Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Perang Iran Hantam Langit: Maskapai Dunia Terancam Grounded yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Sejumlah maskapai di berbagai negara mulai mengumumkan pengurangan penerbangan atau setidaknya membuka opsi memangkas kapasitas jika harga bahan bakar terus tinggi..
Walaupun Tekanan akibat lonjakan harga energi, ditambah lagi dengan pelemahan rupiah kini tidak hanya dirasakan maskapai global,, juga mulai dikeluhkan industri penerbangan nasional.. masih menjadi prioritas..
Dampak mahalnya jet fuel kini tidak lagi sebatas ancaman di atas kertas.
Tekanan serupa juga terjadi di Selandia Baru.
Oleh sebab itu, operator harus membawa avtur untuk perjalanan pergi-pulang menjadi konsekuensi dari Menurut dia, beberapa negara sudah memberi tahu maskapai Filipina bahwa mereka tidak dapat menyediakan pengisian bahan bakar,..
Marcos bahkan mengakui bahwa grounding pesawat merupakan kemungkinan yang nyata, meski ia berharap skenario itu masih bisa dihindari..
Hal ini disebabkan oleh sangat bergantung pada impor minyak., akibatnya Filipina menjadi salah satu negara yang paling rentan..
Menurut INACA, konflik geopolitik global, khususnya perang AS-Israel melawan Iran, telah membuat perekonomian internasional menjadi semakin tidak kondusif..
Konflik yang terjadi sejak akhir Februari lalu, telah mengganggu Selat Hormuz yang merupakan jalur energi penting yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak sekaligus LNG dunia..
Sebagai contoh,, maskapai asal Inggris ini belum mengubah kapasitas secara langsung,, tetap saja membuka kemungkinan mengurangi frekuensi penerbangan ke sejumlah destinasi terdampak jika tekanan biaya. Tak hanya itu, perubahan permintaan terus berlanjut.. turut berperan penting. sering terjadi ketika Meskipun Maskapai easyJet..
Dia juga menyebut rute jarak jauh akan menjadi yang paling bermasalah jika kondisi ini terus berlangsung..
Asosiasi maskapai Indonesia yang tergabung dalam INACA menilai kondisi usaha saat ini semakin berat terjadi karena struktur biaya maskapai sudah tidak lagi sejalan dengan situasi ekonomi terbaru…
Meski Sementara itu, ada juga maskapai yang belum resmi memangkas penerbangan,, namun sudah memberi sinyal kuat ke arah sana. tetap penting..
Kondisi ini patut dicermati terjadi karena lonjakan harga avtur berisiko langsung mendorong kenaikan harga tiket pesawat..
Kepala IATA, Willie Walsh, juga mengingatkan bahwa bila krisis berkepanjangan. Di samping itu, pasokan jet fuel makin ketat, maskapai secara global bisa mulai mengurangi kapasitas penerbangan. juga perlu diperhatikan..
// .
Krisis sudah mulai menyentuh jantung operasional penerbangan, yaitu akses terhadap bahan bakar.
“Kondisi tersebut mengakibatkan kenaikan harga minyak dunia. Tak hanya itu, pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar, di mana kedua komponen biaya tersebut sangat mempengaruhi kenaikan biaya operasional maskapai penerbangan nasional,” tulis INACA dalam keterangannya, Rabu (25/3/2026). turut berperan penting..
Langkah ini diambil di tengah kekhawatiran harga minyak bisa tetap sangat tinggi dalam waktu lama..
Jika dibandingkan dengan rata-rata bulan sebelumnya, lonjakannya bahkan mencapai 105,8%.
Tak terkecuali di Negeri Paman Sam, United Airlines juga menyatakan akan mengurangi sekitar 5% kapasitas terjadwal dalam dua kuartal ke depan.
Jika kenaikan harga ini berlangsung berkepanjangan, maskapai biasanya harus mencari cara untuk menjaga margin, mulai dari mengurangi frekuensi penerbangan, menekan kapasitas, hingga membebankan sebagian kenaikan biaya kepada penumpang melalui tarif tiket yang lebih tinggi..
Maskapai ini juga disebut sudah membatalkan ratusan penerbangan pada bulan ini..
Walaupun Dengan kata lain, lonjakan harga energi tidak hanya menekan industri penerbangan dari sisi operasional,, juga berpotensi langsung dirasakan konsumen. masih menjadi prioritas..
Itu sebabnya ancaman gangguan penerbangan di negara tersebut kini menjadi salah satu contoh paling jelas bagaimana perang di Timur Tengah bisa merembet jauh ke sektor transportasi Asia..
Karena itu, ketika harga minyak mentah sekaligus jet fuel naik tajam, tekanan terhadap operasional maskapai akan terasa sangat besar…
memperingatkan bahwa pesawat-pesawat maskapai di negaranya bisa saja groundedΒ alias tidak dapat terbang akibat ancaman kekurangan jet fuel..
