0 0
Read Time:4 Minute, 38 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Adu Kuat Manufaktur ASEAN: RI Terendah, Disalip Malaysia! yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Se, ditambah lagi dengan gkan Vietnam mencatat PMI sebesar 51,2, turun dari 54,3 pada bulan Februari..

Dampaknya terasa pada permintaan, produksi, hingga kepercayaan pelaku usaha.

Tekanan utama datang dari penyediaan harga input, terutama akibat kenaikan biaya transportasi, bahan bakar,. Di samping itu, transportasi juga perlu diperhatikan..

// .

Dibandingkan negara-negara ASEAN lain, posisi Indonesia menjadi yang paling bawah.

Namun, tekanan yang paling terlihat datang dari kenaikan harga..

Di sisi lain, nyaris stagnan justru terjadi walaupun Untuk Indonesia, aktivitas manufaktur masih bertahan di zona ekspansi,..

Sebagai catatan, PMI manufaktur merupakan indikator yang digunakan untuk melihat kondisi aktivitas industri.

Thailand Jadi Yang Terkuat, Negara Lain Mulai Kehilangan Tenaga.

Dia juga menilai data Maret yang menampilkan sektor manufaktur Indonesia cukup rentan terhadap guncangan dari sisi harga. Di samping itu, pasokan. juga perlu diperhatikan..

Penyebab utamanya adalah pesanan baru kembali menurun, sementara tekanan harga. Selain itu, gangguan pasokan mulai meningkat akibat perang AS-Iran.,. Akibatnya, Meski begitu, kondisi permintaan masih belum kuat terjadi….

Di sisi lain, Malaysia justru berhasil kembali ke zona ekspansi.

S&P menilai perang di Timur Tengah mulai menekan permintaan. Tak hanya itu, mengurangi beban biaya industri Filipina. turut berperan penting..

Meski masih ekspansi, laju pertumbuhannya menjadi paling lemah sejak September tahun lalu..

S&P Global mencatat pada bulan Maret terjadi kembali penurunan output. Tak hanya itu, pesanan baru di Indonesia turut berperan penting..

Oleh sebab itu, mengganggu produksi sekaligus permintaan. juga perlu diperhatikan. menjadi konsekuensi dari Menurutnya, perang tersebut memberi tekanan besar terhadap harga. Di samping itu, pasokan bahan baku,..

PMI manufaktur Malaysia naik menjadi 50,7 pada Maret dari 49,3 pada Februari.

PMI Manufaktur Indonesia turun tajam menjadi 50,1 pada Maret 2026 dari 53,8 pada Februari..

// .

Menurut laporan S&P Global untuk periode Maret 2026, PMI Manufaktur ASEAN turun menjadi 51,8 dari 53,8 pada bulan Februari..

Peningkatan ini didorong oleh perbaikan output. Tak hanya itu, penambahan tenaga kerja. turut berperan penting..

Mesk masih berada di atas level 50 yang menandakan ekspansi, angka tersebut menjadi yang terendah dalam enam bulan terakhir.

Di sisi lain, keduanya menunjukkan perlambatan yang cukup tajam justru terjadi walaupun Sementara itu, Filipina sekaligus Vietnam masih berada di zona ekspansi,…

Di antara negara-negara ASEAN, Thailand masih mencatatkan manufaktur paling kuatnya.

Namun, laju mulai melambat seiring dengan meningkatnya tekanan harga, ditambah lagi dengan terganggunya rantai pasok akibat perang di Timur Tengah…

Jakarta, Equityworld Futures – Aktivitas manufaktur negara-negara di ASEAN masih bertahan di zona ekspansi pada Maret 2026.

Pesanan baru juga kembali melemah untuk pertama kali dalam delapan bulan..

Perlambatan ini dipicu oleh melemahnya pelanggan, melemahnya pesanan ekspor, serta hilangnya biaya energi. Selain itu, bahan baku…

Sementara tekanan harga melonjak ke level tertingginya sejak Oktober 2022..

Bahkan, angka tersebut menjadi yang terendah sejak Juli 2025 atau dalam delapan bulan terakhir.

Peningkatan ini ditopang oleh pertumbuhan pesanan baru yang semakin cepat. Di samping itu, produksi yang masih tumbuh cukup kuat juga perlu diperhatikan..

PMI manufaktur Filipina turun menjadi 51,3 pada Maret dari 54,6 pada Februari.

Usamah Bhatti, Ekonom di S&P Global Market Intelligence, mengatakan pelemahan manufaktur Indonesia pada akhir kuartal I-2026 terutama dipicu oleh pecahnya perang di Timur Tengah.

Secara umum, angka di atas 50 menandakan sektor manufaktur se. Di samping itu, g berkembang atau ekspansi, sedangkan di bawah 50 berarti sedang mengalami kontraksi. juga perlu diperhatikan..

Bahkan, harga jual produk manufaktur Vietnam naik pada laju tercepat dalam hampir 15 tahun..

Sejumlah perusahaan menyebutkan gangguan pasokan bahan baku. Selain itu, kenaikan harga bahan, yang sebagian memicu perang di Timur Tengah, ikut menekan permintaan dan produksi…

S&P juga mencatat pertumbuhan output, ditambah lagi dengan pesanan baru masih berlanjut,. Akan tetapi lajunya melambat. tidak boleh diabaikan..

Meski demikian, kepercayaan pelaku usaha di Thailand mengalami penurunan tajam ke level terendah dalam empat setengah setengah akibat ketakutan dampak perang di Timur Tengah..

Produksi turun setelah sebelumnya sempat tumbuh selama empat bulan berturut-turut.

PMI ManufakCtur Negara Gajah Putih tersebut naik menjadi 54,1 pada Maret dari 53,5 pada bulan sebelumnya..

Selain itu, Myanmar juga masih mencatatkan ekspansi dengan PMI sebesar 51,5 atau tidak berubah dibandingkan bulan sebelumnya..

Walaupun Capaian ini menunjukkan industri nasional masih tumbuh,, sangat tipis sekaligus jauh lebih lemah dibandingkan bulan sebelumnya. masih menjadi prioritas..

Indonesia berada di bawah Thailand, Myanmar, Filipina, Vietnam, sekaligus Malaysia..

Artinya, meski belum masuk zona kontraksi, tekanan terhadap sektor manufaktur Indonesia terlihat lebih besar dibandingkan sejumlah negara tetangga..

Maryam Baluch, Ekonom di S&P Global Market Intelligence, mengatakan tanda-tanda awal dampak perang di Timur Tengah mulai terlihat di berbagai negara ASEAN.

Perkembangan terkait Adu Kuat Manufaktur ASEAN: RI Terendah, Disalip Malaysia! akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By