Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Mata Uang Asia Mulai Perkasa, Malaysia Paling Hebat yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Di sisi lain, tidak semua mata uang Asia berada di zona hijau.
Kondisi ini membuat permintaan aset safe haven, termasuk dolar AS, mulai berkurang..
Arah pergerakan ini sejalan dengan melemahnya indeks dolar AS (DXY).
Dolar Singapura menguat tipis 0,04% ke SGD 1,27/US$,. Di samping itu, yen Jepang naik 0,01% ke JPY 157,62/US$. juga perlu diperhatikan..
Penguatan paling besar dipimpin ringgit Malaysia yang melonjak 0,86% ke level MYR 3,92/US$.
Merujuk data Refinitiv, per pukul 09.25 WIB, dari sebelas mata uang Asia yang dipantau, delapan mata uang menguat, sementara tiga mata uang melemah terhadap dolar AS..
Dari dalam negeri, rupiah Garuda turut menguat 0,32% ke posisi Rp16.880/US$.
Pernyataan tersebut meredakan kekhawatiran pasar bahwa perang dapat mengganggu pasokan energi global, ditambah lagi dengan menekan pertumbuhan ekonomi dunia…
Won Korea Selatan justru menjadi yang paling tertekan setelah melemah 0,66% ke KRW 1.470,45/US$.
Pada waktu yang sama, DXY tercatat turun 0,37% ke level 98,811, menandakan minat investor terhadap dolar AS mulai mereda..
Peso Filipina turun 0,17% ke PHP 59,153/US$, sementara baht Thailand melemah tipis 0,03% ke THB 31,67/US$..
Alasannya adalah kekhawatiran konflik berkepanjangan kembali memangkas penguatannya sehingga berdampak pada Komentar Trump juga mendorong penguatan pasar saham, sementara harga minyak yang sebelumnya melonjak…
Yuan China menyusul dengan penguatan sebesar 0,38% ke CNY 6,88/US$, sementara rupee India turu naik 0,35% ke INR 91,81/US$..
Selain itu, dolar Taiwan juga berada di zona hijau dengan penguatan 0,15% ke TWD 31,75/US$, disusul dong Vietnam yang naik 0,13% ke VND 26.21/US$.
Jakarta, Equityworld Futures – Pergerakan mata uang negara-negara Asia cenderung membaik pada perdagangan pagi ini, Selasa (10/3/2026), seiring melemahnya dolar Amerika Serikat (AS) di pasar global.Β .
// .
Bahkan, rupiah sempat dibuka menguat 0,62% di level Rp16.830/US$..
// .
Pelemahan dolar AS terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan perang melawan Iran “sudah sangat tuntas”, yang menenangkan kekhawatiran investor terhadap potensi konflik berkepanjangan..
Pada akhirnya, mere. Di samping itu, ya sentimen risiko dan pelemahan dolar AS memberi ruang bagi mata uang negara lain, termasuk mata uang Asia, untuk bergerak menguat pada perdagangan pagi ini. juga perlu diperhatikan..
Perkembangan terkait Mata Uang Asia Mulai Perkasa, Malaysia Paling Hebat akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Equityworld Trillium Surabaya βΒ Ketegangan Global Dorong Harga Emas, Ancaman Perang Dagang Jadi Sorotan Utama
- Prabowo Dijadwalkan Teken Deal Dagang dengan AS saat Hadiri Rapat BoP