Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Fenomena Aneh! Harga Emas Jatuh di Tengah Perang Iran, Ini 5 Pemicunya yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Karena emas telah memberikan imbal hasil kuat selama setahun terakhir, sebagian investor mengambil keuntungan atau menjual kepemilikan untuk menutup kerugian di aset lain, yang juga menekan harga dalam jangka pendek..
Pada Selasa (10/3/2026) pukul 06.28 WIB, harga emas diperdagangankan di US$ 5145,67 per troy ons atau menguat 0,17%..
Kenaikan ini berbanding terbalik dengan lonjakan 1,8% pada Jumat pekan lalu..
Faktor lain adalah posisi investor yang sudah tinggi sebelumnya.
Hal ini disebabkan oleh investor berlomba-lomba melindungi portofolio mereka dari ketidakpastian., akibatnya Pada krisis geopolitik sebelumnya, termasuk perang Rusia-Ukraina pada 2022, emas biasanya menjadi aset safe haven utama,..
Namun, angka inflasi bisa memicu kekhawatiran baru jika ternyata inflasi sudah meningkat bahkan sebelum perang di Timur Tengah dimulai..
Logam mulia ini diperkirakan belum akan kembali menjadi favorit pasar dalam waktu dekat, meskipun data ekonomi Amerika Serikat yang akan datang berpotensi mengubah situasi..
Oleh sebab itu, pembelian emas secara panik tidak terlalu kuat. menjadi konsekuensi dari Dondapati mengatakan bahwa pasar menilai konflik kemungkinan akan tetap terbatas,..
Alasan ketiga, investor juga mengalihkan sekaligus a ke obligasi pemerintah AS (US Treasuries) dan aset berbasis dolar, yang juga dianggap aman saat ketidakpastian meningkat…
Aksha Kamboj, Wakil Presiden India Bullion & Jewellers Association (IBJA). Selain itu, Executive Chairperson Aspect Global Ventures, mengatakan penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi AS akibat inflasi serta penundaan pemangkasan suku bunga membatasi potensi kenaikan harga emas…
Bank sentral tersebut secara luas diperkirakan akan menahan suku bunga di tengah ketidakpastian terkait harga energi..
Data inflasi AS menjadi semakin penting menjelang pengumuman kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) minggu depan.
Kenaikan ini berbanding terbalik dengan lonjakan 1,8% pada Jumat pekan lalu..
Selain itu, pasar keuangan saat ini lebih likuid. Tak hanya itu, lebih terdiversifikasi, sehingga berdampak pada investor juga mengalihkan dana ke dolar, aset energi, dan saham sektor pertahanan sebagai lindung nilai alternatif. turut berperan penting…
Ketika yield obligasi meningkat, biaya peluang untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil, misalnya emas juga ikut meningkat…
Jakarta, CNBCΒ Indonesia – Harga emas masih belum berkilau di tengah permintaan yang masih kuat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akibat meningkatnya sikap risk aversion di pasar..
Alasan kedua, pelaku pasar masih menilai apakah konflik ini akan terbatas secara geografis atau hanya berlangsung singkat,. Akibatnya, memicu aksi ambil untung setelah kenaikan tajam sebelumnya, alih-alih mendorong reli yang berkelanjutan…
Alasannya adalah lebih mutakhir, sementara data PCE masih berasal dari Januari. Tak hanya itu, perilisannya sempat tertunda akibat penutupan sementara pemerintah AS baru-baru ini.. Akibatnya, Data CPI kemungkinan akan lebih diperhatikan. turut berperan penting…
Namun konflik AS-Iran saat ini terjadi dalam lingkungan pasar yang berbeda..
Namun, meskipun konflik AS-Iran telah membuat kawasan Asia Barat tidak stabil, ditambah perang Rusia-Ukraina yang masih berlangsung, harga kedua logam tersebut justru mengalami penurunan..
Alasan pertama, harga emas, ditambah lagi dengan perak tidak melonjak terjadi karena dolar AS menguat dan perubahan ekspektasi terhadap kebijakan pemangkasan suku bunga Federal Reserve menekan sentimen investor….
