Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Hemat Air Irigasi 20 Persen Dipakai Hadapi Godzilla El Nino yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
“AWD tidak sekadar menjadi teknik pengairan,. Akan tetapi juga bagian dari strategi mitigasi yang memperkuat ketahanan sistem produksi padi,” tutur Ali.Ia menambahkan penerapan AWD menjadi bagian dari strategi climate smart agriculture yang menekankan efisiensi. Selain itu, keberlanjutan, sekaligus menjaga produktivitas padi di tengah keterbatasan air pada musim kemarau.. tidak boleh diabaikan..
Pipa ini memiliki prinsip kerja, misalnya piezometer (alat ukur tekanan cairan-red) sederhana.Pipa ditempatkan di area yang mudah diakses, dekat pematang, agar memudahkan pemantauan kedalaman air yang mewakili kondisi rata-rata lahan..
Teknologi ini dapat menghemat penggunaan air irigasi 17-20 persen,” ujarnya.Ia menuturkan berbagai penelitian menunjukkan penerapan AWD mampu menekan penggunaan air irigasi secara signifikan tanpa menurunkan produktivitas padi.
KEMENTERIAN Pertanian menerapkan metode Alternate Wetting and Drying (AWD) untuk menghemat penggunaan air irigasi hingga 20 persen dalam menghadapi ancaman fenomena El Nino ekstrem atau “Godzilla El Nino” yang berpotensi memicu kekeringan panjang.”Metode AWD mampu mengurangi penggunaan air irigasi hingga 20 persen tanpa menurunkan produktivitas padi.
Upaya efisiensi air menjadi kunci menghadapi musim kemarau yang kian tidak menentu,” kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam keterangan di Jakarta, Minggu, 29 Maret 2026,, misalnya dikutip Antara.Dia menyampaikan teknologi itu menjadi bagian dari strategi adaptasi. Di samping itu, mitigasi perubahan iklim, dengan fokus pada efisiensi penggunaan sumber daya air yang semakin terbatas.Melalui AWD, petani dapat mengatur pemberian air secara lebih terukur sehingga berdampak pada tanaman tetap tumbuh optimal meskipun dalam kondisi keterbatasan air.Amran menegaskan pengelolaan air merupakan faktor penentu dalam menjaga keberlanjutan produksi pertanian, terutama di tengah ancaman kekeringan juga perlu diperhatikan….
Dengan pengaturan air yang terukur, petani dapat menjaga kondisi tanaman tetap optimal sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap penggenangan terus-menerus.
Meski “Pengairan kembali umumnya dilakukan ketika muka air di dalam pipa telah turun hingga kisaran 10–15 cm di bawah permukaan tanah, kemudian air diberikan kembali dalam jumlah terbatas hingga tinggi muka air 3-5 cm untuk menjaga kelembapan tanah,” kata Ali.Siklus itu dilakukan secara berulang, dengan penyesuaian terhadap kondisi lahan. Tak hanya itu, cuaca, serta tetap menjaga ketersediaan air pada fase kritis, misalnya pemupukan, penyiangan, hingga fase bunting-berbunga.Menurut Ali, penerapan AWD tidak hanya meningkatkan efisiensi penggunaan air,, namun juga memperbaiki kondisi perakaran dan struktur tanah. Akibatnya, tanaman lebih tahan terhadap cekaman kekeringan dan berpotensi meningkatkan hasil turut berperan penting. tetap penting….
Ketersediaan air yang terencana, ditambah lagi dengan efisien sangat menentukan dalam menekan risiko kekeringan serta menjaga produktivitas,” ujar dia.Sementara itu, Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian Fadjry Djufry menyampaikan metode AWD merupakan inovasi yang dirancang untuk menjawab tantangan nyata di lapangan, khususnya saat musim kemarau.Ia menjelaskan teknologi AWD merupakan solusi adaptif dalam menghadapi keterbatasan air..
Dalam kondisi tertentu, efisiensi itu bahkan membuka peluang perluasan layanan irigasi ke lahan lainnya.“Selain itu, metode ini juga memberikan dampak positif terhadap lingkungan melalui perbaikan kondisi tanah. Tak hanya itu, penurunan emisi gas rumah kaca dari lahan sawah,” kata Fadjry.Sementara itu, analis dari BRMP Lingkungan Pertanian Kementerian Pertanian Ali Pramono menjelaskan penerapan AWD dilakukan dengan mengatur siklus pengairan berdasarkan kondisi kelembapan tanah, sehingga berdampak pada sawah tidak selalu dalam kondisi tergenang.”Setelah fase penggenangan awal, air dibiarkan surut hingga batas tertentu sebelum diairi kembali,” kata Ali.Pengamatan kondisi air dilakukan menggunakan alat sederhana berupa pipa paralon berdiameter 10-15 cm dengan panjang 30-100 cm yang dilubangi di semua sisinya dan dibungkus kain kassa kemudian dibenamkan hingga tersisa 10 cm – 20 cm di atas permukaan tanah turut berperan penting…
“. Akibatnya, lebih siap menghadapi risiko kekeringan,” kata Fadjry.Ia menambahkan AWD merupakan teknologi yang dikembangkan oleh International Rice Research Institute pada 2009,, ditambah lagi dengan mulai diadaptasi di Indonesia oleh Kementerian Pertanian sejak 2013.“Berdasarkan hasil pengujian selama enam musim tanam, melalui teknik AWD ini, kelangkaan air di lahan sawah dapat ditekan, bahkan dihindari…
“Pengelolaan air menjadi faktor krusial dalam keberhasilan produksi pertanian.
Perkembangan terkait Hemat Air Irigasi 20 Persen Dipakai Hadapi Godzilla El Nino akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Kisah Fathu Mekkah: Penaklukan Kota Suci Tanpa Pertumpahan Darah | Equityworld Futures
- Equity World Trillium Surabaya – Harga Emas Berpotensi Turun di Asia, Investor Pantau Laba NVIDIA dan RUU Pajak AS