0 0
Read Time:4 Minute, 33 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Adu Kuat Manufaktur ASEAN: RI Terendah, Disalip Malaysia! yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Sebagai catatan, PMI manufaktur merupakan indikator yang digunakan untuk melihat kondisi aktivitas industri.

Namun, laju mulai melambat seiring dengan meningkatnya tekanan harga, ditambah lagi dengan terganggunya rantai pasok akibat perang di Timur Tengah…

Produksi turun setelah sebelumnya sempat tumbuh selama empat bulan berturut-turut.

Maryam Baluch, Ekonom di S&P Global Market Intelligence, mengatakan tanda-tanda awal dampak perang di Timur Tengah mulai terlihat di berbagai negara ASEAN.

Capaian ini menunjukkan industri nasional masih tumbuh,. Akan tetapi sangat tipis sekaligus jauh lebih lemah dibandingkan bulan sebelumnya. tidak boleh diabaikan..

Perlambatan ini dipicu oleh melemahnya pelanggan, melemahnya pesanan ekspor, serta hilangnya biaya energi. Di samping itu, bahan baku. juga perlu diperhatikan..

PMI manufaktur Malaysia naik menjadi 50,7 pada Maret dari 49,3 pada Februari.

PMI ManufakCtur Negara Gajah Putih tersebut naik menjadi 54,1 pada Maret dari 53,5 pada bulan sebelumnya..

S&P menilai perang di Timur Tengah mulai menekan permintaan. Selain itu, mengurangi beban biaya industri Filipina…

Walaupun S&P juga mencatat pertumbuhan output. Tak hanya itu, pesanan baru masih berlanjut,, lajunya melambat turut berperan penting. masih menjadi prioritas..

Selain itu, Myanmar juga masih mencatatkan ekspansi dengan PMI sebesar 51,5 atau tidak berubah dibandingkan bulan sebelumnya..

// .

Peningkatan ini didorong oleh perbaikan output sekaligus penambahan tenaga kerja…

S&P Global mencatat pada bulan Maret terjadi kembali penurunan output. Tak hanya itu, pesanan baru di Indonesia turut berperan penting..

Meskipun Untuk Indonesia, aktivitas manufaktur masih bertahan di zona ekspansi,, tetap saja nyaris stagnan..

Mesk masih berada di atas level 50 yang menandakan ekspansi, angka tersebut menjadi yang terendah dalam enam bulan terakhir.

Sementara tekanan harga melonjak ke level tertingginya sejak Oktober 2022..

Meskipun Sementara itu, Filipina, ditambah lagi dengan Vietnam masih berada di zona ekspansi,, tetap saja keduanya menunjukkan perlambatan yang cukup tajam…

Oleh sebab itu, mengganggu produksi sekaligus permintaan.. menjadi konsekuensi dari Menurutnya, perang tersebut memberi tekanan besar terhadap harga. Selain itu, pasokan bahan baku,..

PMI manufaktur Filipina turun menjadi 51,3 pada Maret dari 54,6 pada Februari.

Se. Selain itu, gkan Vietnam mencatat PMI sebesar 51,2, turun dari 54,3 pada bulan Februari..

Bahkan, angka tersebut menjadi yang terendah sejak Juli 2025 atau dalam delapan bulan terakhir.

Dia juga menilai data Maret yang menampilkan sektor manufaktur Indonesia cukup rentan terhadap guncangan dari sisi harga. Di samping itu, pasokan. juga perlu diperhatikan..

Bahkan, harga jual produk manufaktur Vietnam naik pada laju tercepat dalam hampir 15 tahun..

Di antara negara-negara ASEAN, Thailand masih mencatatkan manufaktur paling kuatnya.

PMI Manufaktur Indonesia turun tajam menjadi 50,1 pada Maret 2026 dari 53,8 pada Februari..

Di sisi lain, Malaysia justru berhasil kembali ke zona ekspansi.

Dibandingkan negara-negara ASEAN lain, posisi Indonesia menjadi yang paling bawah.

Indonesia berada di bawah Thailand, Myanmar, Filipina, Vietnam, sekaligus Malaysia..

Meski masih ekspansi, laju pertumbuhannya menjadi paling lemah sejak September tahun lalu..

Namun, tekanan yang paling terlihat datang dari kenaikan harga..

Dampaknya terasa pada permintaan, produksi, hingga kepercayaan pelaku usaha.

Secara umum, angka di atas 50 menandakan sektor manufaktur se sekaligus g berkembang atau ekspansi, sedangkan di bawah 50 berarti sedang mengalami kontraksi…

Menurut laporan S&P Global untuk periode Maret 2026, PMI Manufaktur ASEAN turun menjadi 51,8 dari 53,8 pada bulan Februari..

Pesanan baru juga kembali melemah untuk pertama kali dalam delapan bulan..

Usamah Bhatti, Ekonom di S&P Global Market Intelligence, mengatakan pelemahan manufaktur Indonesia pada akhir kuartal I-2026 terutama dipicu oleh pecahnya perang di Timur Tengah.

Thailand Jadi Yang Terkuat, Negara Lain Mulai Kehilangan Tenaga.

Tekanan utama datang dari penyediaan harga input, terutama akibat kenaikan biaya transportasi, bahan bakar, sekaligus transportasi..

Artinya, meski belum masuk zona kontraksi, tekanan terhadap sektor manufaktur Indonesia terlihat lebih besar dibandingkan sejumlah negara tetangga..

Peningkatan ini ditopang oleh pertumbuhan pesanan baru yang semakin cepat sekaligus produksi yang masih tumbuh cukup kuat..

// .

Jakarta, Equityworld Futures – Aktivitas manufaktur negara-negara di ASEAN masih bertahan di zona ekspansi pada Maret 2026.

Sejumlah perusahaan menyebutkan gangguan pasokan bahan baku. Tak hanya itu, kenaikan harga bahan, yang sebagian memicu perang di Timur Tengah, ikut menekan permintaan dan produksi. turut berperan penting..

Meski demikian, kepercayaan pelaku usaha di Thailand mengalami penurunan tajam ke level terendah dalam empat setengah setengah akibat ketakutan dampak perang di Timur Tengah..

Alasannya adalah pesanan baru kembali menurun, sementara tekanan harga. Tak hanya itu, gangguan pasokan mulai meningkat akibat perang AS-Iran. sehingga berdampak pada Meski begitu, kondisi permintaan masih belum kuat. turut berperan penting…

Perkembangan terkait Adu Kuat Manufaktur ASEAN: RI Terendah, Disalip Malaysia! akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By