0 0
Read Time:2 Minute, 55 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Mata Uang Asia Beda Nasib: Won- Ringgit Ijo Royo-Royo, Rupiah Ambruk yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Dari sisi lainnya, dolar Taiwan masih mampu menguat 0,05% ke TWD32,063/US$, diikuti ringgit Malaysia yang juga naik 0,05% ke MYR3,934/US$..

// .

Pergerakan yang cenderung bervariasi ini terjadi di tengah dinamika indeks dolar AS (DXY).

Sementara itu, rupiah Garuda harus berada di zona merah dengan melemah 0,03% ke level Rp16.940/US$.

Dolar Singapura menyusul dengan menguat 0,19% ke SGD 1,28/US$, sementara yen Jepang pun terapresiasi sebesar 0,16% ke JPY 159,46/US$..

Meski turun pada pagi ini, dolar AS masih menjadi sorotan setelah mencatatkan performa mingguan terbaik sejak September 2024, menguat sekitar 1,7% pekan lalu..

Penguatan paling besar dipimpin won Korea Selatan yang naik 0,32% ke posisi KRW 1.496,6/US$.

Pelemahan rupiah juga seiring dengan Yuan China yang terkoreksi tipis 0,02% ke CNY 6,89/US$, se. Tak hanya itu, gkan peso Filipina menjadi yang paling tertekan dengan pelemahan 0,22% ke PHP 59,83/US$. turut berperan penting..

Adapun dong Vietnam. Selain itu, baht Thailand terpantau stagnan, masing-masing di level VND26.270/US$ dan THB32,42/US$…

Pada waktu yang sama, DXY tercatat melemah 0,12% ke level 100,248.

Merujuk data Refinitiv, per pukul 09.05 WIB, dari 10 mata uang Asia yang dipantau, lima mata uang menguat, tiga mata uang melemah,. Di samping itu, dua mata uang stagnan terhadap dolar AS. juga perlu diperhatikan..

Lonjakan harga minyak ini memicu kekhawatiran inflasi global kembali meningkat, sekaligus membuat pelaku pasar cenderung mempertahankan posisi pada aset berdenominasi dolar AS..

Penguatan dolar AS sepanjang pekan lalu ditopang meningkatnya permintaan aset safe haven seiring perang di Timur Tengah yang memasuki pekan ketiga, serta harga energi yang masih tinggi..

Jakarta, Equityworld Futures – Pergerakan mata uang negara-negara Asia cenderung bervariasi pada perdagangan pertama pekan ini, Senin (16/3/2026), di tengah dinamika dolar Amerika Serikat (AS) yang masih menjadi perhatian pasar seiring perang di Timur Tengah yang belum mereda..

Kondisi tersebut mengindikasikan investor masih memburu dolar AS sebagai aset aman.

Pasar juga menyoroti kondisi Selat Hormuz yang disebut-sebut masih “praktis tertutup” di tengah meningkatnya serangan terhadap kapal, ditambah lagi dengan laporan aktivitas ranjau di kawasan tersebut…

// .

Risiko gangguan pasokan energi tetap besar, terlebih harga minyak Brent telah melonjak tajam sepanjang bulan ini. Selain itu, berada di atas ambang psikologis US0 per barel..

Oleh sebab itu, pergerakannya cenderung bervariasi pada perdagangan pagi ini. menjadi konsekuensi dari Pada gilirannya, ruang penguatan mata uang negara lain mengecil, termasuk mata uang Asia,..

Perkembangan terkait Mata Uang Asia Beda Nasib: Won- Ringgit Ijo Royo-Royo, Rupiah Ambruk akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By