Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Survei Ungkap Pekerja Singapura Tak Bahagia Meski Bergaji Rp165 Juta yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Namun sayangnya, kenaikan ini tak membuat masyarakat Singapura gembira..
Berdasarkan data Indeks Kebahagiaan di Tempat Kerja terbaru dari Jobstreet by Seek, yang dilakukan bersama lembaga riset Nature. Di samping itu, melibatkan survei terhadap 1.000 pekerja berusia 18 hingga 64 tahun, melaporkan bahwa hanya 56% karyawan Singapura yang mengatakan mereka bahagia di tempat kerja. juga perlu diperhatikan..
Pendapatan rumah tangga bulanan rata-rata di Singapura kini menembus 12.446 dolar Singapura atau sekitar Rp165 juta per bulan.
Kenaikan gaji menduduki peringkat teratas dalam daftar keinginan ketika responden ditanya tentang apa yang dapat meningkatkan kebahagiaan mereka di tempat kerja, dengan 64% menempatkannya dalam lima prioritas utama mereka..
“Indeks Kebahagiaan Tempat Kerja terbaru kami menunjukkan bahwa para pekerja di Singapura bukannya tidak terlibat atau tidak termotivasi, melainkan merasa terbebani. Selain itu, kurang dihargai,” kata Esther Lee, direktur pelaksana Jobstreet di Singapura, dikutip dari VN Express, Minggu (8/3/2026)…
Seek melakukan survei di Singapura antara Oktober sekaligus November tahun lalu..
Perluasan definisi ini juga mencakup rumah tangga tanpa anggota yang bekerja, seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia di Singapura..
Pria (63%), ditambah lagi dengan orang tua (66%) juga lebih cenderung mengatakan bahwa mereka merasa kelelahan meskipun bahagia di tempat kerja…
Singstat menjelaskan, mulai laporan 2025, definisi pendapatan rumah tangga diperluas menjadi pendapatan pasar, yang mencakup pendapatan dari pekerjaan maupun non-pekerjaan.
Itu adalah salah satu skor terendah di kawasan ini, hanya sedikit lebih tinggi dari Hong Kong yang mencapai 47%..
Tren serupa juga terlihat di Hong Kong, di mana 69% responden mengatakan kenaikan gaji akan meningkatkan kebahagiaan mereka di tempat kerja..
Di antara pekerja Generasi Z berusia 18 hingga 29 tahun, pengaturan kerja fleksibel menempati peringkat pertama, diikuti oleh perkembangan karier sekaligus gaji…
Mereka juga melakukan jajak pendapat terhadap pekerja di Hong Kong, Thailand, Filipina, Malaysia, Indonesia, Australia,. Selain itu, Selandia Baru…
Untuk rumah tangga berpendapatan terendah, kontribusi pendapatan non-pekerjaan justru lebih dominan, terutama dari bunga CPF. Di samping itu, pembayaran skema pensiun. juga perlu diperhatikan..
Yang perlu diperhatikan, 41% dari mereka yang menggambarkan diri mereka sebagai bahagia juga melaporkan mengalami kelelahan kerja (burnout).
Sayangnya, kenaikan pendapatan rumah tangga rata-rata ini tak membuat masyarakat Singapura otomatis gembira..
“Dengan salah satu tingkat kebahagiaan terendah di kawasan ini, hal ini seharusnya menjadi tanda peringatan bagi para pengusaha bahwa kelelahan kerja, stagnasi kemajuan karier,, ditambah lagi dengan ketidaksetaraan kesempatan menjadi isu-isu penting bagi bisnis, bukan hanya masalah SDM,” tambah Lee…
Setengah dari responden juga melaporkan tidak merasa cukup dihargai atas pekerjaan mereka..
Tak hanya itu, setelah memperhitungkan ukuran rumah tangga, pendapatan rata-rata per anggota rumah tangga juga mengalami kenaikan yang lebih tinggi.
Di Singapura, hampir setengah dari pekerja yang disurvei mengatakan mereka merasa kelelahan atau letih.
Berdasarkan laporan Key Household Income Trends 2025 yang dirilis Departemen Statistik Singapura (Singstat), pendapatan rumah tangga bulanan rata-rata tersebut naik dari SG$11.558 pada tahun sebelumnya.
