0 0
Read Time:3 Minute, 44 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Dolar Tembus Rp17.000/US$, Kinerja Rupiah Masih Berdarah-darah yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Mata uang Asia yang juga mengalami pelemahan terparah adalah Korea won yang ambruk 0,17% terhadap dolar AS sepanjang pekan ini ke won 1.509,8/1US$..

Sementara itu, ringgit Malaysia Thailand jadi mata uang Asia paling terpuruk dengan pelemahan nilai tukar terhadap dolar AS pekan ini jatuh 0,4% menjadi baht 4,04/1US$. .

“, ditambah lagi dengan keempat, ada antisipasi juga terhadap rilis data inflasi dan trade balance Indonesia pada hari ini,” katanya dikutip Sabtu (4/4/2026)…

Contohnya, hari-hari sebelumnya dapat dilihat pada Faktor kedua, membaiknya sentimen global membuat BI kemungkinan tidak buru-buru melakukan intervensi di FX market..

// .

Pelemahan ini terjadi saat mayoritas mata uang Asia pun turut menguat sepanjang minggu. .

Jakarta, Equityworld Futures – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat melemah sepanjang pekan ini, bahkan menyentuh Rp17.000/1US$.

Kepala Ekonom David Sumual mengatakan, tekanan yang dihadapi rupiah hari ini lebih disebabkan faktor eksternal, yakni terus merangkak naiknya harga minyak mentah dunia akibat perang di Timur Tengah yang membuat kekhawatiran para pelaku pasar keuangan..

Ada selling pressures yang cukup kuat dari asing di pasar SUN,” ucap Sumual kepada Equityworld Futures, dikutip Sabtu (4/4/2026)..

Akibatnya terlihat terjadi tekanan jual di pasar Surat Utang Negara..

Sementara mata uang Asia yang menguat adalah rupee India yang melejit 2,2%.

Selain itu, Bank Sentral India juga melarang bank untuk menawarkan forward non-deliverable rupee kepada klien residen. Tak hanya itu, non-residen dan mengatakan perusahaan tidak dapat memesan ulang forward yang dibatalkan turut berperan penting..

Sementara secara mingguan, mata uang Garuda melemah 0,18%..

Penyebab utamanya adalah bank sentral India (RBI) telah mengambil langkah-langkah untuk mengekang arbitrase. Selain itu, perdagangan spekulatif yang bertaruh melawan rupee.,. Akibatnya, Penguatan terjadi terjadi….

// .

Perubahan kebijakan lebih lanjut oleh RBI. Di samping itu, pemerintah India untuk mengelola pelemahan INR kemungkinan akan terjadi,” kata Michael Wan, analis mata uang senior di MUFG dikutip dari Reuters pada Sabtu (4/4/2026). juga perlu diperhatikan..

Langkah ini menyusul pembatasan yang lebih ketat terhadap posisi valuta asing bank di pasar domestik..

Ia menjabarkan, di antaranya ialah keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan harga bensin non subsidi menimbulkan ketidakpastian, ditambah lagi dengan kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Indonesia ke depan. Akibatnya, ada risk off dari sisi sana….

Nilai tukar rupiah menyentuh level Rp17.000/1US$ pada perdagangan intraday Rabu (1/4/2026). Di samping itu, Kamis (2/4/2026). juga perlu diperhatikan..

Penyebab utamanya adalah perang di Timur Tengah terus mengganggu pasar global. Tak hanya itu, ekonomi pengimpor energi., sehingga berdampak pada Langkah-langkah tersebut bertujuan untuk meredakan kekhawatiran seputar risiko terhadap neraca eksternal India terjadi. turut berperan penting…

Namun, ia mengakui, permasalahan internal juga tak luput dari faktor penambah tekanan sentimen pelaku pasar keuangan, terutama terkait efek rambatan dari kenaikan harga minyak ke APBN.

Kepala Riset Ekonomi Makro sekaligus Market Permata Bank Faisal Rachman menambahkan, selain masih berlanjutnya sentimen perang Timur Tengah, meski semalam sudah mulai mereda hingga memunculkan risk on sentimen, rupiah justru masih terbebani sentimen negatif di domestik…

Sebagai contoh, kenaikan harga minyak sekaligus kekhawatiran dampaknya ke APBN. sering terjadi ketika “Jadi masih soal sentimen negatif eksternal..

“RBI tampaknya cukup serius untuk menindaklanjuti peraturan baru untuk mengendalikan pelemahan INR.

// .

Berdasarkan data Refinitiv pada penutupan perdagangan Kamis (2/4/2026) nilai tukar rupiah terhadap dolar As berada di posisi US$16.990/1US$ atau melemah 0,09% dibandingkan hari sebelumnya.

Ketiga, ini sudah masuk ke triwulan kedua dimana pembayaran imbal hasil aset keuangan Indonesia ke non resident secara musiman cenderung meningkat..

Perkembangan terkait Dolar Tembus Rp17.000/US$, Kinerja Rupiah Masih Berdarah-darah akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By