Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Dolar AS Tembus Rp17.000, Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Di sisi lain, Donald Trump menyatakan tidak memiliki rencana memecat Ketua The Fed Jerome Powell, meredam kekhawatiran soal independensi bank sentral AS..
Data Refinitiv pemperlihatkan pada 16 Juni 1998, rupiah ambruk hingga ditutup pada level terendah sepanjang masa di level 15.200/US$.
Pemicu utamanya adalah kepanikan global akibat pandemi Covid 19..
Setelah tekanan 1997, rupiah memasuki fase paling kelam pada Mei hingga Juni 1998..
Rupiah juga tercatat ditutup di Rp16.865/US$ sebagai titik terlemah sepanjang 2025 saat itu.
Meski masih bertahan di bawah level psikologis Rp17.000/US$, angka tersebut sudah menjadi posisi penutupan terlemah rupiah sepanjang masa..
Berdasarkan data Refinitiv, per pukul 09.31 WIB, rupiah tercatat melemah 0,06% ke posisi Rp17.000/US$.
Nilai tukar rupiah sempat menyentuh Rp16.550/US$, ditambah lagi dengan anjlok 13,67% sepanjang Maret 2020, bahkan menembus level psikologis Rp16.000/US$ yang menjadi level terlemah sejak krisis 1998..
Sebetulnya Bank Indonesia (BI) di awal pekan ini baru saja meresmikan implementasi repo valas dengan underlying SVBI sekaligus SUVBI, yang semestinya diharapkan dapat memperkuat likuiditas valas domestik dan menopang stabilitas rupiah…
Pemicu utamanya adalah ketidakpastian politik yang meningkat, saat ketegangan antara Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dengan DPR, ditambah lagi dengan MPR memuncak seiring rencana sidang istimewa untuk pemberhentian presiden..
Pergerakan ini menunjukkan tekanan terhadap rupiah masih sangat besar di tengah tingginya ketidakpastian global sekaligus kuatnya permintaan pasar terhadap dolar AS…
Pengumuman kasus pertama di Indonesia pada awal Maret serta rencana pembatasan aktivitas memperburuk sentimen terhadap prospek ekonomi.
Level ini menjadi tonggak baru pelemahan rupiah, setelah sehari sebelumnya mata uang Garuda juga baru mencatatkan level penutupan terlemah sepanjang sejarah..
Sebagai contoh, dolar AS dan obligasi pemerintah AS. juga perlu diperhatikan. sering terjadi ketika Kepanikan membuat investor global menarik. Di samping itu, a dari emerging markets dan memindahkannya ke aset aman..
Pada September sampai Oktober 2018, rupiah melemah seiring gejolak di sejumlah negara emerging market.
Bahkan rupiah sempat menyentuh Rp16.970/US$ pada 9 April 2025 pukul 09.40 WIB, yang menjadi posisi terlemah intraday sepanjang masa..
Ada sejumlah periode krusial yang selama ini tercatat sebagai fase paling berat bagi rupiah, mulai dari krisis moneter, gejolak politik domestik, hingga guncangan global yang memicu pelarian. Di samping itu, a ke aset aman. juga perlu diperhatikan..
Bahkan, jika melihat pergerakan intraday, tekanan terhadap rupiah sebenarnya sudah terlihat sejak perdagangan kemarin.
Perjanjian bantuan pertama ditandatangani pada 31 Oktober 1997, dengan salah satu syarat utama penutupan 16 bank swasta nasional.
Suku bunga The Fed tercatat berada di 5,25% – 5,50%. Di samping itu, bertahan dari Juli 2023 hingga Agustus 2024 atau sekitar satu tahun juga perlu diperhatikan..
Sentimen ini memicu gejolak pasar keuangan global, diikuti penguatan DXY, ditambah lagi dengan kenaikan imbal hasil US Treasury…
Rupiah menembus Rp17.005/US$ secara intraday.
Merujuk Refinitiv, pada Selasa 8 April 2025 rupiah ditutup melemah 1,84% ke level Rp16.850/US$..
Dengan demikian, dalam dua hari beruntun rupiah terus mencetak rekor pelemahan baru, mulai dari rekor penutupan terlemah, lalu berlanjut ke rekorintraday terlemah sepanjang sejarah.
Dari dalam negeri, defisit APBN 2025 sebesar 2,92% atau Rp695,1 triliun turut menambah tekanan, seiring meningkatnya kekhawatiran investor asing terhadap kondisi fiskal Indonesia..
Jika melihat ke belakang, pelemahan rupiah kali ini menambah daftar panjang episode tekanan ekstrem yang pernah dialami mata uang Garuda.
Rupiah sempat ditutup pada level Rp15.230/US$ pada 11 Oktober 2018..
Dari sisi eksternal, melemahnya mata uang Turki, Argentina,. Tak hanya itu, negara lain membuat investor memburu aset aman, misalnya dolar AS, yen, dan surat utang AS turut berperan penting…
Tekanan spekulasi yang sangat kuat membuat Bank Indonesia akhirnya meninggalkan sistem managed floating. Tak hanya itu, beralih ke kurs mengambang bebas turut berperan penting..
Namun, secara intraday rupiah sempat menyentuh level 16.800/US$..
Tekanan besar bagi rupiah kembali terjadi pada 2015.
Memasuki era reformasi, rupiah kembali tertekan pada April 2001 hingga bergerak di kisaran Rp10.500 sampai Rp12.000/US$..
Pada perdagangan Selasa (31/3/2026), rupiah ditutup melemah tipis 0,03% ke posisi Rp16.990/US$.
Kini, pada Rabu (1/4/2026), rekor itu kembali pecah.
Depresiasi yang terus memburuk kemudian mendorong pemerintah meminta bantuan International Monetary Fund (IMF).