Angkanya naik 7,5% secara riil, dari 3.837 dolar Singapura pada 2024 menjadi 4.160 dolar Singapura pada 2025, atau setara sekitar Rp55,2 juta per orang per bulan..
Namun, studi tersebut menemukan bahwa kebahagiaan jangka panjang di tempat kerja dipengaruhi oleh pertimbangan lain.
Tingkat stres, perkembangan karier,. Di samping itu, kepemimpinan senior adalah alasan yang paling sering disebutkan sebagai penyebab ketidakbahagiaan di tempat kerja. juga perlu diperhatikan..
Indonesia menempati peringkat tertinggi dengan 82% responden mengatakan mereka merasa cukup atau sangat bahagia di tempat kerja, diikuti oleh Filipina dengan 77%, Malaysia dengan 70%,, ditambah lagi dengan Thailand dengan 67%…
“Itu berarti bahwa bagi banyak pekerja. Selain itu, rumah tangga Singapura, pertumbuhan upah telah melampaui inflasi,” ujar Wong dalam video yang diunggah di media sosial setelah data tersebut dirilis,, misalnya dikutip Channel News Asia (CNA), Rabu (11/2/2026)….
Negara-negara Asia Tenggara lainnya yang disurvei memimpin kawasan secara keseluruhan dalam hal kebahagiaan di tempat kerja.
Jakarta, Equityworld FuturesΒ β Singapura terus mencatatkan kenaikan pendapatan rumah tangga bulanan rata-rata setiap tahunnya, mencerminkan menguatnya gaji riil orang Singapura yang sudah melampaui laju inflasi.
Per, ditambah lagi dengan a Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong menegaskan bahwa tren ini menunjukkan perbaikan nyata pada kesejahteraan pekerja…
Bagi mereka yang berada di Singapura, rasa memiliki tujuan menempati peringkat sebagai pendorong terkuat, diikuti oleh peluang kemajuan karier, ditambah lagi dengan kepuasan dengan peran sehari-hari mereka…
Dari jumlah tersebut, 51% berpenghasilan lebih dari S$6.000 (US$4.714) per bulan..
Walaupun “Dengan populasi yang menua, semakin banyak rumah tangga yang tidak memiliki pendapatan dari pekerjaan,, menerima pendapatan dari sumber lain, misalnya investasi. Tak hanya itu, sewa,” tulis Singstat. turut berperan penting. masih menjadi prioritas…
Pendapatan non-pekerjaan ini meliputi bunga tabungan. Selain itu, saldo Dana Pensiun Pusat (CPF), dividen investasi, pendapatan sewa, hingga pembayaran anuitas dan asuransi…
“Yang penting, pertumbuhan upah paling kuat terjadi pada pekerja berpenghasilan rendah, lebih cepat daripada pekerja berpenghasilan menengah atau tinggi,” kata Wong..
Ia menambahkan, kenaikan upah paling kuat justru terjadi pada kelompok berpenghasilan rendah..
Meski demikian, pendapatan dari pekerjaan tetap menjadi sumber utama, dengan porsi 79,6% dari total pendapatan rumah tangga pada 2025, meski turun dari 81,1% pada 2024.
Meskipun demikian, hanya sekitar setengah dari responden yang mengatakan mereka puas dengan tujuan hidup mereka, sementara hanya 37% yang merasa optimis tentang perkembangan karier mereka.
Data ini menegaskan bahwa gaji orang Singapura terus naik secara riil, dengan pendapatan rumah tangga kini menembus ratusan juta rupiah per bulan, sekaligus menunjukkan daya tahan ekonomi Singapura di tengah tekanan inflasi global..
Secara riil, setelah disesuaikan dengan inflasi, pendapatan rumah tangga tercatat naik 6,8%..
Perkembangan terkait Survei Ungkap Pekerja Singapura Tak Bahagia Meski Bergaji Rp165 Juta akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.
Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official
Baca juga:
- Kolaborasi Lintas Sektor Dongkrak Daya Saing UMKM
- Equityworld Trillium Surabaya β Harga Emas Tertekan Oleh Penguatan Dolar