0 0
Read Time:4 Minute, 1 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Amerika Bakar Rp17.000 Triliun untuk Militer, Siapa yang Menikmati? yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Dalam enam hari pertama perang saja, biaya yang diperkirakan sudah dikeluarkan pemerintahan Donald Trump disebut mencapai lebih dari US$11,3 miliar.

Trump bahkan telah menyatakan ingin mendorong anggaran militer AS untuk tahun fiskal 2027 menjadi sekitar US$1,5 triliun atau sekitar Rp 25.462,5 triliun (US$1=Rp 16.975), melonjak dari US$900an miliar atau sekitar Rp 16.329,9 triliun yang disetujui untuk 2026..

Uang itu juga mengalir ke biaya operasional harian, perawatan alat utama, gaji personel, riset teknologi, pembangunan fasilitas militer, hingga kontrak jumbo ke perusahaan-perusahaan mitra pemerintah..

Meski Te, namun juga masuk ke perusahaan teknologi, galangan kapal, jasa pendukung, hingga layanan kesehatan. Selain itu, logistik.. tetap penting..

Besarnya anggaran operasional, ditambah lagi dengan pemeliharaan menunjukkan bahwa menjaga kekuatan militer AS tetap siap tempur membutuhkan biaya yang sangat besar…

Artinya, belanja pertahanan AS selama ini ikut menopang ekosistem industri yang sangat luas, bukan hanya kebutuhan tempur di me. Di samping itu, perang. juga perlu diperhatikan..

Pada 2025, Lockheed Martin Corporation tercatat menjadi penerima kontrak terbesar dengan nilai sekitar US$70,85 miliar..

Sementara itu, belanja personel mencerminkan mahalnya biaya untuk menopang jutaan orang dalam sistem pertahanan AS, mulai dari gaji, tunjangan, fasilitas, hingga berbagai kebutuhan lain yang melekat pada kekuatan militer aktif..

Optum360, LLC menerima sekitar US,22 miliar, lalu Leidos Holdings, Inc sebesar US,81 miliar, Huntington Ingalls Industries, Inc sekitar US,29 miliar,, ditambah lagi dengan McKesson Corporation sekitar US,25 miliar…

Jika ditarik lebih jauh, anggaran pertahanan AS pada akhirnya juga mengalir ke perusahaan-perusahaan besar yang menjadi mitra utama pemerintah.

Berdasarkan data Department of Defense (DoD) AS tahun fiskal 2025, yang kini juga dikenal dengan nama Department of War, aliran anggaran pertahanan terbesar justru masuk ke pos operasional sekaligus pemeliharaan, yakni sekitar US7,92 miliar atau sekitar Rp 5.736,19 triliun…

Selain perusahaan pertahanan besar yang dikenal sebagai pembuat pesawat tempur, rudal, kapal perang, sekaligus berbagai sistem senjata, ada juga sejumlah perusahaan lain yang ikut menerima kontrak bernilai jumbo…

// .

// .

Di tengah situasi itu, anggaran pertahanan AS pun kembali menjadi sorotan.

Dalam hitungan hari, biaya yang harus dikeluarkan Washington sudah mencapai miliaran dolar AS, mulai dari amunisi, operasi militer, logistik, hingga perawatan alat utama sistem senjata.

Jakarta, Equityworld Futures – Perang Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran kembali menegaskan betapa mahalnya ongkos sebuah konflik..

// .

Nama besar lain yang juga masuk daftar teratas adalah Northrop Grumman Corporation dengan nilai kontrak sekitar US$17,38 miliar..

Di luar dua pos terbesar itu, anggaran pertahanan AS pada 2025 juga mengalir untuk pengadaan sebesar US7,55 miliar, lalu riset. Di samping itu, pengembangan sebesar US3,16 miliar juga perlu diperhatikan..

Setelah itu, belanja untuk personel menempati urutan kedua dengan nilai sekitar US$181,88 miliar..

Ini menjadi pos terbesar dibandingkan komponen belanja yang lain.

Setelah itu, RTX Corporation memperoleh kontrak sekitar US,34 miliar, disusul General Dynamics Corp sebesar USThe Boeing Company sekitar US,76 miliar6,92 miliar. Di samping itu, The Boeing Company sekitar US,76 miliar juga perlu diperhatikan..

Besarnya angka tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan menarik kemana saja sebenarnya aliran anggaran pertahanan AS selama ini?.

Pos ini umumnya mencakup perawatan kapal perang, pesawat tempur, kendaraan militer, pangkalan, latihan, bahan bakar, hingga berbagai kebutuhan pendukung lain agar seluruh sistem pertahanan tetap berjalan..

Daftar ini menunjukkan bahwa anggaran pertahanan AS tidak hanya mengalir ke produsen senjata.

Ada pula anggaran untuk konstruksi militer yang sebesar US,56 miliar, ditambah lagi dengan pos lainnya sekitar USAda pula anggaran untuk konstruksi militer yang sebesar US$15,56 miliar,98 miliar…

Sebab, sekaligus a militer AS tidak hanya habis untuk perang atau membeli senjata baru..

Rencana itu masih harus mendapat persetujuan Kongres,. Akan tetapi tetap memberi gambaran bahwa Washington ingin menjaga kapasitas militernya di level yang sangat tinggi di tengah situasi global yang makin panas. tidak boleh diabaikan..

Perkembangan terkait Amerika Bakar Rp17.000 Triliun untuk Militer, Siapa yang Menikmati? akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By