Sebagai contoh, Filipina menjadi lebih cepat terasa. sering terjadi ketika Saat konflik di Timur Tengah mengganggu distribusi energi, tekanan terhadap biaya. Selain itu, pasokan di negara..
Dampak krisis ini mulai terlihat nyata di Filipina.
Kebijakan ini terutama berdampak pada rute domestik, dengan puluhan ribu penumpang harus dijadwalkan ulang..
INACA juga menyoroti bahwa banyak maskapai di berbagai negara sudah lebih dulu menyesuaikan biaya operasional dengan menambahkan fuel surcharge..
Jika pesawat harus membawa fuel tambahan untuk pulang-pergi, maka beban biaya bertambah, efisiensi turun,. Di samping itu, tidak semua rute bisa dijalankan secara normal juga perlu diperhatikan..
Dari tabel di atas terlihat bahwa tekanan paling terasa di kawasan Asia, ditambah lagi dengan Oseania, di mana harga jet fuel rata-rata sudah mencapai US4,95 per barel, atau naik 16,6% dibanding pekan sebelumnya…
Pengurangan ini difokuskan pada penerbangan yang dinilai kurang menguntungkan, terutama pada jam-jam sepi, sebagai respons terhadap lonjakan biaya bahan bakar.
Dalam kondisi tersebut, INACA meman, ditambah lagi dengan g penyesuaian tarif sudah sulit dihindari..
Pernyataan Marcos menunjukkan bahwa ancaman bagi maskapai kini bukan lagi sekadar biaya yang membengkak..
Setiap gangguan di jalur ini dapat langsung memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global. Di samping itu, mendorong lonjakan harga minyak. juga perlu diperhatikan..
Bagi maskapai, bahan bakar merupakan salah satu komponen biaya terbesar, bahkan menjadi pos pengeluaran paling besar setelah tenaga kerja.
Penyebab utamanya adalah yang naik bukan hanya harga energi mentah, melainkan juga harga akhir bahan bakar yang langsung digunakan untuk penerbangan., sehingga berdampak pada Ini membuat tekanan terhadap maskapai menjadi berlapis, terjadi…
Saat harga minyak naik. Di samping itu, distribusi energi terganggu, harga jet fuel atau avtur ikut terdorong. juga perlu diperhatikan..
Alasannya adalah dibandingkan saat tarif batas atas ditetapkan pada 2019, nilai tukar rupiah kini sudah melemah lebih dari 20%, sementara harga minyak global juga meningkat tajam, ditambah lagi dengan ikut mendorong kenaikan harga avtur domestik.. Akibatnya, Di Indonesia, tekanan yang sama dinilai semakin berat….
Scandinavian Airlines System (SAS),, misalnya, menyatakan akan membatalkan 1.000 penerbangan pada April mendatang setelah lonjakan harga minyak. Tak hanya itu, jet fuel turut berperan penting…
Jika dibandingkan dengan rata-rata bulan sebelumnya, kenaikannya bahkan menembus 129,8%.
Karena itu, asosiasi maskapai nasional mengusulkan kenaikan fuel surcharge sebesar 15% serta penyesuaian Tarif Batas Atas sebesar 15% untuk pesawat jet maupun propeller demi menjaga keberlanjutan operasional maskapai..
Ini berarti maskapai-maskapai di kawasan Asia menghadapi tekanan biaya yang bahkan lebih besar daripada rata-rata global..
Kondisi tersebut kemudian merembet ke industri penerbangan.
International Air Transport Association (IATA) atau Asosiasi Transportasi Udara Internasional mencatat rata-rata harga jet fuel global pada pekan yang berakhir 20 Maret 2026 naik 12,6% dibanding pekan sebelumnya menjadi US$197 per barel..
Jakarta, Equityworld Futures – Perang Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran mulai menimbulkan ancaman baru khususnya bagi industri penerbangan..
Kenaikan ini menunjukkan tekanan terhadap maskapai tidak lagi sekadar kekhawatiran, melainkan sudah mulai nyata dalam biaya operasional harian mereka..
Air New Zealand mengumumkan akan memangkas sekitar 5% penerbangannya, setara sekitar 1.100 layanan hingga awal Mei, akibat lonjakan harga jet fuel yang dipicu perang Iran.
Meski Sementara itu, kenaikan crack spread juga menunjukkan bahwa bukan hanya minyak mentah yang mahal,, namun biaya pengolahan menjadi bahan bakar jet ikut melonjak tetap penting..
Perkembangan terkait Perang Iran Hantam Langit: Maskapai Dunia Terancam Grounded akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Intip Negara dengan Jumlah Masjid Terbanyak di Dunia, Pertama Ada RI | Equityworld Futures
- Penjualan-Kunjungan ke Mal Diprediksi Naik Jelang Lebaran | Equityworld Futures