Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Tak Cuma Rusia-China, Diam-Diam Negara Kecil Ini Untung dari Perang yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Meski pemerintah berusaha menahannya lewat pembangunan infrastruktur, ditambah lagi dengan tetap menjaga inflasi inti serta defisit fiskal, masalah mulai terlihat…
Namun kini China tampaknya mulai mengubah arah.
Harga minyak yang tinggi hanya menjadi satu dari serangkaian kabar baik bagi Guyana..
Selama bertahun-tahun, Rusia memang agresif menjual keahlian teknologinya di sektor nuklir ke Asia, meski hasilnya masih terbatas..
Gelombang diplomasi energi baru ini memunculkan kemungkinan bahwa keputusan Presiden Donald Trump untuk berperang dengan Iran justru tanpa sengaja mengubah peta politik Asia.
Pada awal Maret, Beijing sempat menghentikan ekspor produk minyak olahan demi memperkuat ca. Selain itu, gannya yang memang sudah besar..
Jika ditambah premi sekitar US$10 per barel di atas harga pasar, bonus perang yang dinikmati Guyana bisa melampaui 90%..
Misalnya, perusahaan energi milik negara Taiwan pada 27 Maret mengumumkan rencana untuk menghidupkan kembali sebuah pembangkit listrik tenaga nuklir.
Wakil Per. Tak hanya itu, a Menteri Rusia juga mengatakan pada Maret bahwa negaranya sedang mengalihkan ekspor gas alam dari Eropa ke negara-negara yang ingin membangun hubungan jangka panjang dan konstruktif dengan Moskow. turut berperan penting..
Berdasarkan estimasi, pendapatan dari minyak Guyana sudah naik menjadi US$623 juta per pekan, dari sekitar US$370 juta per pekan sebelum perang..
Meski begitu, perusahaan-perusahaan minyak besar justru terus mempercepat pengembangan proyek baru.
Kirill Dmitriev, bos. Di samping itu, a investasi negara Rusia, mengatakan posisi Rusia dalam ekonomi global dan geopolitik akan terdengar jauh lebih kuat saat harga minyak berada di atas US0 per barel juga perlu diperhatikan..
Lalu pada Januari, tentara Amerika Serikat menangkap NicolΓ‘s Maduro, diktator Venezuela.
Setelah itu, bagian pendapatan pemerintah bisa naik menjadi 52% jika tidak ada ekspansi tambahan..
Setelah dia lengser, eksplorasi kembali dimulai di beberapa area yang sebelumnya dibatasi di Blok Stabroek, la. Tak hanya itu, g raksasa sekitar 200 kilometer ke arah Atlantik yang menjadi sumber utama minyak dan gas Guyana. turut berperan penting..
Para diplomat Rusia di berbagai negara Asia, mulai dari Pakistan hingga Sri Lanka, disebut menawarkan bantuan untuk memediasi penjualan bahan bakar guna mengurangi tekanan pasokan..
Langkah itu diambil untuk menambah pasokan minyak, ditambah lagi dengan menahan kenaikan harga..
Contohnya, itu Rusia menjadi pihak yang tak mungkin diabaikan. dapat dilihat pada Menurutnya, dalam kondisi..
Pada September lalu, Presiden Irfaan Ali yang berhaluan sentris kembali terpilih, sehingga berdampak pada menenangkan investor yang sebelumnya khawatir terhadap lonjakan kelompok sayap kanan…
Kebijakan itu justru memperdalam kecemasan di kawasan..
Namun lonjakan harga akibat perang membuat biaya historis perusahaan diperkirakan lunas pada akhir 2026, atau setahun lebih cepat dari jadwal.
Pemerintah sudah menurunkan bea bahan bakar menjadi nol. Tak hanya itu, menekan GuyOil agar membatasi kenaikan harga turut berperan penting..
Melihat peluang besar itu, operator Blok Stabroek yang merupakan konsorsium yang dipimpin ExxonMobil, ingin menaikkan produksi 2,5% menjadi 940.000 barel per hari.
Namun operator swasta tetap menaikkan harga, sehingga berdampak pada Presiden Irfaan Ali sampai meminta patriotisme ekonomi…
Meski begitu, banyak negara kemungkinan akan menyambut bantuan semacam itu.
Negara tropis dengan penduduk kurang dari 1 juta jiwa itu berada di pesisir timur laut Amerika Selatan.
Biaya makanan, ditambah lagi dengan perumahan sudah naik 75% sejak 2021..
