Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait SdanP Beri Peringatan ke RI, Apa Saja yang Disorot? yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Di beberapa negara, tekanan ini bahkan mulai memaksa pemerintah mengambil langkah-langkah darurat untuk menahan dampak yang lebih besar..
Sebagai contoh, Selat Hormuz, dampaknya cepat menjalar ke Asia. sering terjadi ketika Saat gangguan terjadi di jalur strategis..
Jakarta, Equityworld Futures – Lembaga pemeringkat global yakni S&P Global baru saja merilis laporan mengenai dampak lonjakan harga energi terhadap kondisi fiskal. Selain itu, eksternal negara-negara Asia Tenggara…
Karena itu, respons tiap negara di Asia pun mulai berbeda-beda, tergantung pada seberapa kuat kondisi fiskal, ketahanan energi,. Di samping itu, ruang kebijakan yang mereka miliki. juga perlu diperhatikan..
Contohnya, itu, posisi likuiditas eksternal Vietnam bisa ikut tergerus dapat dilihat pada Dalam situasi..
Namun, Vietnam tetap dinilai sensitif jika lonjakan biaya impor energi berlangsung lama, apalagi bila disertai keluarnya devisa. Di samping itu, pelemahan cadangan valas. juga perlu diperhatikan..
// .
Oleh sebab itu, menambah tekanan pada sektor eksternal Indonesia. menjadi konsekuensi dari Impor minyak yang makin mahal dapat memperlebar defisit transaksi berjalan,..
Penopangnya adalah pertumbuhan ekonomi yang tinggi, sektor ekspor yang berkembang cepat,. Tak hanya itu, neraca pemerintah yang relatif masih ringan. turut berperan penting..
Namun, lembaga itu juga menilai peringkat Indonesia menjadi salah satu yang paling rentan tertekan bila konflik berkepanjangan, ditambah lagi dengan gangguan pasar energi terus berlanjut…
Menurut S&P, dibanding beberapa negara berkembang besar lain di Asia Tenggara, indikator kredit Indonesia lebih sensitif terhadap pelemahan posisi fiskal maupun eksternal..
Walaupun Di sisi eksternal, Malaysia memang mendapat manfaat dari ekspor gas alam,, S&P mengingatkan negara itu juga tetap merupakan importir bersih produk minyak bumi. masih menjadi prioritas..
Karena ekonominya tetap membutuhkan energi untuk menjaga pertumbuhan, Vietnam kemungkinan tetap harus membeli pasokan energi meski dengan harga mahal..
Namun, kenaikan tersebut dinilai bisa sebagian ditutup oleh tambahan penerimaan dari royalti energi, ditambah lagi dengan pajak korporasi…
Walaupun Pemerintah Vietnam memang tidak memberi subsidi energi secara langsung,, telah menangguhkan beberapa pajak. Selain itu, menambah dana ke Fuel Price Stabilization Fund untuk menahan kenaikan harga ritel.. masih menjadi prioritas..
Indonesia menjadi salah satu sorotan utama.
Harga energi yang lebih tinggi berpotensi menaikkan beban subsidi, sehingga berdampak pada bisa membebani APBN. Di samping itu, memperlebar defisit fiskal. juga perlu diperhatikan…
Meski demikian, S&P menilai Thailand masih punya bantalan penting, yakni kondisi moneter. Tak hanya itu, eksternal yang cukup kuat, pasar keuangan domestik yang berkembang, serta inflasi yang masih relatif rendah turut berperan penting..
Vietnam dalam beberapa tahun terakhir telah menjadi net importer minyak mentah sekaligus produk minyak olahan…
Meski Kenaikan harga minyak tidak berhenti di pasar energi saja,, namun langsung merembet ke harga BBM, ongkos transportasi, biaya produksi, hingga daya beli masyarakat tetap penting..
Untuk Thailand, S&P melihat tekanan terutama datang dari risiko perlambatan ekonomi, ditambah lagi dengan kenaikan utang pemerintah bila krisis energi memburuk..
Namun, gangguan dinilai masih bisa bertahan selama berbulan-bulan, apalagi jika kerusakan infrastruktur energi di Timur Tengah membuat produksi minyak. Di samping itu, gas tidak cepat pulih. juga perlu diperhatikan..
Alasannya, Malaysia masih memiliki produksi energi domestik yang cukup besar serta struktur ekonomi yang lebih terdiversifikasi..
S&P juga menyoroti bahwa meski kebijakan fiskal Thailand dalam beberapa tahun terakhir lebih longgar, defisitnya masih tergolong moderat, sedikit di atas 3% dari PDB di level general government..
Faktor-faktor itu dinilai membantu Thailand bertahan dari tekanan yang lebih besar..
