Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Won Tumbang ke Level Terlemah 17 Tahun, Ada Apa dengan Korea? yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Salah satu penyebab utama melemahnya won Korea Selatan adalah meningkatnya sentimen risk off di pasar global.
Meski demikian, pada penutupan perdagangan terakhirnya Selasa (24/3/2026), won Korea masih berada di zona merah dengan ditutup terdepresiasi 0,63% ke level KRW 1.496,03/US$.
Arus keluar. Di samping itu, a asing tersebut terjadi seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap dampak perang di Timur Tengah terhadap pasokan energi global. juga perlu diperhatikan..
Meski Ketika saham-saham unggulan koreaΒ dilepas investor asing, tekanan tidak hanya terasa di pasar modal,, namun juga merembet ke nilai tukar won. tetap penting..
Tekanan terhadap won muncul di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah yang mendorong pelaku pasar global keluar dari aset berisiko sekaligus beralih ke dolar AS sebagai aset aman…
Jakarta, Equityworld Futures – Nilai tukar won Korea Selatan sempat menyentuh level terlemahnya dalam 17 tahun terhadap dolar Amerika Serikat (AS)..
Walaupun Artinya, pelemahan won tidak hanya dipicu oleh penguatan dolar AS,, juga oleh kekhawatiran bahwa lonjakan harga energi akan membebani ekonomi domestik Korea Selatan. masih menjadi prioritas..
Dalam jangka yang lebih panjang, jika dilihat dalam 12 bulan terakhir, won juga tercatat telah melemah 1,98% terhadap dolar AS..
Kondisi ini membuat permintaan terhadap dolar meningkat, sementara mata uang Asia, termasuk won, ikut tertekan..
Ketika ketegangan geopolitik memanas, investor cenderung menghindari aset berisiko. Selain itu, memindahkan dana ke instrumen yang dianggap lebih aman, terutama dolar AS..
Selain faktor safe haven, won juga tertekan oleh derasnya arus modal asing keluar dari pasar saham Korea Selatan..
Selain itu, gangguan pasokan energi membuat harga minyak melonjak tajam sekaligus memicu kekhawatiran akan terjadinya oil shock serta risiko stagflasi, yakni kondisi ketika inflasi tetap tinggi di tengah perlambatan ekonomi…
Hal ini disebabkan oleh, ditambah lagi dengan a hasil pelepasan saham umumnya dikonversi ke dolar AS sebelum keluar dari pasar domestik., akibatnya Aksi jual ini ikut memberi tekanan tambahan pada won,…
Sentimen ini menjadi kabar buruk bagi Korea Selatan, yang merupakan negara net importir energi.
Kenaikan harga minyak berpotensi memperbesar beban impor, mendorong inflasi,. Selain itu, menekan prospek pertumbuhan ekonomi..
Dengan demikian, pelemahan won Korea Selatan terjadi akibat kombinasi beberapa faktor sekaligus, mulai dari meningkatnya permintaan dolar AS sebagai aset aman, keluarnya. Selain itu, a asing dari pasar saham, lonjakan harga minyak akibat konflik Timur Tengah, hingga kekhawatiran terhadap prospek ekonomi Korea Selatan sebagai negara pengimpor energi…
Sepanjang Maret ini, investor asing tercatat melakukan jual bersih pada pasar saham Korea Selatan sekitar US$13,5 miliar atau setara dengan Rp152,01 triliun (asumsi kurs Rp11,26/US$).
Level tersebut menjadi yang terlemah sejak Maret 2009, atau terburuk dalam 17 tahun terakhir..
Berdasarkan data Refinitiv, won Korea Selatan ditutup melemah 1,38% ke posisi KRW 1.517,3/US$ pada perdagangan Rabu (18/3/2026).
Aksi jual asing banyak terkonsentrasi pada saham-saham teknologi yang sebelumnya sudah mencatat kenaikan besar berkat booming kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Perkembangan terkait Won Tumbang ke Level Terlemah 17 Tahun, Ada Apa dengan Korea? akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Transaksi Program Belanja Nasional 2025 Capai Rp 393 Triliun
- Analis Proyeksikan Rupiah Melemah, Terimbas Perang AS-Iran | Equityworld Futures