0 0
Read Time:3 Minute, 22 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Asia Kebakaran! Tak Ada Mata Uang Asia yang Selamat, Siapa Terparah? yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Tekanan terjadi seiring dengan menguatnya dolar AS di pasar global di tengah eskalasi konflik Timur Tengah yang kembali mendorong permintaan aset safe haven..

Pada gilirannya, penguatan dolar AS membuat mata uang negara lain berada di zona pelemahan, tak terkecuali mata uang Asia, pada perdagangan pagi ini..

Jakarta, Equityworld Futures – Mata uang Asia kompak bergerak di zona pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan awal pekan ini, Senin (9/3/2026).

Arah pergerakan tersebut selaras dengan menguatnya indeks dolar AS (DXY) yang pada waktu yang sama naik 0,63% ke level 99,610.

Peso Filipina menyusul dengan melemah 1,14% ke level PHP 59,68/US$..

Pasar juga memantau dinamika politik di Iran setelah Teheran menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai penerus pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei..

Sentimen utama datang dari eskalasi konflik di Timur Tengah yang belum menunjukkan tanda mereda..

Tekanan juga terlihat pada won Korea Selatan yang terkoreksi 0,87% ke KRW 1.494,1/US$.

Langkah ini dinilai menegaskan kelompok garis keras masih memegang kendali di Teheran, di tengah konflik yang telah memasuki pekan kedua dengan AS sekaligus Israel…

Yuan China turun 0,32% ke CNY 6,91/US$, se. Selain itu, gkan dolar Singapura melemah 0,3% ke SGD 1,28/US$…

// .

Pelemahan terdalam terjadi pada baht Thailand yang turun 1,04% ke posisi THB 32,09/US$.

Merujuk data Refinitiv, per pukul 09.45 WIB, seluruh sebelas mata uang Asia yang dipantau kompak melemah terhadap greenback..

Situasi ini diperkirakan tidak akan disambut baik oleh Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya menyatakan figur tersebut “tidak dapat diterima”..

Penyebab utamanya adalah posisinya sebagai safe haven sekaligus negara eksportir energi, di saat lonjakan harga minyak memunculkan kekhawatiran tekanan inflasi global akan kembali meningkat, sehingga berdampak pada Pelaku pasar kembali memburu dolar AS terjadi…

Sementara itu, mata uang Garuda juga tak mampu menguat dari dolar AS.

Kondisi tersebut juga membuat pasar saham Asia tertekan sekaligus mendorong investor memilih aset yang lebih likuid…

Penguatan DXY mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap dolar AS, yang pada akhirnya menekan mayoritas mata uang lainnya, termasuk mata uang Asia..

Pelemahan juga terjadi pada rupee India yang turun 0,37% ke INR 92,27/US$, disusul dong Vietnam yang melemah 0,36% ke VND 26.287/US$.

// .

Rupiah tertekan dengan pelemahan 0,44% ke level Rp16.975/US$ atau semakin mendekati level psikologisnya di Rp17.000/US$..

Kondisi ini menjadi pemicu pelaku pasar kembali melirik dolar AS sebagai aset aman.

Oleh sebab itu, gangguan berkepanjangan berisiko menekan pertumbuhan ekonomi global sekaligus mengerek inflasi. juga perlu diperhatikan. menjadi konsekuensi dari Selat Hormuz tetap menjadi jalur penting bagi pasokan minyak. Di samping itu, gas dunia,..

Yen Jepang turun 0,55% ke JPY 158,65/US$, sementara dolar Taiwan melemah 0,54% ke TWD 31,98/US$. Selain itu, ringgit Malaysia terkoreksi 0,53% ke MYR 3,96/US$…

Dengan belum a. Tak hanya itu, ya tanda gencatan senjata dan kapal tanker masih enggan melintas di Selat Hormuz, investor bersiap menghadapi periode biaya energi yang lebih tinggi turut berperan penting..

Perkembangan terkait Asia Kebakaran! Tak Ada Mata Uang Asia yang Selamat, Siapa Terparah? akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By