Sebagai catatan, lembaga pemeringkat global memang se. Selain itu, g menaruh perhatian besar terhadap kondisi Indonesia…
S&P menilai rating Malaysia masih cukup kuat menghadapi skenario yang lebih buruk.
Namun, dorongan itu masih tertahan oleh melemahnya penjualan produk energi, misalnya batu bara, minyak mentah,. Selain itu, gas alam….
Moody’s Ratings pada 5 Februari 2026 mengubah outlook sovereign Indonesia menjadi negative dari stable, sambil mempertahankan peringkat di level Baa2..
Meski begitu, S&P juga melihat Indonesia masih memiliki sejumlah penahan tekanan.
Menurut S&P, faktor-faktor ini dapat membantu menahan pelebaran defisit. Di samping itu, menjaga rasio pembayaran bunga anggaran agar tidak melonjak terlalu tajam juga perlu diperhatikan..
Peringatan dari S&P Global terhadap Indonesia. Selain itu, juga negara-negara tetangga sebenarnya tidak berdiri sendiri…
Beban bunga utang pemerintah juga bisa meningkat jika inflasi yang lebih tinggi mendorong suku bunga pasar naik lebih lanjut..
S&P menjelaskan, ketahanan fiskal. Tak hanya itu, eksternal negara-negara tersebut bisa terkikis bila pasar energi dunia tidak segera normal dalam beberapa bulan ke depan turut berperan penting..
Dari sisi eksternal, S&P mencatat ekspor Indonesia tahun ini masih tumbuh, didukung oleh penjualan kelapa sawit, nikel, kendaraan,. Di samping itu, panel surya yang lebih kuat. juga perlu diperhatikan..
Tekanan akibat lonjakan harga energi juga se. Di samping itu, g dirasakan banyak negara Asia lainnya juga perlu diperhatikan..
// .
Di saat yang sama, kenaikan harga komoditas juga berpotensi menopang penerimaan negara..
Memang, lonjakan harga energi tetap bisa memperbesar subsidi, ditambah lagi dengan membebani fiskal..
Pemerintah dinilai berupaya membatasi dampak fiskal dengan tetap mempertahankan harga BBM subsidi, sambil memangkas sebagian pengeluaran di program makan bergizi gratis untuk mengimbangi kenaikan biaya energi..
Sementara itu, Vietnam dinilai masih memiliki bantalan yang cukup kuat untuk menghadapi dampak perang, setidaknya dalam asumsi dasar S&P saat ini.
Pemerintah juga disebut tetap ingin menjaga defisit fiskal tahun ini mendekati 3% dari PDB..
Dalam skenario dasar mereka, intensitas perang diperkirakan mencapai puncaknya, ditambah lagi dengan penutupan efektif Selat Hormuz mulai mereda pada April…
Jika harga energi dunia kembali melonjak, pertumbuhan ekspor Indonesia berpotensi ikut terdorong, ditambah lagi dengan sedikit membantu mengimbangi kenaikan tagihan impor minyak…
Dengan pasar obligasi domestik yang dalam, biaya pinjaman pemerintah juga dinilai dapat tetap terjaga..
Selain itu, utang pemerintah bersih Thailand sekitar 50% dari PDB, sehingga berdampak pada masih memberi ruang untuk menyerap guncangan sementara..
Kawasan ini memang menjadi yang paling rentan ketika pasokan energi global terganggu, terjadi karena sebagian besar negara masih bergantung pada impor minyak, terutama dari Timur Tengah, sementara ca. Selain itu, gan energi dan diversifikasi sumber pasokannya juga belum kuat….
S&P menegaskan bahwa peringkat utang Indonesia saat ini berada di level BBB/Stable/A-2..
Untuk Malaysia, S&P menilai negara dengan julukan Negeri Jiran tersebut relatif lebih siap menghadapi guncangan energi global..
Ada yang menahan gejolak lewat subsidi, ada yang mendorong penghematan energi, sekaligus ada pula yang mulai membatasi aktivitas tertentu agar konsumsi energi tidak melonjak…
Dalam laporan itu, S&P menyoroti empat negara utama di kawasan, yakni Indonesia, Malaysia, Thailand,. Tak hanya itu, Vietnam, yang dinilai sama-sama akan menghadapi tekanan jika gejolak energi global akibat konflik Timur Tengah berlangsung lebih lama. turut berperan penting..
Dalam skenario guncangan energi yang tajam, pertumbuhan ekonomi Thailand berpotensi turun lebih dalam, bahkan bisa terdorong ke bawah 2% pada 2026..
Perkembangan terkait SdanP Beri Peringatan ke RI, Apa Saja yang Disorot? akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Purbaya: Implementasi Pemberian Insentif Belum Mulus
- 552 Ribu Penumpang Padati Layanan KAI Yogya-Solo dan Prameks | Equityworld Futures