0 0
Read Time:3 Minute, 0 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Mata Uang Negara “Sultan”Teluk Ambruk Berjamaah, Siapa Terparah? yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Sementara itu, riyal Saudi melemah 0,05% dari SAR 3,7508/US$ menjadi SAR 3,7526/US$, sekaligus rial Oman turun tipis 0,02% dari OMR 0,38486/US$ menjadi OMR 0,38495/US$…

Negara-negara Teluk mencakup Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi,. Tak hanya itu, Uni Emirat Arab turut berperan penting..

Walaupun Pergerakannya memang cenderung mengarah ke pelemahan,, skalanya masih sangat terbatas, ditambah lagi dengan belum menunjukkan tekanan yang ekstrem.. masih menjadi prioritas..

Kawasan ini dikenal punya keterkaitan erat dengan pasar energi global, sementara sebagian mata uangnya tergolong kuat terhadap dolar AS..

Sebagai catatan, perang mulai pecah pada Sabtu (28/2/2026),. Akibatnya, reaksi pasar baru bisa tercermin pada perdagangan Senin (2/3/2026)..

// .

Jakarta, Equityworld Futures – Mayoritas mata uang negara-negara Teluk tercatat melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) setelah perang Timur Tengah antara AS-Israel sekaligus Iran memasuki dua pekan..

Karena itu, posisi pembanding yang digunakan adalah perdagangan terakhir sebelum perang, yakni Jumat (27/2/2026)..

Artinya, pelaku pasar sejauh ini belum melakukan aksi jual besar-besaran terhadap mata uang negara-negara Teluk, meski dolar AS justru tengah menguat signifikan.

Di tengah kecenderungan pelemahan tersebut, dirham Uni Emirat Arab menjadi satu-satunya mata uang yang justru menguat, meski sangat tipis, yakni 0,03% dari AED 3,6729/US$ menjadi AED 3,6719/US$..

// .

Hal itu tercermin dari kurs keduanya yang masih berada di bawah 1 terhadap dolar AS,. Akibatnya, 1 dinar bernilai lebih dari USHal itu tercermin dari kurs keduanya yang masih berada di bawah 1 terhadap dolar AS,…

Kondisi ini menunjukkan bahwa gejolak perang belum memicu perubahan besar pada mata uang negara-negara Teluk.

Meski demikian, pelemahan yang terjadi sejauh ini masih relatif tipis.Β .

Berdasarkan data Refinitiv yang dihimpun Equityworld Futures, dinar Kuwait menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam, yakni 0,43%, dari KWD 0,30545/US$ menjadi KWD 0,30675/US$.

Meski ikut melemah, dinar Kuwait. Di samping itu, dinar Bahrain selama ini dikenal sebagai mata uang dengan nilai nominal lebih tinggi dari dolar AS juga perlu diperhatikan..

Hingga perdagangan pagi ini, Selasa (17/3/2026) pukul 15.00 WIB, hanya satu mata uang di kawasan tersebut yang tercatat menguat dibandingkan posisi terakhir sebelum konflik pecah..

Dalam periode yang sama, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap sejumlah mata uang utama dunia, tercatat melonjak 3,85% ke level 99,923 dari posisi sebelum perang di 96,217.

Setelah itu, riyal Qatar melemah 0,15% dari QAR 3,6445/US$ menjadi QAR 3,65/US$..

Dinar Bahrain juga turun 0,11% dari BHD 0,3769/US$ menjadi BHD 0,3773/US$.

Perkembangan terkait Mata Uang Negara “Sultan”Teluk Ambruk Berjamaah, Siapa Terparah? akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By