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr., yang selama ini dikenal sebagai pendukung kuat AS. Tak hanya itu, kerap berseteru dengan China terkait sengketa di Laut China Selatan, kini mulai merayu kerja sama dengan Beijing. turut berperan penting..
Banjir uang minyak mendorong pemborosan, bahkan membuka risiko klientelisme.
Guncangan energi saat ini mendorong banyak negara Asia meninjau ulang kebijakan tenaga nuklir mereka.
Upaya Rusia ini juga terbantu oleh kebijakan Departemen Keuangan AS yang menunda sanksi terhadap minyak mentah Rusia yang sudah berada di laut.
Situasi ini memunculkan kembali kekhawatiran soal resource curse atau kutukan sumber daya, yakni ketika ledakan ekspor komoditas justru merusak sektor ekonomi lainnya.
Para pembeli di Asia kini memburu kesepakatan sebelum kelonggaran tersebut berakhir pada 11 April..
Saat ini pemerintah baru menerima 14,5% dari nilai setiap barel, sementara sisanya menjadi bagian konsorsium..
Sebab, ketika harga minyak tinggi terus mengalir ke kas negara, godaan untuk membelanjakannya akan makin besar..
Mantan Menteri Sumber Daya Alam Guyana, Raphael Trotman, mengatakan limpahan uang itu kini benar-benar mulai terasa.
Saat ini empat proyek sudah berjalan dengan dukungan FPSO senilai US$2 miliar per unit.
Meski Peluang itu bukan hanya di sektor minyak,, namun juga di sektor energi lain. tetap penting..
Yang lebih besar dampaknya, Vietnam sekaligus Rusia pekan lalu meneken kesepakatan nuklir yang memang sudah lama diperkirakan, saat Perdana Menteri Vietnam berkunjung ke Moskow…
ExxonMobil se sekaligus g mempercepat FPSO kelima agar mulai beroperasi dalam beberapa bulan ke depan, setahun lebih cepat dari rencana…
Pada 30 Maret, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, mengatakan negaranya siap membantu menjaga keamanan energi global..
Aleksei Zakharov dari Observer Research Foundation, lembaga yang berbasis di Delhi, mengatakan perang Iran telah membuka peluang baru bagi Moskow.
Mantan Menteri Keuangan Guyana, Winston Jor. Tak hanya itu,, menilai limpahan dana minyak saat ini seharusnya lebih banyak disimpan dalam sovereign wealth fund agar belanja pemerintah tidak terlalu agresif turut berperan penting..
Walaupun begitu,, terjadi. masih terjadi meski Penyebab utamanya adalah ekspor minyaknya tumbuh paling cepat di dunia, Guyana kini ikut kecipratan manfaat dari kekacauan di Selat Hormuz.,. Akibatnya,…
Negara lain kemungkinan akan mengambil langkah serupa..
Sekitar dua pertiga minyak negara itu dikirim ke Eropa, yang kini rela membayar premi mahal demi mengamankan pasokan energi.
Pertumbuhan itu bahkan terjadi ketika harga minyak relatif tenang, dengan rata-rata US$69 per barel pada 2025.
Saat keuntungan minyak melonjak, biaya energi yang lebih tinggi justru menekan sektor-sektor lain dalam ekonomi..
Memang, jumlah itu sendiri belum cukup memberi perubahan besar.
FPSO keenam se, ditambah lagi dengan g dibangun, proyek ketujuh dipercepat untuk mulai produksi pada 2028, dan perusahaan juga telah mengajukan proyek kedelapan yang akan menjadi proyek gas alam pertama Guyana..
Industri minyak juga menyedot tenaga kerja terbaik dari sektor lain.
Tahun lalu, Rusia sepakat membantu junta militer Myanmar membangun reaktor modular kecil di dekat Naypyidaw.
Bahkan sebelum perang, pemerintah Guyana sudah memperkirakan pendapatan minyak tahun ini mencetak rekor US$2,8 miliar.
Keuntungan Guyana juga ditopang oleh pasar ekspornya.
Dua bulan kemudian, dalam konferensi COP30 di BelΓ©m, Brasil, Ali juga mempromosikan Guyana sebagai pemimpin dalam bi sekaligus g iklim, dengan janji yang samar untuk menggunakan limpahan uang minyak untuk adaptasi terahadap perubahan iklim…
Namun langkah tersebut bisa menjadi sinyal bahwa China siap membuka ca. Selain itu, gannya lebih luas bila krisis semakin memburuk…
AS memang mengalihkan lebih banyak minyak mentah. Tak hanya itu, gas alam cair (LNG) ke Asia untuk membantu mengurangi kekurangan pasokan turut berperan penting..
