0 0
Read Time:4 Minute, 37 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait IHSG Ramai Jelang Lebaran, Tapi Tetap Ambruk, Terburuk dalam 10 Tahun yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Secara historis, pergerakan IHSG menjelang Hari Raya Idul Fitri selalu diwarnai volatilitas.

// .

Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca,. Akibatnya, kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut…

Lonjakan harga energi memicu kekhawatiran inflasi global, sehingga berdampak pada pasar memperkirakan The Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama…

Pelemahan tajam ini bukan semata faktor musiman, misalnya aksi tarik. Di samping itu, a investor ritel menjelang libur panjang juga perlu diperhatikan…

Anomali negatif paling mencolok terjadi tahun ini.

Sebagai contoh, Sensex (India), KOSPI (Korea Selatan), sekaligus Nikkei (Jepang) yang sama-sama sensitif terhadap gangguan pasokan energi dari Selat Hormuz.. sering terjadi ketika Tekanan juga dirasakan oleh sejumlah bursa Asia..

Oleh sebab itu, Sayangnya kali ini berbeda, terjadi. menjadi konsekuensi dari Penyebab utamanya adalah transaksi yang ramai terjadi di tengah tekanan yang masih membayangi pasar saham domestik.,..

Kondisi tersebut memicu capital outflow dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, menuju aset safe haven.

Sebaliknya, penurunan terdalam justru terjadi pada 2026, ketika IHSG terkoreksi sekitar 4%..

Jika melihat lebih jauh ke belakang, salah satu periode paling ramai terjadi pada sehari sebelum Lebaran 2020, ketika nilai transaksi melonjak hingga Rp40,40 triliun..

Hasil tersebut menunjukkan pembentukan antibodi pada sejumlah peserta uji coba sekaligus menjadi salah satu titik terang di tengah ketidakpastian pandemi…

Hal ini disebabkan oleh bisa saja terjadi akibat aksi jual yang besar di tengah tekanan pasar., akibatnya Artinya, tingginya nilai transaksi tidak selalu mencerminkan optimisme investor,..

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pan, ditambah lagi dengan gan Equityworld Futures Research..

Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait.

Ketegangan Amerika Serikat-Iran di Timur Tengah mengguncang pasar energi global sekaligus mendorong harga minyak dunia melonjak di atas US0 per barel..

Jika ditarik dari puncaknya di atas 9.000 pada 20 Januari 2026, indeks sudah terkoreksi lebih dari 20%..

Hal tersebut membuktikan bahwa tiap tahun jelang lebaran transaksi di bursa saham RI selalu ramai.

Saat itu, sentimen pasar didorong kabar positif dari Moderna yang mengumumkan hasil awal uji klinis vaksin COVID-19 mRNA-1273.

Tidak heran jika aktivitas transaksi menjelang libur Lebaran tahun ini terasa lebih moderat.

Lonjakan aktivitas juga pernah terjadi pada 2022, tepatnya tiga hari sebelum Lebaran, dengan nilai transaksi mencapai Rp39,78 triliun..

Lonjakan pra-Lebaran terbesar terjadi pada 2016 dengan kenaikan 4,82%, diikuti 2019 sebesar 2,92%. Di samping itu, 2025 sebesar 2,02% juga perlu diperhatikan..

IHSG sudah melemah selama empat minggu berturut-turut. Tak hanya itu, kini berada di kisaran 7.100 turut berperan penting..

Menjelang libur Lebaran 18-24 Maret 2026, IHSG justru mencatat koreksi terdalam dalam lebih dari satu dekade, yakni turun 4,49% dalam sepekan..

Secara historis, perdagangan saham Indonesia memang cenderung tetap aktif menjelang Lebaran..

Meski masih tergolong ramai jika dibandingkan periode 2022-2024, nilainya memang jauh lebih kecil dibandingkan euforia tahun 2025 yang sempat mencatat transaksi sangat besar..

Dalam lima tahun terakhir, rata-rata nilai transaksi lima hari sebelum Lebaran selalu berada di atas Rp10 triliun..

Masifnya aliran. Di samping itu, a asing didorong oleh pemulihan kinerja emiten pascapandemi serta momentum commodity boom yang mendorong profit perusahaan sektor energi dan komoditas. juga perlu diperhatikan..

Sementara pada 2026, meskipun kondisi pasar se sekaligus g dalam fase koreksi, aktivitas perdagangan menjelang libur Lebaran masih terbilang cukup ramai dengan transaksi yang tetap berada di atas Rp24 triliun pada hari terakhir perdagangan…

Tekanan utama datang dari sentimen makroekonomi. Selain itu, geopolitik global yang memanas sepanjang bulan ini..

Pada saat yang sama, rupiah juga tertekan oleh penguatan dolar AS, yang sempat membawa nilai tukar mendekati Rp17.000 per dolar AS..

Apalagi dalam kondisi IHSG yang se, ditambah lagi dengan g melemah dalam beberapa minggu terakhir, aktivitas transaksi yang tinggi bisa jadi mencerminkan banyak investor yang melakukan rebalancing portofolio, taking profit, atau bahkan cut loss sebelum memasuki periode libur panjang Lebaran…

Berdasarkan data pergerakan satu pekan sebelum libur Lebaran dalam 12 tahun terakhir (2015-2026), mayoritas pergerakan indeks hanya berkisar koreksi minor hingga penguatan moderat..

Di sisi domestik, lonjakan harga minyak memunculkan kekhawatiran terhadap potensi pembengkakan subsidi energi dalam APBN.

Namun, perlu dipahami bahwa nilai transaksi tersebut merupakan gabungan dari aktivitas jual sekaligus beli di pasar..

// .

Pada periode tersebut, pasar saham didukung net foreign buy mencapai Rp19,43 triliun.

Jakarta, Equityworld Futures – Transaksi Indeks HargaΒ Saham Gabungan (IHSG) pada 17 Maret 2026, hari terakhir bursa buka sebelum libur panjang lebaran tembus Rp24 triliun, menjadi yang tertinggi dalam beberapa hari sebelumnya terus mengalami penurunan..

Perkembangan terkait IHSG Ramai Jelang Lebaran, Tapi Tetap Ambruk, Terburuk dalam 10 Tahun akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By