cenderung kembali memburu aset safe haven..

Bank Indonesia dijadwalkan menggelar RDG April pada hari ini, Selasa (21/4/2026), dengan hasil keputusan yang akan diumumkan besok, Rabu (22/4/2026)..

Kedua, Bank Indonesia diperkirakan akan mempertahankan BI Rate untuk menopang stabilitas rupiah..

Keputusan tersebut menjadi kali keenam BI menahan suku bunga acuannya secara berturut-turut.

Juniman menambahkan, BI saat ini juga masih harus mencermati tekanan inflasi domestik yang tetap ada, di tengah harga minyak dunia yang masih tinggi..

“Selain itu, tekanan inflasi domestik yang masih relatif tinggi pada Maret, yakni 3,48% secara tahunan, serta kenaikan harga minyak dunia juga membuat BI mempertimbangkan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuannya.

// .

Nilai tukar rupiah saat ini masih menghadapi tekanan dari dolar Amerika Serikat (AS), sejalan dengan penguatan indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia..

Dalam pernyataan resminya pada Maret lalu, BI menegaskan keputusan tersebut diarahkan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah memburuknya kondisi global akibat perang di Timur Tengah, sekaligus menjaga pencapaian sasaran inflasi..

“Menurut saya, untuk RDG April ini skenario dasar yang paling kuat adalah Bank Indonesia menahan BI Rate di 4,75%, bukan menaikkan sekaligus juga belum menurunkannya,” ujar Josua kepada Equityworld Futures…

Hal ini sejalan dengan pan, ditambah lagi dengan gan Kepala Ekonom Bank Maybank Indonesia, Juniman, yang memperkirakan BI masih akan menahan suku bunga acuannya pada April 2026…

Konsensus yang dihimpun Equityworld Futures dari 14 lembaga/institusi menunjukkan hasil yang kompak.

Pada RDG BI terakhir di Maret 2026, BI kembali memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 4,75%.

“Kami memperkirakan Bank Indonesia akan mempertahankan BI Rate di level 4,75% pada April 2026.

// .

Sementara itu, pada RDG kali ini BI juga diperkirakan masih akan memilih menahan suku bunga seiring fokus menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan eksternal yang masih tinggi..

Seluruh responden memproyeksikan BI akan kembali mempertahankan BI Rate di level 4,75% pada pertemuan RDG kali ini..

Meski demikian, Josua menilai peluang penurunan BI Rate pada tahun ini tetap masih ada, walaupun sangat terbatas. Tak hanya itu, kemungkinan baru terbuka pada akhir tahun. turut berperan penting..

Hal ini disebabkan oleh tekanan yang masih berlanjut terhadap rupiah akibat ketidakpastian pasar keuangan global sekaligus dampak meningkatnya tensi geopolitik, yakni perang Iran, Israel, dan AS,” ujar Juniman kepada Equityworld Futures…

Saat ini, BI lebih fokus pada stabilitas sektor keuangan domestik dibandingkan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi,” lanjut Juniman..

Alasannya adalah pertumbuhan domestik lemah, melainkan karena tekanan eksternal yang mereda,” ujar Josua.. Akibatnya, “Jadi, pemicu utama penurunan BI Rate bukan terutama…

Menurut dia, skenario dasar paling kuat untuk RDG April kali ini adalah BI mempertahankan BI Rate di level 4,75%, bukan menaikkan. Tak hanya itu, juga belum menurunkannya. turut berperan penting..

Rupiah ambruk korban dari ketidakpastian di Timur TengahΒ yang disulut kebijakan perang Donald Trump yang berkali-kali mengubah pernyataan soal perang..

// .

Nilai tukar rupiah kini telah menembus level psikologisnya di Rp17.000/US$.

Menurut dia, tekanan berkelanjutan terhadap rupiah di tengah ketidakpastian pasar keuangan global. Di samping itu, memanasnya tensi geopolitik menjadi alasan utama BI belum memiliki ruang yang cukup aman untuk melonggarkan kebijakan. juga perlu diperhatikan..

Kondisi ini pada akhirnya mempersempit ruang gerak mata uang lain, termasuk rupiah, yang cenderung melemah..

Secara month to date hingga Selasa (21/4/2026) per pukul 14.10, rupiah telah melemah 0,85% ke level Rp17.143/US$.

Jakarta, Equityworld Futures – Menjelang Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI), pelaku pasar memperkirakan bank sentral masih akan menahan suku bunga acuannya pada pertemuan kali ini..

Pertama, pada RDG Maret 2026 Bank Indonesia sudah menegaskan keputusan mempertahankan BI Rate 4,75% ditujukan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak kondisi global akibat perang Timur Tengah sekaligus menjaga sasaran inflasi 2026-2027..

// .

Pan. Tak hanya itu, gan serupa juga disampaikan Chief Economist Bank Permata, Josua Pardede turut berperan penting..

Perkembangan terkait Amukan Trump Datang Bertubi-tubi, Apa yang Akan Dipilih BI Besok? akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By