0 0
Read Time:3 Minute, 42 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Di Tengah Perang dan Rupiah Ambruk, Investor Menanti Jurus BI yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Keputusan tersebut membuat BI telah lima kali berturut-turut menahan suku bunga acuannya hingga Februari 2026.

Sebagai informasi, nilai tukar rupiah masih berada dalam tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

“Kami memperkirakan Bank Indonesia akan mempertahankan BI Rate di level 4,75% pada Maret 2026.

Ia menambahkan, pelonggaran suku bunga pada waktu yang tepat masih berpotensi menopang pertumbuhan ekonomi domestik..

Pada pertemuan RDG terakhir pada 18-19 Februari 2026, BI kembali memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 4,75%, dengan suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, ditambah lagi dengan Lending Facility sebesar 5,50%…

Bila kembali dipertahankan pada Maret ini, maka langkah tersebut akan menjadi kali keenam secara beruntun..

Tekanan ini terutama datang dari faktor global, khususnya penguatan indeks dolar AS yang mencerminkan kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia..

Ba, ditambah lagi dengan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi tahunan pada Februari 2026 mencapai 4,76%, atau berada di atas target BI, sementara inflasi inti tercatat 2,63% secara tahunan…

Menurut dia, kondisi tersebut turut menjadi pertimbangan BI untuk belum mengubah arah kebijakan suku bunga.

Kondisi ini kemudian mempersempit ruang gerak mata uang lain, termasuk rupiah, yang cenderung tertekan..

Jakarta, Equityworld Futures – Jelang Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI), pelaku pasar memperkirakan BI masih akan kembali menahan suku bunga acuannya pada pertemuan kali ini..

Meski demikian, Juniman menilai ruang penurunan suku bunga tetap terbuka ke depan, mengingat tekanan inflasi inti domestik masih relatif rendah..

Meski Di sisi lain, peluang pemangkasan suku bunga belum sepenuhnya tertutup,, namun kemungkinan baru akan lebih terbuka setelah tekanan eksternal mereda sekaligus kondisi pasar keuangan menjadi lebih stabil.. tetap penting..

Sementara itu, dalam RDG kali ini BI diperkirakan masih akan menahan suku bunga guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Di samping itu, inflasi. juga perlu diperhatikan..

Dengan demikian, fokus utama BI pada RDG Maret kali ini diperkirakan masih akan tertuju pada upaya menjaga stabilitas rupiah di tengah gejolak global.

Secara bulanan (month-to-date/mtd) hingga Senin (16/3/2026) pukul 09.37 WIB, rupiah tercatat melemah 1,26% ke posisi Rp16.972/US$ atau hampir menembus level psikologisnya di Rp17.000/US$..

Konsensus yang dihimpun Equityworld Futures dari 13 lembaga/institusi menunjukkan hasil yang kompak.

// .

Walaupun begitu,, BI tetap memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga acuan ke depan, mengingat tekanan inflasi inti domestik masih rendah masih terjadi meski “..

Seluruh responden memproyeksikan BI akan kembali mempertahankan BI Rate di level 4,75% pada RDG kali ini..

// .

Juniman juga menyoroti tekanan inflasi yang meningkat pada Februari 2026.

Hal ini disebabkan oleh tekanan yang masih berlanjut terhadap rupiah akibat ketidakpastian pasar keuangan global, ditambah lagi dengan dampak meningkatnya tensi geopolitik, yakni perang Iran-Israel dan AS,” ujar Juniman…

Bank Indonesia dijadwalkan menggelar RDG bulan ini pada Senin-Selasa (16-17/3/2026), dengan hasil keputusan yang akan diumumkan pada Selasa (17/3/2026)..

Di tengah memanasnya perang di Timur Tengah, investor kembali memburu aset safe haven, termasuk dolar AS.

// .

Hal ini sejalan dengan pan. Selain itu, gan Kepala Ekonom Bank Maybank Indonesia, Juniman, yang menilai BI masih akan memilih menahan suku bunga pada Maret 2026 seiring tertekannya nilai tukar rupiah…

Inflasi inti pada Februari 2026 tercatat 2,63% secara tahunan,” kata Juniman..

Dalam pernyataan resminya pada Februari lalu, BI menegaskan keputusan tersebut sejalan dengan fokus kebijakan pada penguatan stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global, sembari tetap mendukung pencapaian sasaran inflasi 2026-2027. Selain itu, pertumbuhan ekonomi…

Perkembangan terkait Di Tengah Perang dan Rupiah Ambruk, Investor Menanti Jurus BI akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By