Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Mengapa Blokade Hormuz Ala Trump Jadi Judi Berbahaya? yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Ernest Censier dari Vortexa memperkirakan Iran bisa dipaksa mengurangi produksi dalam waktu 20 hari jika blokade berjalan penuh. Selain itu, efektif..
Namun di saat yang sama, Iran masih tetap bisa mengekspor minyaknya, meski dalam volume yang lebih kecil.
Hampir seluruh pakan ternak sekaligus minyak nabati Iran bergantung pada bahan baku impor..
Dia juga mengingatkan bahwa Iran pernah menghadapi tekanan serupa.
Jika pasokan ini terganggu, harga pangan bisa melonjak lebih tajam.
Belum lagi ancaman serangan terhadap kapal-kapal di Laut Merah oleh kelompok Houthi di Yaman yang bersekutu dengan Iran..
Esfandyar Batmanghelidj dari Bourse & Bazaar Foundation mengatakan Iran sejak awal sudah memperkirakan ekspor minyaknya akan terganggu akibat perang..
Kebijakan yang mulai berlaku pada 13 April itu bukan hanya berpotensi memperparah krisis energi global,. Akan tetapi juga dapat memicu eskalasi konflik baru di kawasan. tidak boleh diabaikan..
Jika sebelumnya banyak pihak menduga Iran yang akan sepenuhnya menutup Selat Hormuz, kini justru AS yang mengambil langkah blokade..
Dengan kondisi gencatan senjata yang rapuh, Iran dinilai tidak punya banyak insentif untuk membuka kembali jalur tersebut.
Secara ekonomi. Di samping itu, politik, tujuan blokade ini diduga untuk memutus sumber utama pemasukan Iran dan memaksa Teheran memberi konsesi dalam perundingan damai, terutama terkait program nuklir juga perlu diperhatikan..
Dari sisi militer, rencana ini dinilai memungkinkan untuk dilakukan.
Satu kapal tanker berbendera Liberia juga tercatat melintas.
Di saat yang sama, dampaknya ke pasar energi global juga menjadi perhatian besar.
Banyak Negara Bisa Terdampak, Hukum Internasional Ikut Dipertaruhkan.
Di hari yang sama, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa blokade akan diberlakukan secara imparsial, sesuai hukum internasional, terhadap kapal dari negara mana pun yang pernah melintasi pelabuhan atau wilayah pesisir Iran..
Sebagian besar jagung Iran juga berasal dari Brasil. Tak hanya itu, Ukraina melalui pelabuhan di atau dekat kawasan Teluk turut berperan penting..
Kerentanan yang lebih besar justru ada pada kedelai.
Karena itu, blokade tersebut dinilai bukan hanya soal perang. Tak hanya itu, energi,. Akan tetapi juga soal makin rapuhnya tatanan dunia berbasis aturan. turut berperan penting. tidak boleh diabaikan..
Bahkan, tekanannya bisa mulai terasa dalam 10 hari..
Walaupun Sebagian pasokan itu memang bisa diganti lewat Rusia. Selain itu, Kazakhstan melalui Laut Kaspia atau jalur darat,, dengan biaya lebih mahal.. masih menjadi prioritas..
Menurutnya, Iran kemungkinan masih bisa bertahan sekitar enam bulan dengan mencetak uang, menjual sekitar 100 juta barel minyak yang disimpan di kapal terapung di lepas pantai Malaysia sekaligus China, serta memperoleh kredit informal dari pemasok impor…
Risiko itu akan semakin besar jika Iran benar-benar menyerang fasilitas produksi, pipa,. Di samping itu, pelabuhan minyak milik Arab Saudi, Uni Emirat Arab, serta negara Teluk lainnya juga perlu diperhatikan..
Iran masih bergantung pada sebagian impor lewat jalur laut.
Pesan yang ingin disampaikan Trump adalah, jika kargo tidak bisa melintas dengan bebas, maka kargo Iran juga tidak boleh menikmati jalur itu..
Menurutnya, AS tidak harus menangkap semua kapal, cukup beberapa kapal untuk memberi sinyal tegas..
Blokade ini juga berisiko menyeret banyak negara.
Alasan utama AS melakukan blokade ini adalah terjadi karena ancaman Iran telah menekan lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz secara drastis…
China sendiri sejak lama khawatir terhadap kemungkinan blokade di sekitar Selat Malaka jika suatu saat perang pecah di Pasifik..
Namun Trump pada 12 April 2026 mengatakan pembayaran semacam itu bisa menjadi alasan untuk melakukan pencegatan..
AS mungkin hanya perlu menghentikan beberapa kapal untuk membuat kapal lain mengurungkan niat melintas.
