0 0
Read Time:5 Minute, 33 Second

Equityworld Futures Trillium Surabaya – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Inflasi AS hingga Konflik Iran Bayangi Pasar Pekan Depan yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan oleh Tim Riset EWF untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Pejabat provinsi Isfahan melaporkan setidaknya delapan orang tewas akibat serangan gabungan Israel. Selain itu, AS tersebut…

Diprediksi, pasar akan kembali memasang mode hati-hati pada pekan depan, mengingat konflik di Timur Tengah belum ada tanda-tanda mereda..

Sebelumnya pada Januari lalu, Inflasi konsumen China mendingin pada Januari 2026, sementara deflasi harga produsen tetap berlanjut..

Jakarta, Equityworld FuturesΒ β€” Maret 2026 mulai memasuki pekan kedua, di mana pelaku pasar, ditambah lagi dengan investor akan dihadapkan pada jadwal rilis data makroekonomi yang padat, baik dari bursa domestik maupun global…

Di Indonesia, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) periode Februari 2026 akan dirilis oleh Bank Indonesia (BI).

Bagi Indonesia sebagai mitra dagang utama, stabilitas ekonomi China menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi kinerja ekspor, ditambah lagi dengan harga komoditas…

Se, ditambah lagi dengan gkan Indeks harga produsen (PPI) turun 1,4% pada Januari lalu, memperpanjang tren deflasi selama bertahun-tahun…

Se. Di samping itu, gkan secara bulanan, inflasi China pada bulan lalu diprediksi naik menjadi 0,3% juga perlu diperhatikan..

Angka ini juga lebih rendah dari inflasi 0,3% untuk periode Desember 2025..

Pernyataan Trump menandakan a, ditambah lagi dengan ya pergeseran strategi militer AS yang kini mempertimbangkan opsi penghancuran total terhadap aset-aset vital Iran..

Konsensus pasar dalam Trading Economics memperkirakan inflasi bulanan AS pada Februari 2026 mencapai 0,2%, tidak jauh berubah dari Januari 2026 yang mencapai 0,2%..

Sebagai contoh, minyak mentah. Tak hanya itu, gas turut berperan penting. sering terjadi ketika Eskalasi di Timur Tengah yang masih belum ada tanda-tanda mereda membuat pasar khawatir akan dampak dari kenaikan harga energi..

Pada pekan depan, yakni tepatnya pada Rabu (11/3/2026) malam waktu Indonesia, AS akan merilis data inflasi untuk periode Februari 2026..

Jika data ini terealisasi sesuai prediksi, hal tersebut akan mengonfirmasi tren disinflasi yang se. Tak hanya itu, g berlangsung di AS. turut berperan penting..

Ia mengindikasikan bahwa serangan kali ini tidak hanya sekadar balasan biasa, melainkan sebuah pukulan telak yang akan memperluas target operasi militer AS ke wilayah-wilayah yang sebelumnya belum tersentuh..

Hal ini juga membuat pasar makin sulit diprediksi..

Trump menegaskan bahwa militer AS siap melancarkan serangan balasan yang jauh lebih masif, ditambah lagi dengan mematikan terhadap Teheran pada Sabtu (7/3/2026) kemarin…

Data yang lebih rendah dari perkiraan berpotensi menekan indeks Dolar AS sekaligus imbal hasil obligasi AS, yang pada gilirannya dapat memberikan ruang sedikit bagi penguatan mata uang pasar berkembang, termasuk Rupiah…

Hal itu menunjukkan a sekaligus ya sedikit penurunan tekanan harga sebelum pecahnya perang di Iran yang menimbulkan ketidakpastian baru tentang prospek inflasi…

Hal ini disebabkan oleh perilaku buruk Iran, adalah wilayah. Di samping itu, kelompok orang yang tidak dipertimbangkan untuk dijadikan target sampai saat ini,” tambahnya., akibatnya “Di bawah pertimbangan serius untuk kehancuran total dan kematian pasti,. juga perlu diperhatikan..

Kenaikan ini mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi yang membaik. Di samping itu, prospek ke depan yang semakin optimistis. juga perlu diperhatikan..

