Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Porsi Asing di Surat Utang RI Tinggal 12,58%, Terendah dalam 19 Tahun yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Artinya, ketika investor global keluar dari pasar negara berkembang, tekanan ke pasar SBN Indonesia tidak sebesar saat asing masih sangat dominan..
Namun jika dibandingkan dengan Januari 2026 yang mencapai Rp878,75 triliun, maka masih terjadi penurunan sebesar Rp20,72 triliun..
Tidak hanya dari sisi persentase, data DJPPR juga memperlihatkan bahwa secara nominal kepemilikan investor asing di SBN masih lebih rendah dibandingkan posisi awal tahun..
Artinya, sejak awal tahun hingga 10 April 2026, porsi kepemilikan asing di SBN telah turun 0,59 poin persentase.
// .
Memang angka ini sedikit naik dibandingkan posisi Maret 2026 yang sebesar Rp853,56 triliun.
Posisi ini menjadi yang terendah sejak November 2006 atau 19 tahun lebih, ketika porsinya masih berada di 12,34%..
Setelah itu, porsinya turun menjadi 12,97% pada Februari, kembali turun ke 12,61% pada Maret,. Selain itu, menyusut lagi ke 12,58% per 10 April 2026…
Di tengah tingginya ketidakpastian global, kuatnya dolar Amerika Serikat (AS), serta masih sensitifnya pasar keuangan terhadap sentimen eksternal, minat asing terhadap SBN domestik terlihat belum pulih sepenuhnya..
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan. Tak hanya itu, Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan per 10 April 2026, porsi kepemilikan asing di pasar SBN tercatat tinggal 12,58% turut berperan penting..
Data tersebut menunjukkan investor asing masih terus mengurangi eksposurnya di pasar obligasi pemerintah Indonesia.
Merujuk data DJPPR, kepemilikan asing di SBN pada awal 2026 masih berada di level 13,17% pada Januari.
Jika dibandingkan dengan posisi April 2025 yang sebesar 14,36%, maka penurunannya mencapai 1,78 poin persentase..
Jakarta, Equityworld Futures – Porsi kepemilikan investor asing di Surat Berharga Negara (SBN) Indonesia terus menurun..
Hal ini disebabkan oleh ketergantungan terhadap aliran modal asing menjadi lebih kecil, akibatnya Di satu sisi, kondisi ini bisa menjadi bantalan bagi pasar keuangan domestik..
Dalam beberapa tahun terakhir, porsi asing memang terus menyusut dari level yang sebelumnya sempat sangat besar, bahkan pernah menyentuh kisaran 40% pada periode 2014-2017..
// .
Penurunan ini membuat porsi kepemilikan asing di SBN kini berada di titik terendah dalam hampir 20 tahun..
Per 10 April 2026, nilai kepemilikan asing tercatat sebesar Rp858,03 triliun.
Turunnya kepemilikan asing ini sekaligus menunjukkan bahwa pasar SBN Indonesia kini semakin banyak ditopang oleh investor domestik.
Perkembangan terkait Porsi Asing di Surat Utang RI Tinggal 12,58%, Terendah dalam 19 Tahun akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- BNI Tawarkan Diskon Buka Bersama hingga Rp200 Ribu | Equityworld Futures
- Friderica Widyasari Dewi Jalani Fit and Proper Test ADK OJK | Equityworld Futures