Sebagai contoh, terlihat pada proyek gas ke darat untuk pembangkit listrik yang molor bertahun-tahun, ditambah lagi dengan biayanya membengkak hingga enam kali lipat.. sering terjadi ketika Salah satu..
Laju ini menjadi salah satu yang tercepat di dunia..
Di belahan lain dunia, Guyana, negara kecil di Amerika Selatan, juga ikut menikmati durian runtuh dari lonjakan harga energi akibat konflik tersebut..
Pada 2025, pendapatan dari bahan bakar fosil menyumbang sekitar setengah anggaran negara, sementara produksi minyak setara dengan tiga perempat produk domestik bruto (PDB)..
Dalam jangka pendek, langkah ini bisa menahan kenaikan pendapatan pemerintah,. Akan tetapi ke depan berpotensi memperbesar pemasukan. tidak boleh diabaikan..
Konsultan energi Rystad Energy, Radhika Bansal, menilai lonjakan harga minyak justru akan memperdalam ketergantungan Guyana pada sektor energi.
Taiwan langsung menolak tawaran tersebut..
Contohnya,, pada 27 Maret lalu mengumumkan pembelian 2,48 juta barel minyak mentah Rusia, yang menjadi pembelian pertamanya sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022. dapat dilihat pada Filipina,..
Namun jumlahnya dinilai tidak akan cukup untuk menutup seluruh kekurangan yang ada..
Yang paling dikhawatirkan bukan hanya kenaikan harga,. Akan tetapi juga ketidakpastian pasokan tidak boleh diabaikan..
Melansir The Economist, hampir belasan negara Asia, termasuk Indonesia, Thailand,, ditambah lagi dengan Vietnam, tengah mengantre membeli minyak mentah Rusia..
China juga mulai bergerak untuk mengurangi tekanan pasokan energi di kawasan.
Porsi keuntungan Guyana dari minyak sebenarnya masih relatif kecil.
Sejak mulai memproduksi minyak dari la. Tak hanya itu, g lepas pantai yang baru ditemukan pada 2019, ekonomi Guyana sudah tumbuh lima kali lipat turut berperan penting..
Jakarta, Equityworld Futures – Lonjakan harga minyak akibat perang Iran mulai membuka ruang bagi rival-rival Amerika Serikat (AS) untuk memperluas pengaruh di Asia.
Bahkan sekutu dekat AS, misalnya Jepang. Selain itu, Korea Selatan mulai mempertimbangkan langkah serupa, sementara China juga berupaya mencari kesepakatannya sendiri….
Kini, harga minyak bergerak di sekitar US$100 per barel..
Di tengah krisis energi yang membuat banyak negara Asia kesulitan mencari pasokan bahan bakar. Di samping itu, pupuk, Rusia dan China bergerak memanfaatkan situasi. juga perlu diperhatikan..
China dilaporkan telah melepas sekitar 360.000 barel bahan bakar ke Vietnam. Di samping itu, Filipina. juga perlu diperhatikan..
Asia sangat bergantung pada impor energi. Di samping itu, pupuk dari kawasan Teluk, sementara ancaman Iran terhadap Selat Hormuz membuat banyak kapal tertahan. juga perlu diperhatikan..
Jika target itu tercapai, ditambah lagi dengan harga minyak tetap di atas US0 per barel sepanjang 2026, maka ladang minyak Guyana diperkirakan bisa menghasilkan pendapatan US miliar tahun ini..
Angka itu sekitar tiga perempat lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebelum perang..
Guyana memang sangat jauh dari me, ditambah lagi dengan perang..
Melihat peluang, China bahkan sempat menawarkan pasokan energi kepada Taiwan jika pulau itu mau bersatu di bawah pemerintahan Partai Komunis.
Maduro sebelumnya secara agresif mengklaim sebagian wilayah Guyana.
Proyek kesembilan disebut akan diajukan dalam waktu kurang dari setahun..
Perkembangan terkait Tak Cuma Rusia-China, Diam-Diam Negara Kecil Ini Untung dari Perang akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- PT Equityworld Futures Trillium Surabaya – Tingkat Pengangguran AS Meningkat 3,8 persen Dari 3,5 persen
- Equity World Trillium Surabaya β Harga Emas Stabil di Tengah Ketidakpastian Ekonomi & Tarif AS