Trump menyebut bahwa perilaku agresif Iran telah memaksa Washington untuk menargetkan area. Di samping itu, kelompok baru yang selama ini tidak masuk dalam daftar sasaran tempur. juga perlu diperhatikan..

Perhatian utama akan tertuju pada rilis data inflasi dari Amerika Serikat (AS), inflasi China, data perdagangan China, data perekonomian lainnya,. Selain itu, perkembangan ketegangan di Timur Tengah…

BI menyebut, meningkatnya keyakinan konsumen bersumber dari persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun ekspektasi ke depan yang sama-sama berada di level optimis sekaligus meningkat dibandingkan periode sebelumnya…

Konsensus memperkirakan IKK RI bulan lalu cenderung turun menjadi 123,9, dari Januari 2026 yang mencapai 127..

Selain itu, kemungkinan naiknya kembali dolar AS. Tak hanya itu, masih tingginya minat aset safe haven membuat aset berisiko, misalnya saham berpotensi masih mencatatkan volatilitas tinggi. turut berperan penting…

Tak hanya AS, China juga akan merilis data inflasi periode Februari, tepatnya pada Senin besok.

Adapun dampak kenaikan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah kemungkinan baru akan terlihat pada data Maret..

Di sisi Israel, sebanyak 80 jet tempur melakukan operasi militer pada Sabtu malam.

Pada Januari 2026, inflasi umum AS tercatat naik 0,2%, di bawah ekspektasi ekonom sebesar 0,3%.

// .

Perkembangan konflik antara Iran vs AS-Israel masih akan dipantau oleh pelaku pasar pada pekan depan, di mana terbaru, Presiden AS Donald Trump kembali mengeluarkan peringatan keras kepada Iran di tengah eskalasi konflik yang memanas di Timur Tengah..

Data ini memperkuat dorongan terhadap Beijing untuk mengeluarkan langkah kebijakan guna mengatasi ketidakseimbangan antara penawaran, ditambah lagi dengan permintaan…

Bantuan ini disebut untuk meningkatkan kemampuan Israel menghadapi ancaman regional saat ini. Selain itu, masa depan…

Melansir AFP, Trump menyampaikan ancaman tersebut secara langsung melalui unggahan di platform media sosial miliknya, Truth Social.

IKK di Januari yang mencapai angka 127 menandakan kuatnya kondisi ekonomi.

Militer Israel mengklaim jet-jet tersebut menghantam akademi Garda Revolusi Iran yang digunakan sebagai aset darurat.

// .

“Hari ini Iran akan dipukul sangat keras!,” tulis Trump dalam unggahan tersebut, dilansir AFP, Sabtu (7/3/2026)..

Biro Statistik Nasional (NBS) melaporkan indeks harga konsumen (CPI) naik 0,2% pada Januari 2026 dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu.

Konsensus pasar memperkirakan inflasi akan naik menjadi 0,8% secara tahunan berkat dorongan dari efek Tahun Baru Imlek..

Data-data yang dijadwalkan rilis pada pekan ini memiliki peran krusial sebagai leading indicator untuk menilai arah kebijakan moneter bank sentral, prospek pertumbuhan ekonomi, serta pergerakan arus modal lintas batas..

Tak hanya itu saja, Departemen Luar Negeri AS menyetujui penjualan “darurat” 12.000 selongsong bom ke Israel pada Jumat lalu seiring memanasnya perang.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan dengan kenaikan 0,8 persen pada Desember 2025. Tak hanya itu, meleset dari ekspektasi para analis sebesar 0,4 persen. turut berperan penting..

Perkembangan terkait Inflasi AS hingga Konflik Iran Bayangi Pasar Pekan Depan akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Artikel ini disusun oleh Tim Riset Equityworld Futures Surabaya berdasarkan analisis data pasar dan pemberitaan terbuka di media sosial serta portal berita global.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan menambah wawasan, bukan merupakan rekomendasi investasi. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada dan selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut:
Berita Terkini Equity World Futures |
Equityworld Futures Official

Baca juga:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By