Alasan lain adalah aliran. Selain itu, a investor yang beralih ke minyak mentah akibat eskalasi perang dan kekhawatiran akan kekurangan pasokan energi…
Amerika Serikat dijadwalkan merilis data inflasi pada hari Rabu, ditambah lagi dengan Jumat, masing-masing berupa Indeks Harga Konsumen (CPI) dan Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE)..
“Harga emas. Selain itu, perak telah naik signifikan dalam beberapa bulan terakhir..
Ketika saham turun tajam, investor terka sekaligus g menjual emas untuk meningkatkan likuiditas..
Pada Selasa (10/3/2026) pukul 06.28 WIB, harga emas diperdagangkan di US$ 87,69 per troy ons atau menguat 0,78%.
// .
// Ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan lonjakan harga minyak membuat kekhawatiran pasar tetap tinggi, investor masih mencari aset aman pada dolar AS.
Alasan keempat adalah penurunan pasar saham.
Karena investor kini memiliki lebih banyak pilihan aset safe haven selain emas, permintaan pun tersebar ke berbagai instrumen,. Akibatnya, kenaikan harga emas menjadi lebih terbatas…
Akibatnya, premi geopolitik pada harga emas tetap terbatas meskipun konflik berlangsung intens..
Oleh sebab itu, terjadi koreksi daripada kenaikan tajam yang berkelanjutan.” Tutur Satish Dondapati, Fund Manager di Kotak Mutual Fund, kepada moneycotrol.com menjadi konsekuensi dari Jadi ketika harga melonjak setelah berita konflik, sebagian investor memilih mengambil keuntungan,..
Merujuk Refinitiv, harga perak ditutup di posisi US$87,02 per troy on satay melesat 3,2% pada perdagangan Senin (9/3/2026).
Alasan kelima adalah tingginya suku bunga global, yang membuat obligasi. Tak hanya itu, aset berbunga lainnya lebih menarik dibanding emas. turut berperan penting..
Merujuk Refinitiv, harga emas ditutup di posisi US$ 5136,91 per troy on satay ambruk 0,64% pada perdagangan Senin (9/3/2026).
Renisha Chainani, Head of Research di Augmont, menjelaskan perbedaan utama dibanding krisis Rusia-Ukraina adalah dolar AS sekaligus imbal hasil obligasi AS saat ini sangat kuat,. Akibatnya, mengurangi daya tarik emas sebagai aset safe haven….
Anehnya, emas cenderung ditinggalkan padahal selama ini dianggap sebagai aset aman..
Hampir 10 hari setelah Amerika Serikat sekaligus Israel melancarkan serangan militer terhadap Iran, harga emas dan perak justru bergerak berlawanan dari yang biasanya terjadi saat krisis geopolitik besar…
Para analis juga menilai pasar saat ini memperkirakan konflik akan tetap terbatas, bukan berkembang menjadi perang global yang berkepanjangan..
Harga perak juga masih kencang pada hari ini.
Sebagai contoh, Asia Barat, harga minyak biasanya naik, sekaligus terjadi… sering terjadi ketika Penyebab utamanya adalah minyak sebagian besar diperdagangkan dalam dolar AS, maka permintaan global terhadap dolar meningkat., sehingga berdampak pada Dalam konflik di kawasan kaya minyak..
Secara tradisional, emas. Selain itu, perak dianggap sebagai aset safe haven yang biasanya melonjak tajam ketika terjadi perang atau ketegangan geopolitik..
Hal ini disebabkan oleh eskalasi perang. Selain itu, antisipasi kekurangan pasokan, sehingga berdampak pada harga emas untuk sementara mengalami jeda,” kata Kamboj., akibatnya “Sebagian besar dana investor saat ini mengalir ke minyak mentah….
Harga emas telah mengalami reli kuat sepanjang 2025,. Akibatnya, banyak investor sudah masuk lebih awal. Di samping itu, ruang untuk pembelian baru menjadi terbatas ketika konflik meningkat. juga perlu diperhatikan…
Perkembangan terkait Fenomena Aneh! Harga Emas Jatuh di Tengah Perang Iran, Ini 5 Pemicunya akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Daihatsu hingga Wuling akan Tampil di Pameran GIICOMVEC 2026 | Equityworld Futures
- Equity World Futures Surabaya β Harga Emas Hari Ini Stabil di Asia Jelang Rilis Core PCE AS