Jakarta, Equityworld Futures – Keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk memberlakukan blokade terhadap lalu lintas kapal ke sekaligus dari pelabuhan serta wilayah pesisir Iran dinilai menjadi langkah yang sangat berisiko..
Langkah tersebut muncul di tengah perang yang dimulai sejak 28 Februari, saat AS. Tak hanya itu, Israel menyerang Iran turut berperan penting..
Selain itu, minyak yang ditujukan ke China, Pakistan,. Di samping itu, Thailand juga tercatat keluar dari Hormuz pada hari-hari setelah gencatan senjata juga perlu diperhatikan..
Iran juga disebut masih mengizinkan sebagian kapal melintas dengan syarat membayar biaya tertentu..
Bahkan, Iran hampir pasti akan kembali menyerang kapal-kapal netral.
Sebagai gambaran, AS pernah menyita 10 kapal tanker yang terkait dengan Venezuela dalam periode Desember hingga Februari.
Prancis. Di samping itu, Turki, yang merupakan sekutu AS, juga disebut pernah mengirim kapal melalui jalur tersebut dengan persetujuan Iran. juga perlu diperhatikan..
Jika Trump berhasil memutus arus devisa Iran, menciptakan tekanan ekonomi besar,. Akan tetapi tetap mampu menahan lonjakan harga minyak, menjaga arus komoditas, membatasi eskalasi militer,. Tak hanya itu, mengelola diplomasi yang rumit, makaΒ dia bisa kembali ke meja perundingan dengan posisi lebih kuat turut berperan penting. tidak boleh diabaikan..
Di sisi lain, meski sebagian pejabat AS menilai China kemungkinan tidak akan menantang blokade ini, menerima langkah tersebut tetap dinilai berbahaya terjadi karena menciptakan preseden baru..
Namun masalahnya, Iran tampaknya merasa telah memenangkan adu ketahanan tahap pertama melawan AS.
Iran berhasil bertahan dari perang, tetap mempertahankan material nuklirnya,, ditambah lagi dengan masih memegang kendali ketat atas Hormuz…
Padahal, harga makanan di Iran pada Maret sudah 110% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu..
Contohnya, itu tetap berisiko memicu kemarahan negara-negara sahabat. dapat dilihat pada Namun langkah..
Kondisi ini bisa memaksa negara-negara pengimpor menguras ca. Tak hanya itu, gan energi yang sudah terbatas, dan berpotensi mendorong harga kontrak berjangka minyak Brent mendekati US0 per barel pada akhir April. turut berperan penting..
Purnawirawan laksamana muda AS Mark Montgomery mengatakan AS relatif mudah untuk menghentikan, menaiki,, ditambah lagi dengan menyita kapal..
Sekitar seperlima impor gandumnya, yang merupakan bahan pangan pokok, sebelumnya datang dari Uni Emirat Arab.
Artinya, kapal-kapal India juga bisa terkena dampak.
Walaupun Hilangnya produksi minyak Iran saja mungkin belum cukup menjadi bencana,, masalahnya situasi ini datang bersamaan dengan tertahannya pasokan minyak Teluk yang jauh lebih besar akibat Selat Hormuz yang sebagian besar masih tertutup. masih menjadi prioritas..
Pada 2020, ekspor minyak mentah Iran sempat turun di bawah 400.000 barel per hari, dari 2,2 juta barel per hari pada 2018,. Akan tetapi Iran tetap mampu bertahan. tidak boleh diabaikan..
Secara teori, Iran memang berada dalam posisi rentan..
Trump berharap tekanan ekonomi bisa memaksa Iran membuka kembali jalur strategis itu, setelah serangan militer belum membuahkan hasil yang diinginkan..
Secara lebih luas, keputusan Trump ini juga menambah tekanan terhadap prinsip kebebasan navigasi. Selain itu, hukum internasional..
Sebagai contoh,, membantah telah membayar biaya agar kapalnya bisa melintas sering terjadi ketika India,..
Namun, tidak semua pihak yakin tekanan ini akan langsung membuat Iran menyerah.
Pada Sabtu (11/4/2026), dua kapal tanker besar milik perusahaan China yang mengangkut minyak Irak sekaligus Arab Saudi tetap melintas di Selat Hormuz..
Perkembangan terkait Mengapa Blokade Hormuz Ala Trump Jadi Judi Berbahaya? akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Dari Utusan Khalifah ke Cheng Ho: Bagaimana Islam Berkembang di China? | Equityworld Futures
- Harga Emas Galeri 24, UBS, Antam dan Antam Retro Hari Ini Melonjak Semua | Equityworld Futures