Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Daftar 10 Mata Uang Terlemah di Tengah Perang Iran, Ada Rupiah? yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Bolivar tercatat harus mengalami pelemahan yang cukup tajam dengan terdepresiasi 11,1% terhadap dolar AS hingga ditutup di level VES 465,43/US$ pada Rabu (25/3/2026)..
Konflik di Timur Tengah telah memicu pembatalan lebih dari 1.000 penerbangan ke Thailand sejak perang dimulai, sementara kenaikan harga avtur juga mendorong tarif tiket pesawat lebih tinggi.
Jakarta, Equityworld Futures – Menjelang genap satu bulan perang Amerika Serikat (AS) bersama Israel melawan Iran yang meletus pada akhir Februari lalu, banyak mata uang dunia masih berada dalam tekanan..
Kondisi ini membuat wisatawan lebih berhati-hati untuk bepergian. Di samping itu, menekan prospek sektor wisata Thailand. juga perlu diperhatikan..
Oleh sebab itu, tekanan pada bolívar menjadi semakin besar. juga perlu diperhatikan. menjadi konsekuensi dari Peristiwa itu menambah ketidakpastian politik. Di samping itu, ekonomi di negara tersebut,..
Tekanan terhadap baht tidak lepas dari besarnya dampak perang terhadap sektor pariwisata Thailand, yang selama ini menjadi salah satu penopang utama ekonominya..
Mata uang Negeri Gajah Putih itu tercatat melemah 4,8% ke level THB 32,50/US$..
Menariknya, dari daftar 10 mata uang dengan performa terlemah tersebut, ada satu wakil dari Asia Tenggara, yakni baht Thailand, yang menempati posisi ke-10.
Konflik ini mendorong investor memburu dolar AS sebagai aset aman, sehingga berdampak pada banyak mata uang tertekan dalam sebulan terakhir..
Sejalan dengan kondisi tersebut, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama dunia juga menguat cukup besar sekitar 2%. DXY bahkan sempat menembus level 100, meski kini kembali bergerak di kisaran 99,5..
// .
Meski Tekanan terhadap bolívar tampaknya tidak hanya dipengaruhi sentimen perang Timur Tengah,, namun juga gejolak domestik Venezuela yang masih membayangi setelah operasi AS yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro pada 3 Januari 2026 tetap penting..
Perang tersebut pecah pada 28 Februari 2026 sekaligus sejak itu gejolak energi serta sentimen risk-off ikut menekan pasar keuangan global…
Berdasarkan data Refinitiv yang dihimpun Equityworld Futures, berikut 10 mata uang dengan performa terburuk terhadap dolar AS pada periode dari level penutupan Jumat (27/2/2026) atau sehari sebelum perang hingga penutupan terakhir Rabu (25/3/2026)..
Mata uang dengan performa paling buruk melawan dolar AS dalam sebulan terakhir adalah bolívar Venezuela..
Di bawahnya ada pound Mesir yang turun 9,6% ke level EGP 52,48/US$, disusul loti Lesotho yang melemah 6,6% ke posisi LSL 16,95/US$..
Perkembangan terkait Daftar 10 Mata Uang Terlemah di Tengah Perang Iran, Ada Rupiah? akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Purbaya Buka Suara soal Dugaan Suap Emas 3 Kg di OTT Pegawai Bea Cukai
- Equityworld Trillium Surabaya – Komentar Jerome Powell Yang Tidak Hawkish