Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait 206 Juta Barel Minyak Menguap di Hormuz, Setara 103 Menara Eiffel yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Irak jatuh paling dalam, ekspor dari 94 juta barel tersisa 17 juta barel.
// .
Untuk memahami skalanya, Al Jazeera menggambarkannya dengan satu kapal Very Large Crude Carrier (VLCC) panjang 330 meter, hampir setinggi Menara Eiffel..
Dalam peta energi global, kehilangan 206 juta barel dalam sebulan membentuk ulang arus perdagangan, menggeser harga, sekaligus menguji ketahanan sistem logistik dunia…
Bagi negara pengekspor, ini berarti penerimaan devisa yang menyusut dalam waktu singkat..
Dalam situasi, misalnya ini, pasar tidak menunggu stabilitas ia langsung mencari keseimbangan baru…
Ketika 206 juta barel tak sampai ke kilang, yang hilang bukan hanya komoditas mentas, itu berarti miliaran liter bahan bakar yang tidak pernah diproduksi, penerbangan yang lebih mahal, logistik yang tersendat..
Kuwait turun dari 35 juta menjadi 9 juta barel.
Pada US$100, nilainya naik ke US$20,6 miliar.
Kehilangan 206 juta barel berarti setara 103 VLCC yang tak pernah berlayar..
Dengan asumsi harga US$80 per barel, nilai minyak yang hilang mencapai US$16,4 miliar.
Sentimen utama datang dari serangan terhadap fasilitas energi Arab Saudi yang memangkas produksi sekitar 600 ribu barel per hari.
Jakarta, CNBC Indonesia- Perang membuat Selat Hormuz mencekam bak neraka..
Ini angka riilnya yakni 206 juta barel minyak menghilang dari arus perdagangan dunia antara Februari. Selain itu, Maret 2026…
Estimasi ini merujuk pada perhitungan berbasis harga pasar menurut Trading Economics..
Selain itu, aliran minyak melalui East-West Pipeline ikut terganggu hingga 700 ribu barel per hari..
Berdasarkan data Refinitiv hingga pukul 13.52 WIB, Brent berada di level US$96,68 per barel atau melemah 0,8%, sementara West Texas Intermediate (WTI) di US$98,81 per barel atau turun 0,9%..
Sebagian muatan yang seharusnya melintas kini hanya tercatat sebagai selisih, ditambah lagi dengan hilang di antara angka…
Bahkan per hari ini, harga minyak dunia kembali bergerak naik pada perdagangan Jumat (10/4/2026), di tengah eskalasi risiko geopolitik yang kembali menjadi perhatian pasar..
Satu kapal mengangkut sekitar 2 juta barel.
Dari jumlah itu, sekitar 43% menjadi bensin, atau kira-kira 73 liter.
Satu pengecualian muncul di Oman, yang justru naik dari 25 juta ke 29 juta barel, beruntungnya, jalur ekspornya berada di luar titik rawan konflik..
// .
Volume tersebut bisa membawa sebuah kendaraan hingga 730 kilometer..
Negara importir menghadapi tekanan biaya, sementara produsen di luar kawasan konflik mendapatkan ruang untuk mengisi celah.
Krisis ini tidak menghentikan produksi sepenuhnya.
Walaupun Minyak tetap dipompa,, perjalanan dari sumur ke konsumen terputus di beberapa titik. masih menjadi prioritas..
Ketegangan yang melibatkan Iran, Amerika Serikat,, ditambah lagi dengan Israel membuat jalur pelayaran utama di sekitar Selat Hormuz masuk kategori berisiko tinggi…
Jika pasar bergerak ke US$120, angka kerugian menyentuh US$24,7 miliar.
Satu barel minyak mentah setara 159 liter.
Dalam waktu hampir enam pekan konflik berlangsung, sekitar 2,4 juta barel per hari kapasitas pengolahan minyak dilaporkan tidak beroperasi akibat kerusakan infrastruktur di kawasan Teluk..
Qatar kehilangan hampir dua pertiga volumenya, Arab Saudi, jangkar utama pasar minyak global pun terkoreksi dalam, Uni Emirat Arab ikut tertekan, dari 94 juta menjadi 69 juta barel..
Meski Minyak tetap ada di perut bumi,, namun tak semuanya bisa keluar. tetap penting..
Akhirnya, dampak menjalar ke sistem energi global.
Premi asuransi melonjak, operator kapal menahan pergerakan, sebagian pelabuhan mengalami hambatan operasional.
Data yang dihimpun KPLER. Tak hanya itu, divisualkan oleh Al Jazeera (AJLabs) mencatat, total ekspor dari enam negara Arab anjlok dari 469 juta barel menjadi 263 juta barel turut berperan penting..
Dalam hitungan satu bulan, pasar global kehilangan volume yang setara dengan 103 kapal tanker raksasa.
Pasokan mengetat, volatilitas harga meningkat, pelaku pasar menyesuaikan ekspektasi..
Lautnya tetap luas, jalur pelayarannya tak berubah. Yang hilang, kapal-kapal raksasa yang seharusnya mengangkut minyak..
Perkembangan terkait 206 Juta Barel Minyak Menguap di Hormuz, Setara 103 Menara Eiffel akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equity World Trillium Surabaya – Emas Masih Jadi Safe Haven di Tengah Gejolak Ekonomi
- Equity World Trillium Surabaya – Pelemahan harga emas terjadi di tengah beberapa kenaikan di pasar yang didorong aspek risiko