Memasuki awal 2026, rupiah kembali mencatat level terlemah sepanjang masanya.
Setelah sempat menutup perdagangan Kamis 15 Januari 2026 di Rp16.880/US$, tekanan berlanjut hingga pada perdagangan Senin 19 Januari 2026 rupiah ditutup di Rp16.935/US$ sekaligus menjadi level penutupan terlemah sepanjang masa…
Pelemahan rupiah pada Agustus hingga Oktober 1997 menjadi fase awal Krisis Moneter di Indonesia.
Jakarta, Equityworld Futures – Nilai tukar rupiah kembali mencetak rekor buruk terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Rabu (1/4/2026)..
Sebagai contoh, dolar AS juga perlu diperhatikan. sering terjadi ketika Investor asing menarik. Di samping itu, a besar besaran dari pasar saham dan SBN Indonesia untuk berpindah ke safe haven..
Hal ini disebabkan oleh krisis ekonomi melebar menjadi krisis politik. Tak hanya itu, sosial., akibatnya Tekanan ekstrem ini terjadi. turut berperan penting..
Kondisi ini mendorong penguatan dolar AS sekaligus memicu penarikan modal dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia..
Hingga 14 September 2015, rupiah tercatat melemah 15,87% sepanjang tahun tersebut dengan ditutup di level Rp14.645/US$ di bulan tersebut..
(8) Mei-Juni 2024 Pada Juni 2024, rupiah kembali menembus level Rp16.400/US$, menjadi titik terendah sejak masa pandemi April 2020..
Rupiah yang sempat stabil di kisaran Rp9.000an/US$ pada Agustus 2008 kemudian merosot ke Rp12.100 sampai Rp12.600/US$ pada November 2008.
Di saat yang sama, hubungan pemerintah dengan IMF memburuk terjadi karena pencairan pinjaman tertunda akibat reformasi ekonomi dinilai berjalan lambat, sehingga berdampak pada sentimen pasar valas ikut memburuk…
Penembakan mahasiswa Universitas Trisakti pada 12 Mei 1998 memicu kerusuhan besar, penjarahan,, ditambah lagi dengan pembakaran di Jakarta serta sejumlah kota lain, membuat investor menarik dana besar besaran..
Oleh sebab itu, rupiah terus tertekan sepanjang semester I 2015 menjadi konsekuensi dari Di saat kebutuhan valas tinggi tidak diimbangi pasokan valas di pasar, terjadi kelebihan permintaan devisa..
Namun sehari berselang, level tersebut akhirnya ditembus. Di samping itu, rupiah resmi jatuh ke Rp17.000/US$. juga perlu diperhatikan..
Meski demikian, pasar masih memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga pada pertemuan akhir bulan, dengan peluang pemangkasan mulai terbuka pada pertengahan tahun.
Ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap rupiah belum mereda. Di samping itu, pasar masih sangat sensitif terhadap faktor eksternal khususnya dari perang Timur Tengah antara AS-Israel melawan Iran, lonjakan harga energi, serta derasnya arus dana global ke aset safe haven. juga perlu diperhatikan..
Ketidakpastian kian memuncak ketika Presiden Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998, sementara pasar masih ragu terhadap stabilitas pemerintahan baru di bawah B.J.
Pada periode ini, kurs rupiah merosot dari sekitar Rp2.500/US$ menjadi kisaran Rp3.000an/US$.
Rupiah sempat menyentuh Rp16.998/US$, yang saat itu menjadi level terlemah rupiah secara intraday.
Pelaku pasar mencermati arah kebijakan The Fed di tengah rilis data ekonomi AS yang relatif solid, mulai dari inflasi produsen November yang naik tipis hingga penjualan ritel yang lebih kuat dari perkiraan.
Salah satu masa kelam rupiah juga terjadi pada 2008.
(9) April 2025 Rupiah tertekan tajam pada April 2025 setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif global yang agresif pada 2 April 2025..
Depresiasi dipicu berkurangnya arus modal asing akibat sentimen global, terutama normalisasi kebijakan moneter Bank Sentral AS sekaligus devaluasi yuan China…
Mata uang Garuda resmi menembus level Rp17.000/US$, yang sekaligus menjadi posisi terlemah rupiah sepanjang masa secara intraday di pasar spot..
Faktor eksternal kembali dominan, seiring menguatnya dolar AS. Selain itu, meningkatnya minat pasar pada aset berdenominasi dolar..
Pada Oktober sampai November tahun itu, tekanan rupiah datang dari luar negeri melalui Krisis Finansial Global yang berawal dari runtuhnya pasar perumahan AS. Tak hanya itu, memuncak saat Lehman Brothers bangkrut pada September 2008. turut berperan penting..
Langkah ini diambil terjadi karena ca sekaligus gan devisa tidak lagi memadai untuk terus menahan rupiah lewat intervensi pasar….
Salah satu momen pelemahan rupiah yang cukup dalam terjadi pada Maret 2020.
Oleh sebab itu, Tekanan terutama berasal dari faktor eksternal, yakni kebijakan suku bunga The Fed yang bertahan tinggi lebih lama. menjadi konsekuensi dari Alasannya adalah inflasi AS belum turun sesuai target…
// .
Oleh sebab itu, Investor global kembali memprioritaskan aset berbasis dolar. menjadi konsekuensi dari Alasannya adalah pasar menilai ruang pemangkasan suku bunga The Fed lebih sempit dari ekspektasi awal..
Perkembangan terkait Dolar AS Tembus Rp17.000, Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Berlian Kehilangan “Magis”, Tak Lagi Langka dan Istimewa | Equityworld Futures
- BKPM Beberkan Strategi Baru RI Saingi Vietnam | Equityworld Futures