0 0
Read Time:2 Minute, 33 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Gencatan Senjata Rapuh, Emas Masih Unjuk Gigi yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Walaupun “Berita utama tentang gencatan senjata sangat menggembirakan bagi emas,, harga telah turun dari level tertinggi baru-baru ini terjadi karena mulai terlihat keretakan,” tambahnya.. masih menjadi prioritas..

Hal ini disebabkan oleh didukung oleh pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) sekaligus di tengah sikap investor yang sedang menilai ketahanan gencatan senjata yang rapuh antara AS dan Iran., akibatnya Jakarta, Equityworld Futures – Harga emas global cenderung sumringah sepanjang pekan ini,…

Merujuk Refinitiv, harga emas di perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (10/4/2026), ditutup di posisi US$ 4.747,49 per troy ons.

Dalam sepekan, indeks dolar terkoreksi 0,53%..

Hal ini pada gilirannya dapat mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil, meskipun emas secara tradisional merupakan aset lindung nilai terhadap inflasi..

// .

Sementara tidak ada tanda-tanda Iran telah mencabut blokade Selat Hormuz..

“Jika kenaikan suku bunga The Fed dihindari, kami pikir harga emas bisa pulih, sementara penyelesaian konflik juga akan mendukung, kemungkinan akan kembali memfokuskan perhatian pada penurunan nilai mata uang fiat,” kata analis Morgan Stainley..

Alasannya adalah para pelaku mencoba menafsirkan apa arti gencatan senjata tersebut,” kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures, dikutip dari Reuters, Sabtu (11/4/2026).. Akibatnya, “Melemahnya dolar AS telah membantu emas kembali pulih,. Akan tetapi ada kehati-hatian di pasar. tidak boleh diabaikan…

Namun dalam sepekan terakhir, emas melonjak 1,54% secara point-to-point..

Dolar AS yang lebih lemah membuat emas batangan lebih terjangkau bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.

Israel membombardir lebih banyak target di Lebanon, yang menurut Teheran harus dimasukkan dalam gencatan senjata.

Morgan Stanley mengatakan bahwa mereka memperkirakan harga emas akan stabil sepanjang kuartal kedua 2026 sebelum pulih kembali pada semester kedua tahun ini..

Pada perdagangan kemarin, indeks dolar (DXY) terpantau melemah 0,12% ke 98,69.

Kegagalan negosiasi. Tak hanya itu, kembali memanasnya perang berisiko mendorong kenaikan biaya energi dan inflasi, yang dapat memaksa bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) untuk mempertahankan suku bunga lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama. turut berperan penting..

Perkembangan terkait Gencatan Senjata Rapuh, Emas Masih Unjuk Gigi akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By